Adu Janji Kampanye Terkait dengan Perekonomian Indonesia, Paslon Mana yang Lebih Unggul?

Adu Janji Kampanye Terkait dengan Perekonomian Indonesia, Paslon Mana yang Lebih Unggul?

Ketiga calon presiden (capres) serentak melakukan kampanye akbar sebelum tiba hari pencoblosan pada hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2024. Ketiganya pun melakukan kampanye akbar di tempat yang terpisah, namun sama-sama menyertakan janji ekonomi versinya masing-masing untuk masa kepemimpinan 5 tahun mendatang.

Dalam sesi kampanye akbar di Jakarta International Stadium (JIS), Calon Presiden (capres) nomor urut 1 dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan kembali menegaskan bahwa komitmennya untuk membuat pemerataan ekonomi Indonesia. Sebab, menurut catatannya sendiri, ekonomi RI sekarang ini masih dikuasai oleh segelintir kelompok kaya saja.

“Beberapa waktu yang lalu terdengar obrolan ruang-ruangan tertutup yang mengatakan bahwa beberapa orang menguasai sepertiga perekonomian Indonesia, sementara 280 juta lainnya harus berebut sisanya,” ungkap Anies, seperti yang dikutip pada hari Minggu 11 Februari 2024.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan rakyat Indonesia harus mendapatkan kesempatan yang setara harus mendapatkan masa depan yang setara karena itu kita bergerak untuk melakukan perubahan,” tegas Anies.

Anies Baswedan pun menyadari bahwa ada kubu-kubu yang ingin menjaga agar dominasi di bidang ekonomi itu terus berlanjut. Bersama dengan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, dirinya tak ingin mendiamkan hal tersebut langgeng begitu saja.

“Bila mereka melakukan kecurangan bila mereka tidak menjalankan yang adil maka kita siap untuk melawan. Kita tidak diamkan perlakuan yang tidak adil melenggangkan tanpa ditantang,” kata Anies Baswedan.

Pasalnya, kata Anies, tak ada satupun yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang sombong kepada rakyatnya sendiri. Terlebih jadi negara yang pelit kepada rakyatnya.

“Kita tidak menginginkan negara yang sombong pada rakyatnya, kita tidak menginginkan negara yang pelit dengan rakyatnya, kita tidak menginginkan negara yang tega pada rakyatnya,” ungkap Anies.

Prabowo Subianto Ingin Lanjutkan Pembangunan Ekonomi RI

Berbeda dengan tagline perubahan yang diusung oleh paslon 02 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, Capres (calon presiden) nomor urut 2 Prabowo Subianto hendak melanjutkan pembangunan ekonomi yang telah diprakarsai oleh para presiden-presiden sebelumnya.

Dalam sesi kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Prabowo mulanya berkomitmen akan menghapus angka kemiskinan di Indonesia.

“Kita semua akan menentukan masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita. Prabowo-Gibran dan Koalisi Indonesia Maju berjuang untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” kata Prabowo.

Dalam mengusung misi tersebut, ia pun mengambil langkah guna melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh para pendiri negara. Nama-nama seperti halnya Bung Karno, Bung Hatta dan Sutan Syahrir pun disebut guna mengapresiasi apa yang sudah mereka bangun untuk Indonesia. Tak lupa juga kepada para pemimpin dan presiden-presiden setelahnya.

“Kita berterimakasih kepada Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan kita juga berterimakasih ke Presiden Joko Widodo,” ungkap Prabowo dengan nada penuh semangat.

Lebih lanjutnya lagi, Pranowo Subianto juga tidak ingin Indonesia terus diadu domba dan dibohongi oleh bangsa asing. Menurut Prabowo, Indonesia ke depan wajib menjadi negara hebat dan memiliki rakyat yang makmur.

“Karena itu, kita harus menjaga kerukunan, persatuan, suasana kerjasama saling membantu, saling mendukung. Yang kuat mengangkat yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, yang pintar mengajar yang belum pintar. Baru Indonesia akan menjadi negara yang hebat,” tutur Prabowo.

Ganjar Pranowo Dorong Ekonomi RI Melalui UMKM

Sementara dalam sesi kampanye akbar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Calon Presiden (capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo memusatkan pembangunan ekonomi pada perbaikan UMKM untuk bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut, terdapat tiga kunci yang wajib diperhatikan supaya para pelaku UMKM benar-benar bisa naik kelas. “UMKM harus naik kelas. Satu, perlu pelatihan pendampingan, dua perlu akses permodalan, dan tiga membantu mereka untuk bisa sampai ekspor,” jelas Ganjar Pranowo.

Ganjar lantas menceritakan pengalamannya saat masih menjadi pemimpin di Jawa Tengah. Pelaku UMKM disebutnya bisa naik kelas karena dirinya mendorong mereka untuk berorientasi pada ekspor. “Beberapa produknya sudah sampai ke Jepang, sudah sampai ke Eropa, termasuk terakhir dari Solo kita berangkatkan ke Paris,” ucap Ganjar.

Dia juga berharap langkah yang sudah dirintisnya bisa jadi salah satu contoh untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. “Kurang lebih 17 juta lapangan kerja bisa kita ciptakan. Dengan pendidikan yang baik, maka orang bisa bekerja. Atau dengan pelatihan dan enterpreneur, maka mereka juga bisa bekerja,” tambah Ganjar.

Tidak hanya melalui UMKM saja, Ganjar-Mahfud juga menginisiasi program satu keluarga miskin, satu sarjana. Program tersebut kembali diangkatnya ketika berbincang dengan salah seorang lulusan SMK yang bisa langsung terserap oleh industri.

Menurut Ganjar, jika lulusan SMK saja bisa cepat mendapat kerja, maka Ganjar percaya orang dengan pendidikan lebih tinggi bisa lebih meyakinkan untuk ikut terlibat langsung dalam dunia kerja.

“Kenapa Ganjar-Mahfud punya program, satu keluarga miskin satu sarjana. Kita sudah praktikan bahwa dengan SMK saja tidak nganggur. Sekolah langsung bekerja dan dia langsung mempraktikkan. Mudah-mudahan ini jadi bagian dari program berikutnya untuk bisa meyakinkan,” tandas Ganjar.

Ketiga Paslon Adu Gagasan Terkait Bansos dan Stunting

Dalam debat yang diselenggarakan terakhir, isu terkait dengan bansos dan stunting pun kembali mencuat, sebab adanya isu politisasi bansos yang begtiu masif jelang ajang Pilpres 2024. Selain itu juga, ketiga capres juga tampak saling adu argumen mengenai stunting beserta nasib para pekerja migran, serta saling sindir tentang pendidikan.

Namun, Anggi Afriansyah selaku peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beranggapan bahwa dalam perdebatan yang berlangsung masih cenderung normatif dan kurang memberi gambaran secara utuh dari visi misi capres yang sudah ada di dalam dokumen tekstual.

“Keterbatasan waktu dan variasi tema lainnya sepertinya turut mempengaruhi bobot pendidikan yang kurang menggambarkan visi dan misi capres-cawapres bidang pendidikan serta kurang memberikan penekanan pada upaya menyelesaikan kompleksitas dan problematika pendidikan di Indonesia,” ungkap Anggi, pada hari Minggu, tanggal 4 Februari 2024.

Anggi juga menjelaskna bawa ketiga capres cenderung saling menyetujui satu sama lainnya. Hal ini, menurut Anggi, membuat kurangnya elaborasi kekuatan dari visi dan misi dalam bidang pendidikan yang ada sudah ada di dalam dokumen masing-masing paslon.

Anies Ucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya 3 Simpatisan AMIN Saat Kampanye Akbar di JIS

Calon presiden (capres) nomor urut satu dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga pendukung ketika Kampanye Akbar AMIN bertajuk ‘Ber1 Berani Berubah’ di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2024.

Tiga simpatisan pendukung Anies yang meninggal dunia itu di antaranya adalah Dachyar (58 tahun), Agus Rohendi (57 tahun) dan Syaifudin (62 tahun).

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga pejuang perubahan di Kumpul Akbar Ber1 Berani Berubah di JIS pada Sabtu 10 Februari 2024. Kami mendoakan agar ketiga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan kesabaran,” ujar Anies Baswedan dalam keterangan resmi, dikutip pada hari Rabu 13 Februari 2024.

Anies Baswedan juga mengungkapkan perjuangan ketiganya untuk mewujudkan perubahan di Indonesia tidak akan sia-sia. Anies menyebutkan bahwa, dia bersama cawapres Muhaimin Iskandar (AMIN) berkomitmen melanjutkan perjuangan ketiganya.

“Kami berkomitmen melanjutkan perjuangan Pak Dachyar, Pak Agus Rohendi, dan Pak Syaifudin untuk terwujudnya perubahan di Indonesia. Kami akan melanjutkan perjuangan beliau-beliau membawa Indonesia adil makmur untuk semua,” jelas Anies.

Anies Baswedan pun menyempatkan takziah ke kediaman salah satu pendukungnya itu yakni MB Syaifudin di Jalan Dasa Raya, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, pada hari Senin malam, tanggal 12 Februari 2024.

“Insya Allah beliau orang baik, karena yang datang ke JIS kemarin kami saksikan mereka orang-orang baik yang saling tolong menolong, dan beliau adalah salah satunya,” ujar Anies.

Kronologi Meninggalnya 3 Simpatisan AMIN saat Kampanye Akbar di JIS

Sementara itu juga, Wakil Deputi Tenaga Kesehatan Timnas AMIN dr Berlian Idris mengungkapkan kronologi atas meninggalnya tiga pendukung Anies-Cak Imin tersebut.

Dachyar (58) adalah warga yang tinggal di Bekasi ini sempat dibawa menuju Pos Kesehatan oleh petugas pengamanan karena tidak sadarkan diri ketika sedang menaiki tangga di JIS.

“Saat awal naik tangga, keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sudah merasa sesak dan lelah, kemudian mendadak tidak sadar dan dievakuasi ke pos kesehatan. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelumnya pasien sering mengeluh nyeri sekitar ulu hati dan selama ini dikira sakit maag atau asam lambung,” ungkap dr Berlian.

Dia menyebut, ketika itu, tim kesehatan yang bertugas di JIS segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), pemasangan infus, beserta pemberian obat-obatan resusitasi.

“Pasien dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dengan ambulans sambil tetap dilakukan RJP. Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RSPI Sulianti Saroso dan diduga kuat mengalami serangan jantung sebagai sebab kematian,” ucap dr Berlian.

Sementara itu juga, simpatisan lainnya Agus Rohendi (57), yang berasal dari Bandung ditemukan tidak sadarkan diri oleh pendukung lainnya di lantai 1 zona selatan, JIS.

Pada waktu itu, dr Berlian menhelaskan tim kesehatan segera melakukan RJP, memasang infus, dan memberikan obat-obatan untuk Agus. Agus juga sempat dirujuk menggunakan ambulans sambil tetap dilakukan RJP.

“Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RSPI Sulianti Saroso. Sebab kematian pasien juga diduga kuat serangan jantung,” ucap dr Berlian.

Terakhir adalah MB Syaifudin (62) dari Jakarta Selatan yang telah ditemukan tergeletak di jalan di luar JIS. Tim kesehatan, kata dr Berlian, saat itu langsung memberikan pertolongan, melakukan RJP dan segera merujuk pasien dengan ambulans ke RS Royal Progress sambil tetap memberikan pengobatan di dalam mobil ambulans.

“Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RS Royal Progress. Penyebab kematian juga diduga kuat serangan jantung,” ujar dr Berlian.