google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Air Diffuser dan Humidifier, Apa Sih Bedanya?

diffuser dan humidifier

Dengan semakin tingginya tingkat pencemaran udara, penggunaan air diffuser dan humidifier perlahan tapi pasti mulai digandrungi oleh banyak orang di berbagai negara, termasuk juga dengan Indonesia. Bahkan mulai banyak pula produsen yang ikut terjun untuk meluncurkan produk dalam kategori tersebut dengan fitur-fitur pelengkap tentunya.

Pada umumnya, kebanyakan orang membeli kedua perangkat ini karena berkeinginan untuk membuat udara lingkungan sekitar mereka menjadi lebih bersih dengan adanya aroma terapi yang nyaman untuk dihirup. Perlu diketahui, saat ini ada begitu banyak jenis aroma terapi yang ternyata masing-masing memiliki khasiat tersendiri, lho.

Apabila kamu berpikir bahwa air diffuser dan air humidifier itu adalah dua perangkat yang serupa, tunggu dulu! Kenyataannya, Air Diffuser dan Humidifier mempunyai beberapa perbedaan yang patut untuk diperhatikan sebelum membeli salah satunya. Agar kamu tidak salah, berikut ini uraian perbedaan dari Diffuser dan Humidifier.

Fungsi Diffuser dan Humidifier

Air Diffuser adalah alat yang dapat mengubah Essential Oil (Minyak Esensial) menjadi uap wangi atau beraroma yang kemudian disebarkan ke udara sekitar sehingga menjadi aromaterapi.

Dengan kata lain, Diffuser dapat menyebarkan udara segar di ruangan sekitarnya sehingga penggunanya dapat lebih nyaman ketika sedang beraktivitas mulai dari menonton televisi di ruang keluarga, tidur di kamar, bekerja di ruang kerja, dan beragam aktivitas lainnya.

Selain itu, Diffuser juga diketahui dapat membersihkan udara sekitarnya dengan bantuan Essential Oil (Minyak Esensial) yang juga mampu membuat penggunanya merasa lebih rileks dan dapat bernapas dengan lebih nyaman berkat wewangian yang memiliki khasiat tersendiri.

Di sisi lain, Air Humidifier adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelembaban udara sehingga cocok bagi kamu yang tinggal di dalam ruangan dengan AC maupun daerah panas atau kering. Disamping itu, produk ini juga dapat digunakan untuk meminimalisir alergen dari udara.

Air Humidifier memiliki kemampuan untuk mengatur tingkat kelembapan ruangan tanpa harus mengeluarkan wewangian. Tentunya perangkat ini akan sangat berguna bagi pengguna yang memiliki penyakit seperti asma, alergi, pilek, sakit tenggorokan, iritasi mata, maupun batuk yang disebabkan oleh alergen yang ada di udara.

Meskipun Humidier dapat menggunakan air biasa pada penggunaannya, namun banyak yang menyarankan agar perangkat ini diisi dengan air sulingan (demineralisasi). Hal tersebut berfungsi untuk meminimalisir debu mineral yang ikut dilepaskan ke udara.

Oleh karena itu, fungsi kedua alat ini jelas berbeda. Air Diffuser merupakan alat yang lebih mengutamakan aromaterapi agar pengguna menjadi lebih rileks dan dapat bernapas dengan nyaman. Sementara Humidifier dapat digunakan untuk menjaga kelembababn ruangan dan meminimalisir alergen dari udara.

Air Humidifier membutuhkan bantuan air untuk diubah menjadi uap yang nantinya kecepatan penguapan akan disesuaikan tergantung dari suhu ruangan. Sementara Diffuser membutuhkan Essential Oil untuk menghasilkan uap beraroma dengan waktu penguapan yang terjadi dalam waktu lebih singkat.

Cara Kerja Diffuser dan Humidifier

Bagaimana dengan cara kerja kedua alat tersebut? Air Hudimifier mengubah air menjadi uap hangat yang disebarkan meningkatkan kadar kelembapan udara di sekitar ruangan. Pada umumnya, pengguna dapat menggunakan air biasa yang dikombinasikan dengan wangi alami (seperti potongan buah lemon, bunga, aroma tanah, atau lavender) untuk menghadirkan kelembapan udara yang pas, namun dengan wangi yang menyegarkan dan membawa rileks bagi penggunanya.

Sementara itu, Air Diffuser akan mengubah Essential Oil menjadi uap yang akan dilepaskan ke udara dengan memberikan wewangian atau aromaterapi tanpa melembapkan udara di sekitarnya.

Humidifier dan Diffuser pada saat ini sudah dapat dikendalikan dengan remote control sehingga pengguna dapat mengatur tingkat banyaknya uap yang disebar ke udara. Terlebih lagi, Diffuser masa kini ada yang memiliki lampu warna-warni sehingga dapat membuat tidur penggunanya lebih nyaman di malam hari.

Letak Penyimpanan dan Kebutuhan Air

Air Humidifier sebaiknya ditempatkan pada lokasi di mana keluarga sering berkumpul dan duduk bersama, seperti ruang ber-AC, dapur, ruang tamu, dan lainnya untuk membuat kelembapan udara tetap terjaga. Posisikan juga Humidifier di suatu tempat yang membuat uap air dapat menyebar secara merata dalam suatu ruangan.

Sementara Air Diffuser dapat ditempatkan pada ruangan yang umumnya digunakan untuk istirahat seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan lainnya agar setiap orang di ruangan tersebut merasakan rileks berkat uap dari Essential Oil yang menghasilkan aroma menyegarkan.

Rata-rata Air Diffuser akan membutuhkan air sekitar 300 hingga 500 ml yang nantinya dikombinasikan dengan Essential Oil. Sementara itu, Air Humidifier membutuhkan air dalam jumlah yang jauh lebih banyak yakni mencapai 3 liter hingga 5 liter.

Dengan mengenali lebih jauh perbedaan antara Air Diffuser dan Air Humidifier, tentu kamu akan lebih mudah untuk memilih alat penjernih udara mana yang tepat untuk kebutuhan kamu saat ini, bukan? Memang sudah saatnya kita mencoba hidup dengan udara yang lebih sehat dan berkualitas menggunakan kedua perangkat tersebut.