google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Amankah Jika Mendapatkan Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua Berbeda?

BBC

Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan program vaksinasi nasional Covid-19 guna menekan angka penyebaran virus corona supaya tidak terus mengalami kenaikan. Untuk saat ini, ada sebanyak 5 jenis vaksin yang dipergunakan, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer hingga Sinopharm.

Pemberian vaksin Covid-19 ini pun dilakukan sebanyak dua kali suntikan dosisnya, dan khusus kepada para tenaga kesehatan akan diberikan sebanyak tiga kali dosis. Lalu, apakah boleh seseorang memeroleh suntikan dosis kombinasi dari vaksin Covid-19?

Untuk lebih jelasnya seputar kombinasi pemberian dosis vaksin yang berbeda, kami sudah merangkum informasi lengkapnya di bawah ini.

Apakah Dibolehkan Menggunakan Kombinasi Vaksin Covid-19?

Sampai sekarang ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeteksi sebanyak 4 varian virus corona yang harus diperhatikan serta 4 varian lainnya perlu untuk diwaspadai, salah satu dari varian yang mudah menular seperti varian Delta dan juga Delta Plus.

Kedua varian tersebut juga berpotensi menimbulkan gejala dari Covid-19 yang cenderung lebih parah kepada orang yang tengah memiliki penyakit komorbid atau bawaan, serta belum pernah memeroleh suntikan dosis vaksin sama sekali.

Oleh karena itulah, pemerintah pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk segera mendapatkan vaksin dari rumah sakit, klinik maupun beberapa lokasi yang jadi rujukan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

Adapun tujuan dari pemberian vaksinasi ini bukan hanya untuk memberikan perlindungan sepenuhnya dari infeksi virus corona. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh individu yang sudah mendapatkan suntikan vaksin akan lebih mampu mengenali virus bila masuk ke dalam tubuh.

Dengan cara itulah sistem imunitas tubuh akan lebih mudah untuk mengenali serta memberikan perlawanan pada infeksi sehingga gejala parah pun dapat terhindar, serta tubuh pasien akan lebih cepat untuk sehat kembali setelah terinfeksi virus corona.

Sekarang ini, pemerintah Indonesia sudah menyediakan 5 jenis vaksin Covid-19, di antaranya adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan juga Sinopharm. Ada beberapa dari jenis vaksin tersebut yang dapat diberikan kepada kelompok lansia, anak – anak berumur 12 hingga 17 tahun, serta ibu hamil.

Kabar terbaru datang dari laporan pemerintah Thailand yang sudah melakukan kombinasi pemberian vaksin Covid-19 supaya bisa melawan varian delta.

Lalu, beberapa hasil penelitian juga mengklaim bahwa mix and match vaksin Covid-19 ini bisa memperkuat sistem imun tubuh pada virus corona, hal tersebut seperti yang sudah dilansir oleh Nature dalam jurnal ilmiah mingguan berpusat di Inggris.

Meskipun demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menegaskan bahwa untuk tidak mencampurkan vaksin Covid-19, sebagai contohnya kombinasi dari dosis pertama jenis AstraZeneca dengan Sinovac untuk dosis kedua.

Kementerian Kesehatan RI juga tetap ikuti imbauan dari WHO agar tidak memberikan jenis vaksin Covid-19 yang berbeda dengan dosis suntikan pertama. Alasannya pun dikarenakan masih belum banyak data akurat yang berkaitan dengan efek samping bagi kesehatan penerimanya.

Kombinasi Vaksin Covid-19 Hanya Bisa Diberlakukan Seperti Ini

Adanya larangan pencampuran jenis vaksin oleh Kementerian Kesehatan RI ini hanya berlaku pada dosis pertama dan juga dosis kedua. Sementara itu, untuk pemberian dari dosis ketiga sudah diperbolehkan menggunakan jenis vaksin Covid-19 yang berbeda.

Kementerian Kesehatan RI sudah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor : HK. 02. 02/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Untuk pemberian dosis vaksinasi ketiga ini lebih dikenal dengan istilah booster dan juga sudah memeroleh izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM RI) dan juga Techincal Advisory Group in Immunization (ITAGI).

Hal ini bertujuan untuk bisa memberikan perlindungan tambahan dari infeksi virus corona karena para tenaga kesehatan yang setiap harinya selalu berhadapan dengan risiko tinggi tertular virus corona.

Yang artinya adalah dosis ketiga ini pun hanya dikhususkan kepada para tenaga medis serta pendukungnya. Di luar itu semua, Kementerian Kesehatan RI hanya merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin saja.

Adanya pembatasan dari pemberian vaksinasi dosis ketiga ini dilakukan oleh pemerintah karena pasokan vaksin yang masih terbatas dan juga masih ada lebih dari sekitar 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang masih belum memeroleh suntikan dosis sama sekali.

Untuk pemberian dari vaksin penguat atau booster ini pun hanya boleh sama dengan vaksin yang pertama, boleh juga berbeda dengan vaksin dosis pertama.

Kombinasi vaksin virus corona ini ialah dosis pertama dan kedua untuk jenis Sinovac, lalu dosis ketiga dengan jenis Moderna. Vaksin dosis tambahan ini pun bisa diberikan minimal 3 bulan sesudah disuntikkan dosis kedua kepada para tenaga kesehatan.

Meskipun demikian adanya, pemberian vaksin virus corona campuran ini pun masih bisa memperhatikan kondisi kesehatan dari para penerima vaksin.

Jikalau penerima vaksin mempunyai alergi terhadap isi kandungan vaksin dari jenis yang berbeda, itu artinya dosis ketiga tetap memakai vaksin yang sama dengan dosis pertama serta kedua.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dokter Siti Nadia pun turut menjelaskan bahwa vaksin Moderna yang digunakan untuk booster ini adalah mRNA – 1273.

Proses penyuntikkan vaksin Moderna ini pun melalui intramuscular dengan pemberian dosis sebanyak 0,5 mili sebanyak satu kali dosis. Penyuntikkan dosis ketiga ini pun sudah diberlakukan sejak tanggal 23 Juli 2021 lalu.

Vaksin Covid-19 Moderna Bukan Hanya Untuk Campuran Saja

Vaksin virus corona jenis Moderna bukan hanya bisa diberikan sebagai dosis penguat atau booster saja. Bisa pula diberikan seperti halnya vaksin Sinovac dan juga yang lainnya kepada mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin, termasuk juga ibu hamil pun boleh mendapatkan vaksin tersebut serta seseorang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Efek samping yang mungkin saja bisa terjadi pada pemberian vaksin Moderna ini seperti muncul ruam merah, pembengkakan di lokasi bekas suntikan serta rasa nyeri. Ada juga beberapa orang sempat merasakan nyeri pada otot, sakit kepala, demam tinggi, mual hingga rasa lelah.

Penggunaan dari vaksin Moderna ini pun pada umumnya tergolong aman serta efek sampingnya bisa hilang dalam waktu beberapa hari kedepan.

Kombinasi Dari Vaksin Covid-19 Pada Sejumlah Negara

Beberapa penelitian juga sudah menyebutkan bahwa kombinasi atau pencampuran dosis pertama dari vaksin Covid-19 AstraZeneca dan juga dosis kedua vaksin Pfizer BioNTech ini bisa pula memberikan perlindungan yang jauh lebih baik lagi jika dibandingkan dengan pemberian dua dosis vaksin dari jenis yang serupa.

AstraZeneca yang termasuk ke dalam jenis vaksin adenovirus ini mampu juga meningkatkan kemampuan sel T imun tubuh dalam hal mengenali patogen yang masuk ke dalamnya.

Sementara itu, untuk vaksin Covid-19 Pfizer ini merupakan jenis vaksin mRNA sudah terbukti mampu meningkatkan sistem antibodi tingkat tinggi dengan menjadi lebih baik.

Meskipun demikian, penelitian tersebut masih belum mencakup seputar efek samping yang bisa saja terjadi kepada beberapa kelompok tertentu.

Sejauh ini pun ada sejumlah negara yang sudah memberikan persetujuan mengenai pemberian kombinasi vaksin virus corona selama hal tersebut sudah melalui pengujian serta dalam pengawasan dari lembaga kesehatan terkait.

Selain di Indonesia, ada sekitar 7 negara lainnya yang sudah mencoba untuk mencampurkan pemberian vaksin Covid-19 sebagai booster dosis ketiga maupun untuk dosis kedua saja.