google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Adu Kuat Rocky Gerung dan Sentul City Atas Sengketa Lahan Bojong Koneng

Sengketa Lahan Bojong Koneng Antara Rocky Gerung dan Sentul City

Setelah sekian lama permasalahan sengketa lahan antara pengamat politik Rocky Gerung dengan PT Sentul City Tbk terjadi, Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor akhirnya angkat bicara. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan BPN, diketahui bahwa ternyata lahan yang digunakan oleh Rocky sebagai tempat tinggal tersebut bersertifikat Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT Sentul City.

“Sampai sekarang objek tersebut terdaftar dengan HGB atas nama PT Sentul City. Datanya sudah ada sejak lama, jadi tidak palsu. Semua sertifikat yang terbit saya kira benar ya,” jelas Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto. 

Pihak BPN pun menepis isu-isu selama ini yang berkembang bahwa sertifikat yang dimiliki oleh Sentul City adalah palsu. Menurut Sepyo, pihak BPN tidak akan bisa mengeluarkan sertifikat palsu untuk kepemilikan kepada pemilik lahan, dan selalu memproses penerbitan HGB dengan prosedur yang benar sesuai aturan yang berlaku. 

“Masa menerbitkan tanpa prosedur sertifikat asli, tidak ada yang berani saya kira. Kecuali memang itu palsu. Saya membuat sertifikat dengan prosedur yang benar untuk kemudian diberikan kepada pemilik tanah kan tidak mungkin kan. Tidak mau saya, semuanya seperti itu,” tambahnya. 

Sepyo juga menjelaskan mengenai status bangunan yang dibangun di atas lahan tersebut, yang dalam hal ini merupakan rumah yang ditinggali oleh Rocky Gerung.

“Namanya saja garapan, berarti bukan pemilik kan? Garapan. Yang dimaksud garapan ya menggarap. Kalau HGB kan tanah hak, tanah hak tersebut yang terdaftar kan ada hak milik. Ada HGB, ada hak pakai. HGB hak guna bangunan itu tanah hak,” kata Sepyo. 

Sementara mengenai masa berlaku HGB, hanya bisa berlaku maksimal selama 20 tahun. Setelah itu bisa dilakukan pengajuan untuk perpanjangan. Tentunya dengan sejumlah persyaratan tertentu, sesuai dengan tata ruang atau aturan yang ada.

Pihak BPN pun dalam hal ini juga mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan tersebut.

Niat Terselubung Rocky Gerung

Meski sudah ada pernyataan dari BPN, masalah tersebut masih belum bisa menemukan titik terang. Kedua belah pihak yang bersengketa saling mengklaim bahwa mereka ada pemilik yang sah atas tanah yang terletak di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor tersebut.

Lalu seperti apa permasalahan ini sebenarnya jika dilihat dari kacamata dunia properti?

Konsultan properti Eka Gumilar melihat apa yang dilakukan Rocky Gerung dengan menyerobot lahan milik Sentul City itu sudah terencana. Dia begitu yakin, bahwa sekelas Rocky Gerung yang berpendidikan seharusnya sudah mengetahui bahwa tanah yang dibeli tersebut bermasalah atau tidak. Meskipun tahu bermasalah, sayangnya Rocky memilih untuk tetap membeli tanah tersebut dari mafia tanah. 

Sekarang, Rocky justru berteriak layaknya rakyat kecil yang dizalimi oleh korporat. Eka menduga Rocky memang sengaja ingin membuat gaduh negara.

“Jangan-jangan dia sebenarnya sudah paham itu tanah yang bermasalah, dan justru sengaja membeli dengan harga murah. Lalu kemudian bisa dijadikan bahan ribut untuk negosiasi dengan Sentul City,” kata Eka. 

Rocky Gerung Klaim Pembelian Lahan Sah

Eka juga menuturkan bahwa sebenarnya jika dilihat secara awam, ada beberapa indikator yang menunjukkan tanah tersebut bermasalah. Pertama adalah, harga yang ditawarkan sangat murah jauh dari harga pasaran. Sebagai informasi, tanah yang dibeli Rocky adalah seluas 800 meter persegi seharga Rp50 juta. 

Kemudian orang yang menjual tanah kepada Rocky itu ternyata memiliki rekam jejak yang buruk, di mana dia pernah dipenjara karena kasus penipuan tanah. Belum lagi, selama ini kawasan di Bojong Koneng sudah dikenal sering terjadi kasus tumpang tindih kepemilikan lahan. 

Eka pun heran kenapa Rocky tidak mengecek keaslian legalitas tanah yang dia beli itu ke BPN, sebelum melakukan pembelian. Bagi Eka, orang kampung pun bahkan sudah tahu, proses jual beli tanah yang aman itu seperti apa, dan harus melibatkan PPAT serta mengecek semua legalitas yang dimiliki.

“Dengan melihat ini, Rocky seolah-olah sudah siap disomasi oleh Sentul City, siap ribut. Mungkin karena merasa sudah menjadi orang terkenal,” pungkas Eka. 

Eka juga menduga bahwa Rocky memang sengaja menyerobot tanah yang dimiliki Sentul City, dan terus memaksakan diri untuk mendirikan bangunan tanpa IMB. Jadi adalah yang wajar jika kemudian pihak Sentul City melayangkan somasi. 

Sayangnya, somasi dari Sentul City itu malah ditanggapi dengan perlawanan oleh Rocky. Hal ini terkesan bahwa Rocky sedang mempolitisasi permasalahan itu, dan kemudian mencoba untuk memprovokasi warga lainnya agar berkonflik dengan Sentul City, dan pada akhirnya muncul keributan. 

Warga Ikutan Melawan

Sejumlah warga yang selama ini tinggal di sekitar lahan yang menjadi sengketa itu mengaku kerap mendapatkan intimidasi dan juga penggusuran paksa yang dilakukan oleh Sentul City. Padahal, kasus sengketa lahan itu saat ini masih dalam proses pengadilan. 

“Jagoannya lagi, penggusuran dilakukan pada lahan, kebun dan rumah atau bangungan warga yang telah dipasang papan pengumuman bahwa tanah itu sedang dalam proses hukum,” kata Widi Syailendra selaku Kuasa Hukum Warga Bojong Gede. 

Widi juga mengungkap bahwa Sentul City tidak hanya melakukan intimidasi, tetapi juga langsung menandai lahan tersebut dengan menempatkan material-material bahan bangunan. Hal yang aneh bagi Widi adalah, selama 30 tahun terakhir tidak pernah ada klaim HGB dari pihak Sentul City. 

“Tidak pernah, dalam pengakuan klaim kami bahwa Sentul City selama 30 tahun tidak pernah memanfaatkan, tidak pernah mengelola, memelihara dan tidak pernah melaksanakan peruntukan izinnya. Jadi itu properti selama 30 tahun tidak pernah ada kegiatan apa-apa,” jelas Widi. 

Sementara itu, beberapa warga juga dikatakan Widi mengalami penekanan dan pemaksaan untuk setuju menandatangani surat pernyataan yang isinya menyatakan bahwa lahan itu milik Sentul City. 

Tindakan yang akan diambil Widi juga akan dilakukan dengan mengajukan laporan ke KPK, sebab dia menduga ada tindak pidana korupsi dalam penerbitan dan perpanjangan HGB tersebut. 

Bantah Menelantarkan Lahan

Terkait pernyataan Widi yang menyebut bahwa selama 30 tahun lahan itu tidak dimanfaatkan sama sekali, Sentul City membantah telah melakukan penelantaran lahan. Mereka menjawab tuduhan itu dengan menjelaskan bahwa saat ini sedang melakukan pengembangan sesuai rencana yang telah dibentuk.

“Kita menelantarkan lahan itu tidak benar. Saat ini kita tengah melakukan pengembangan sesuai dengan masterplan kita,” jelas Kepala Departemen Legal Sentul City, Faisal Farhat. 

Lebih lanjut Faisal menjelaskan bahwa sejak mendapatkan HGB pada tahun 1994 silam, pihaknya telah melakukan pengelolaan lahan dengan baik lewat kerja sama bersama masyarakat. 

Kerja sama yang dimaksud adalah pinjam pakai lahan, di mana warga meminjam lahan itu untuk ditanami singkong, dan sayuran. Sayangnya, memang tidak dipungkiri bahwa kemudian ada beberapa warga yang melakukan klaim. Sehingga Sentul City bertanggung jawab untuk melakukan penguasaan kembali atas aset-aset yang dimiliki perusahaan. 

Pihak Sentul pun tetap berpegang teguh pada asas legalitas yang mereka dapatkan sejak tahun 2014 yang telah diterbitkan pemerintah, dan pihaknya tidak mau mengintervensi BPN.

Sentul juga mengungkap pengembangan seperti apa yang akan dilakukan pada lahan tersebut. Mereka sudah bersiap untuk membangun perumahan serta kawasan wisata di lahan yang memiliki luas 1.100 hektar itu. 

Sentul City menegaskan bahwa perusahaan masih mempunyai hak kelola yang berlaku sampai dengan tahun 2034. Di sisi lain, mereka juga prihatin atas apa yang dialami Rocky Gerung karena telah menjadi korban mafia tanah. 

Adu Kuat Bukti Kepemilikan Lahan

Sentul City mengaku telah beberapa kali melayangkan somasi kepada Rocky Gerung dan juga sejumlah warga Bojong Koneng, agar mau mengosongkan tempat tinggalnya dengan batas waktu 7×24 jam. Adapun dasar somasi Sentul City adalah mereka menjadi pemegang hak yang sah atas tanah dengan sertifikat SHGB Nomor B 2412 dan 2411 Bojong Koneng. 

Namun, Rocky dan warga tidak mau meninggalkan rumah mereka, meskipun batas waktu somasi yang diberikan sudah terlewati dan sejumlah eskavator telah meratakan beberapa areal tanah di sekitar rumah Rocky. 

Rocky menggandeng Haris Azhar sebagai kuasa hukum dan bersikukuh bahwa pihaknya adalah yang sah menguasai tanah itu sejak 2009. Rocky mengaku mendapatkan tanah dan juga bangunan dari seseorang bernama Andi Junaedi, dan proses jual beli itu tercatat dalam surat pernyataan oper alih garapan. 

Rocky juga mengaku memiliki surat keterangan tidak bersengketa yang telah ditandatangani oleh Kepala Desa Bojong Koneng. Bukti peralihan itu juga telah tercatat di Kelurahan Bojong Koneng, dengan nomor 592/VI/2009. 

Atas hal tersebut, Rocky pun menyurati Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor guna meminta adanya keadilan dan menyebut bahwa Sentul City telah menyerobot tanah yang dia miliki. 

Sementara, pihak Sentul City memilih untuk menyurati BPN agar bisa menjelaskan bagaimana status tanah itu sesuai dengan HGB yang selama ini dimiliki oleh Sentul City.

Gatot Nurmantyo dan Amien Rais Berkunjung ke Rumah Rocky Gerung

Amien Rais dan Gatot Nurmantyo Kunjungi Rocky Gerung

Sepertinya, permasalahan sengketa lahan antara Rocky dengan Sentul City akan semakin panas dan diyakini merembet ke ranah politik. Pasalnya, Amien Rais dan Gatot Nurmantyo kedapatan mengunjungi rumah Rocky Gerung. 

Dari pemantauan di lapangan, Amien Rais berkunjung selama kurang lebih tiga jam. Sedangkan Gatot Nurmantyo datang setelahnya, sekitar pukul 16.00 WIB. Keduanya kemudian pulang bersama-sama. Tidak diketahui apa yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Ummat Chandra Tirta Wijaya yang juga turut berkunjung mengatakan bahwa ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Namun bahasan yang disorot dalam pertemuan itu tentunya adalah masalah sengketa lahan. Pihaknya menyimpulkan bahwa selama ini Rocky Gerung telah dizalimi. 

Chandra berharap kasus yang dialami Rocky bisa membuka kotak pandora, mengenai tindakan penguasan lahan yang tidak sesuai dengan keadilan sosial.