google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Abdee Negara Nurdin, Dari Gitaris Jadi Komisaris

Abdee Slank Komisaris Telkom Indonesia

Sepekan terakhir, pembicaraan publik tertuju pada sosok gitaris band rock Slank, Abdee. Bukan karena kiprahnya di belantika musik, namun karena penunjukkan Abdee yang diangkat menjadi komisaris PT Telkom Indonesia, Tbk Persero. Salah satu pihak yang pertama kali menginformasikan berita pengangkatan Abdee jadi komisaris Telkom itu adalah mantan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo lewat akun Instagramnya. 

Setelahnya nama Abdee semakin ramai baik di media sosial maupun pemberitaan media massa, bahkan sampai trending topic di Twitter. Sayangnya, kabar itu pun diiringi dengan ungkapan kekecewaan publik, karena menilai pengangkatan Abdee itu kurang tepat. Beberapa pihak bahkan menduga hal tersebut sebagai politik balas budi Jokowi, karena Slank pernah menjadi salah satu tim sukses yang mengantarkan dirinya jadi presiden. 

Pengangkatan pria bernama lengkap Abdee Negara Nurdin sebagai Komisaris Telkom itu dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 

Kompetensi Abdee Dipertanyakan

Mayoritas komentar miring yang menanggapi pengangkatan Abdee jadi Komisaris Telkom itu tentunya menanyakan seberapa kompeten, seorang gitaris band rock hingga akhirnya bisa memegang jabatan penting di perusahaan milik negara. 

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Telkom Indonesia Ahmad Reza memberikan penjelasan mengenai polemik tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setiap pengangkatan seseorang sebagai Komisaris Perseroan, keputusan yang diambil itu telah mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu calon pemegang jabatan.

Sosok Abdee sendiri dijelaskan oleh Reza dianggap telah memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pengembangan bisnis perusahaan ke depannya. Hal itu dibuktikan dari adanya sejumlah tahapan seleksi yang berhasil diikuti oleh Abdee. 

Menurut Reza, sosok Abdee memang lekat sebagai gitaris dari band rock kenamaan Slank. Namun di balik itu, Abdee juga memiliki latar belakang sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di perkembangan dunia digital dan diketahui memberikan perhatian lebih pada sejumlah masalah hak kekayaan intelektual. 

Hal itulah yang kemudian dianggap mereka yang berwenang melakukan pengangkatan, sebagai dasar yang kuat untuk kemudian memutuskan Abdee sebagai Komisaris Telkom yang baru. 

Digaji Belasan Miliar

Keuntungan yang akan didapatkan Abdee setelah ditunjuk sebagai Komisaris Telkom pun mengusik benak pikiran sejumlah pihak. Salah satunya adalah pakar perilaku sosial, Arief Munandar yang mencoba menghitung besaran gaji yang akan diterima Abdee ketika menjabat sebagai komisaris perusahaan BUMN tersebut. Arief pun menyebut bahwa Abdee baru saja mendapatkan durian runtuh, karena nantinya gaji yang diterima akan bernilai fantastis. 

“Jadi gua sangat tertarik nih untuk meneliti seberapa besar durian runtuh yang akan diterima oleh orang yang namanya Abdee Slank,” katanya.

Arief pun lalu mencoba mempelajari laporan keuangan Telkom tahun 2020 lalu mengenai kebijakan pengaturan remunerasi bagi para dewan komisaris yang telah diangkat dan ditetapkan berdasarkan Permen BUMN No. PER-04/MBU/2014. Remunerasi yang dimaksud dalam hal ini adalah besaran uang yang akan diberikan pemerintah sebagai balas jasa untuk tugas dan pekerjaan yang telah dilakukan. 

“Ini termasuk gaji, tunjangan, bonus, tantiem dan segala macamnya,” jelas Arief.

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, diketahui bahwa besaran uang yang dibayarkan untuk semua jajaran komisaris Telkom itu sekitar Rp96 miliar. Apabila diperinci, seorang komisaris utama nantinya bisa mendapatkan gaji sekitar Rp9,86 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari honorarium dan juga tunjangan lain sebesar Rp3,81 miliar dan juga tantiem sebesar Rp6,06 miliar. 

Sedangkan besaran gaji yang diterima oleh seorang komisaris independen Telkom, totalnya bisa mencapai angka Rp1,49 miliar hingga Rp11,31 miliar. Jumlah itu tergantung dari seberapa intensif dan kinerja yang telah dijalankan. 

“Dahsyat ya, dan ini bervariasi, untuk komisaris independen itu kisarannya antara Rp1 miliar sampai Rp11 miliar, jadi bisa berbeda-beda,” tutur Arief. 

Arief pun kemudian mempertanyakan apakah gaji sebesar itu telah layak untuk didapatkan seorang Abdee. Padahal sejauh ini sepak terjang Abdee di Telkom masih belum terbukti. 

“Gila ya? Gede banget. Poin gua adalah apakah jumlah itu layak diberikan ke Abdee, yang kita sendiri juga belum tahu sebenarnya kontribusinya bagi perusahaan seperti apa?” pungkas Arief.

Slank Nyatakan Dukungan ke Jokowi

Abdee Pendukung Jokowi

Publik pun kemudian ada yang mengaitkan pengangkatan Abdee sebagai komisaris Telkom itu karena ada hubungan dengan sosok Abdee yang selama ini menjadi pendukung Jokowi. Memang Abdee tidak secara resmi tercatat dalam organisasi pendukung atau relawan Jokowi. Namun Abdee pernah menyatakan dukungannya terhadap mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Salah satu buktinya adalah ketika Abdee menjadi bagian inisiator “Konser Akbar Salam 2 Jari” yang digelar di Gelora Bung Karno, saat kampanye tahun 2014 islam. Konser itu tidak lain adalah bagian dari upaya para tim sukses, pendukung dan relawan Jokowi untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Saat itu Abdee juga tidak sendirian, ada beberapa anggota Slank lain seperti Bimbim, Kaka dan Ivanka serta sejumlah musisi kenamaan Tanah Air lainnya. 

Abdee kala itu juga memberikan pernyataan bahwa dirinya percaya sosok Jokowi adalah sebuah figur baru yang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan di pemerintahan. Hal yang sama juga dilakukan Abdee pada musim kampanye Pilpres 2019, di mana kala itu Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Dia menegaskan kembali bahwa dirinya tetap mendukung Jokowi dalam Pilpres. 

Abdee juga kembali menginisiasi digelarnya Konser Putih Bersatu Menuju Kemenangan Indonesia Maju Bersama Gerakan #BarengJokowi pada tanggal 13 April 2019 silam. 

BUMN Dipenuhi Tim Sukses Jokowi

Said Didu yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN memberikan sindiran ke Erick Thohir yang dia nilai selama ini justru menjadikan BUMN dipenuhi oleh para pendukung Jokowi. Dirinya pun meminta agar Erick Thohir bisa menyelamatkan BUMN, karena pada dasarnya BUMN dimiliki oleh rakyat, bukan oleh tim sukses.

“BUMN kini sudah berubah jadi BUMTS (Badan Usaha Milik Tim Sukses). Dari hati yang terdalam, saya mohon selamatkanlah BUMN ini, karena ini milik rakyat. Pak Erich Thohir yang terhormat, semoga ungkapan soal BUMN bukan singkatan dari Badan Usaha Milik Nenek lu itu bukan menjadi penegasan bahwa BUMN ternyata Badan Usaha Milik Nenek Gua dan Tim Sukses” ungkap Said Didu.

Pasalanya tim sukses Jokowi yang kemudian bisa mendapatkan jabatan di pemerintahan itu tidak hanya Abdee saja. Tetapi ada juga nama-nama lain misalnya Fadjroel Rahman, Viktor S. Sirait, Andi Gani Nena Wea, Arya Sinulingga, Lukman Edy, Ulin Ni’am Yusron, Eko Sulistyo, Dyah Kartika Rini Djoemadi, dan juga Zuhairi Misrawi. 

Jangan Anggap Remeh Abdee Slank

Melihat banyaknya respon negatif dan juga komentar yang menyepelekan sosok Abdee Slank yang ditunjuk menjadi petinggi perusahaan BUMN, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ade Irfan Pulungan, menyayangkan hal tersebut.

Ade berharap agar publik tidak lagi menyepelekan Abdee, karena gitaris Slank itu sebenarnya memiliki pemikiran dan pandangan yang visioner serta kreatif yang selama ini dibutuhkan oleh perusahaan, khususnya dalam rangka menghadapi tantangan di era digital yang sedang terjadi sekarang ini. 

“Dalam menghadapi disrupsi teknologi dan digital, tidak hanya dibutuhkan para ahli di bidang IT, tetapi juga diperlukan sosok yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghadirkan industri kreatif,” kata Ade.

Telkom sendiri tidak hanya menjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat dan infrastruktur telekomunikasi saja. Namun Telkom juga memiliki sejumlah anak usaha yang bergerak dalam bidang industri konten seluler, e-commerce dan banyak lagi lainnya. 

Dirinya pun yakin, bahwa Abdee nantinya bisa memberikan sumbangsih yang sangat berarti dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Terlebih, Abdee sendiri juga memiliki pengalaman bisnis dalam dunia musik dan juga digital, teknologi, serta sosial lingkungan. 

Lebih lanjut, Abdee tidak hanya memiliki karir yang berkilau dengan Slank, tapi juga menjadi produser untuk band rock lainnya, Seurieus. Di dunia bisnis, Abdee juga memegang peranan penting di beberapa perusahaan. Misalnya dia menjadi Komisaris di PT Sugih Reksa Indonesia dari tahun 2020, dan juga Komisaris di PT Negara Sains Ekosistem sejak 2021. 

Tercatat, Abdee juga menjadi Co-Founder dan Founder di PT Hijau Multi Kreatif, Maleo Music, Give.ID, Importmusik.com sebagai Co-Foundernya, TIPS Inovasi, serta NSA. 

Abdee Ditunjuk Jadi Komisaris Telkom Lewat RUPST

Pernah Tolak Jabatan di Pemerintahan

Rupanya, tawaran untuk menjadi bagian dari perusahaan pemerintah tidak hanya datang dari Telkom saja. Pada tahun 2015 silam, Abdee pernah menolak dicalonkan sebagai direktur di Badan Ekonomi Kreatif. 

Dirinya mengatakan saat itu tidak memiliki niat untuk bekerja di Badan Ekonomi Kreatif, meski dia menjadi salah satu penggagas yang memegang 14 subsektor di lembaga pemerintahan itu yang di antaranya termasuk mengurusi bidang seni kriya, pertunjukan, film, fashion, games, musik, periklanan dan arsitektur. 

“Saya tidak punya minat bekerja di sana. Menurut saya, yang bekerja di sana haruslah mereka yang memang menguasai bidangnya, profesional dan memiliki waktu. Saya saat ini lebih memilih untuk melanjutkan karir di dunia musik,” ungkap Abdee kala itu. 

Alasan Erick Pilih Abdee Jadi Komisaris

Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya mengungkapkan mengapa pihaknya memutuskan untuk mengangkat Abdee sebagai Komisaris di PT Telkom Indonesia Tbk. Erick menjelaskan bahwa pengangkatan gitaris Slank itu memiliki tujuan agar bisa mendorong pengembangan di divisi konten lokal yang ada di Telkom. 

Erick pun berharap bahwa nantinya Telkom tidak hanya sebatas menjadi perusahaan telekomunikasi saja, namun bisa bersaing dan memberikan sumbangsih sebagai perusahaan digital, mengikuti tren perkembangan teknologi yang tumbuh pesat sekarang ini. Supaya Telkom tidak terjebak berkutat di layanan telepon dan SMS saja. 

“Kita jangan bohongi diri, dengan adanya layanan seperti Netflix, Disney Plus apakah kita harus anti, enggak. Namun harusnya bisa bangun konten lokal yang namanya Telkom. Telkomsel harus bisa jadi agregator konten lokal,” jelas Erick. 

Oleh karenanya, pihak terkait termasuk dirinya juga telah memastikan bahwa keputusan mengangkat Abdee itu telah melewati berbagai pertimbangan yang matang bersama dengan para pemegang saham lainnya. Hal itu tidak hanya berlaku untuk Abdee saja, tetapi juga komisaris baru lainnya. 

Sebagai informasi, penunjukkan Abdee jadi Komisaris Telkom telah diputuskan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom yang diadakan pada tanggal 28 Mei 2021 lalu.