google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Apa Itu KIPI Pada Vaksin Covid-19?

KIPI vaksin virus corona
KIPI Vaksin Virus Corona

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengeluarkan panduan berkaitan dengan pertanyaan yang kerap kali ditanyakan oleh masyarakat tentang vaksin Covid-19. Salah satu yang masih sering diperbincangkan dan menimbulkan banyak pertanyaan adalah efek samping dari vaskin virus corona atau KIPI.

Untuk lebih lanjut lagi mengetahui tentang KIPI pada vaksin virus corona, Anda bisa mengikuti penjelasan kami di bawah ini.

Mengenal KIPI Pada Vaksin Covid-19

KIPI merupakan singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Semua bentuk kejadian ataupun reaksi medis yang telah terjadi pada saat pasien disuntikkan vaksin virus corona menjadi perhatian tenaga medis yang sedang bertugas.

Untuk beberapa waktu yang lalu, beredar sebuah informasi bahwa ada seseorang yang setelah habis divaksinkan tidak diperbolehkan untuk langsung pulang ke rumah. Mereka tentu harus menunggu terlebih dahulu hampir sekitar 30 menit.

Tujuan dari menunggu di klinik maupun rumah sakit selama kurang lebih 30 menit adalah untuk memantau ada atau tidaknya terjadi KIPI setelah disuntik vaksin virus corona. Sebenarnya, KIPI ini bukan hanya berlaku untuk suntikan vaksin Covid-19, melainkan untuk semua vaksinasi yang dilakukan.

Dikarenakan vaksin virus corona ini masih sangat terbilang baru, masyarakat akan merasa begitu asing dengan prosedur tersebut. Padahal, hal ini tidak begitu jauh berbeda dari jenis vaksinasi yang lainnya. Ketika selama 30 menit ini tidak menunjukkan reaksi yang begitu membuat khawatir, pasien akan diperbolehkan untuk pulang.

KIPI terdiri atas sekitar tiga jenis reaksi, yakni :

Pertama untuk reaksi lokal : rasa nyeri, timbul bengkak, muncul kemerah – merahan tepat di bagian bekas suntikan vaksin. Reaksi lokal ini akan terbilang cukup parah yaitu selulitis.

Kedua adalah reaksi sistemik : muncul demam tinggi, rasa nyeri otot pada seluruh tubuh atau disebut dengan istilah myalgia, rasa nyeri sendi ataupun arthralgia, rasa lemas serta sakit kepala.

Ketiga adalah reaksi yang lainnya yaitu alergi : Pada kondisi seperti ini berupa muncul biduran atau nama lainnya urtikaria, alergi parah sampai sesak napas atau anafilaksis, serta terjadi pingsan.

Dari ketiga reaksi tersebut bukan hanya menjadi KIPI vaksin Covid-19 Sinovac. Semua jenis vaksin yang bakalan muncul KIPI ini adalah hal yang sama. Sedangkan dari kedua reaksi yang ada di atas, reaksi lokal dan juga sistemik yang sering kali muncul. Anda tidak perlu untuk khawatir, sebab ada dua reaksi tersebut sangat begitu umum serta sangat mudah untuk hilang.

Untuk proses memantau dan juga menanggulangi KIPI pada vaksin virus corona, menteri kesehatan Republik Indonesia bersama dengan gubernur sudah resmi membentuk sebuah komite nasional dan daerah. Dari laporan yang sudah diterima, kasus pun yang terjadi adalah KIPI ringan dan juga koinsiden tidak ada yang berhubungan dengan proses pemberian vaksinasi tersebut.

Terjadi KIPI Pada Vaksin Virus Corona Covid-19, Inilah Yang Harus Dilakukan

Ada beberapa langkah yang mungkin dapat Anda lakukan ketika terjadi efek samping dari vaksin virus corona akan mulai dirasakan, yakni :

  • Mengatasi Adanya Reaksi Lokal

Rasa nyeri dan timbul bengkak pada area bekas suntikan vaksin akan lebih mudah hilang dengan sendirinya. Supaya dapat mempercepat proses pemulihannya, Anda masih dapat memberikan kompres dingin tepat di area tersebut. Jika diperlukan konsumsi obat parasetamol.

  • Mengatasi Adanya Reaksi Sistemik

Salah satu dari reaksi sistemik yang kerap kali muncul pasca menerima suntikan vaksin virus corona adalah demam. Pada kondisi ini masih terbilang cukup wajar dialami karena tubuh akan langsung memroses imunitasnya.

Kemenkes RI juga telah memberikan saran agar :

  • Memperbanyak minum air putih.
  • Selalu menggunakan pakaian yang nyaman.
  • Konsumsi parasetamol sesuai dosisnya.
  • Mandi air hangat atau kompres dengan air hangat.

Mungkin, selama ini masih banyak orang yang beranggapan bila terjadi demam ini akan reda ketika dikompres dengan air dingin. Ternyata, hal tersebut keliru.

Dokter Sepriani Timurtini Limbong ikut menjelaskan, ‘’Baiknya untuk kompres hangat jika demam. Dengan menggunakan kompres hangat ini pusat tubuh akan segera menangkap bahwa lingkungan di sekitar ini memiliki suhu yang hangat, sehingga secara perlahan suhu tubuh juga bakal ikut menurun.’’

‘’Kalau kompres dengan air dingin justru memberikan efek yang sebaliknya. Suhu tubuh cenderung akan tetap meninggi atau bahkan bisa meningkat karena otak secara otomatis bakal menangkap suhu di sekitar ini dingin,’’ tambahnya lagi.

  • Mengatasi Reaksi Yang Lain

Anda bisa langsung menghubungi petugas medis jika mengalami gejala alergi. Untuk reaksi alergi ini pada umumnya akan mudah diatas dengan obat antihistamin.

‘’Apabila pasien sampai pingsa, petugas kesehatan akan langsung menilai tanda vital pada pasien. Hal ini bisa mencakup tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, suhu serta tingkat kesadaran,’’ jelas dokter Sepriani.

Sedangkan untuk tindakan berikutnya dapat dinilai dari hasil pemeriksaan awal yang ada di atas. Apabila pingsan ini terbukti karena sebab oleh alergi maka akan langsung diberikan obat antialergi dan juga yang lainnya secepat mungkin.

Bagi Anda yang memang dari awal memiliki masalah kesehatan mental, seperti halnya gangguan kecemasan atau anxity, lebih baik untuk melakukan relaksasi terlebih dahulu agar lebih tenang. Hal ini disebabkan rasa takut ketika menerima vaksin virus corona mungkin bakalan akan memperberat gejala psikis yang sebelumnya sudah dimiliki.

Setelah memeroleh vaksin virus corona, para pasien akan langsung diberikan informasi yang dapat dihubungi apabila KIPI terjadi. Bagi seluruh peserta vaksinasi Covid-19 akan dipantau kesehatan setiap hari oleh petugas kesehatan.