google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Apa itu Kolom Praktis dan Kolom Utama? Lalu, Apa Perbedaannya?

Sebelum membangun rumah, tempat tinggal, gedung dan bangunan lain, harus dipikirkan terlebih dahulu komponen penting untuk pondasi bangunan. Terdapat dua jenis kolom dalam proses pembangunan yaitu, kolom praktis dan kolom utama. Suatu struktur tekanan yang sangat berperan penting dalam bangunan.

Adanya kolom praktis dan kolom utama sangat diperlukan dalam pembangunan. Semua jenis pembangunan memerlukan kolom ini. Fungsi tersendiri dari kolom tersebut adalah mempertahankan kestabilan bangunan. Karena hal itulah yang membuat bangunan memiliki daya tahan yang kuat dan tidak mudah ambruk. Kerusakan terhadap kolom bisa menyebabkan runtuhnya bangunan.

Kolom praktis dan kolom utama dibuat dengan material besi dan beton. Campuran bahan tersebut membuat tekanan pada struktur bangunan. Bayangkan bangunan itu adalah tubuh manusia, kolom menjadi rangka yang memastikan agar badan tetap berdiri kokoh. Kolom memiliki bentuk vertikal dan horizontal untuk penyangga beban. Berikut penjelasan dari kolom utama dan kolom praktis, serta perbedaannya.

Apa itu Kolom Utama?

Kolom utama adalah kolom yang memiliki fungsi sebagai penyanggah beban utama yang ada di atas. Fungsi utamanya yaitu untuk menompang balok dan lantai bangunan. Kolom utama dipasang dengan jarak 3.5 meter untuk menopang lantai yang tidak begitu besar.

Komponen kolom utama memiliki ukuran yang besar dan panjang bisa dilihat dari luar. Kolom ini ditempatkan di dalam pondasi. Tidak adanya kolom utama pada bangunan bisa beresiko roboh. Oleh karena itu, kolom utama jangan sampai terlupakan karena kolom ini sangat penting.

  1. Ukuran Kolom Utama

Untuk rumah atau tempat tinggal berlantai dua, biasanya memakai ukuran 20/20, besi beton diameter 12 mm 8 buah, dan begel diameter 8 jaraknya 10 cm. Ukuran kolom utama harus disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jenis bangunan itu sendiri.

2. Jarak Antara Kolom Utama

Jarak antara kolom utama yang ideal adalah 3.5 meter. Jarak ini harus diperhatikan dan dipertimbangan agar dimensi balok tidak terlalu besar untuk menopang lantai. Sama seperti ukuran kolom utama, jarak antara kolom utama harus disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jenis bangunan.

Apa itu Kolom Praktis?

Kolom praktis adalah tiang yang memiliki fungsi membantu kolom utama. Komponen pada kolom praktis ini berada di dalam dinding sehingga tidak terlihat ke luar. Posisi dari kolom ini horizontal karena untuk menopang beban balok. Kolom praktis ini ditempatkan di antara dinding – dinding balok.

Jika diilustrasikan, kolom ini seperti tulang pada manusia. Kolom praktis ini ditempatkan dari lantai bawah hingga lantai atas dan jangan dipindahkan karena bisa menghilangkan kekauan pada struktur rangkanya. Jika kalian tidak menggunakan kolom praktis, bangunan akan beresiko retak hingga runtuh. Jadi kolom utama dan kolom praktis harus wajib ada pada setiap bangunan.

  1. Jarak Kolom Praktis yang Ideal

Dalam standar bangunan pada umumnya jarak kolom bisa mencapai 3 meter sampai 4 meter. Bisa juga pada setiap sudut pertemuan antar batu bata. Jarak kolom praktis harus disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jenis bangunan itu sendiri.

2. Ukuran Kolom Praktis

Ukuran kolom praktis yang biasanya digunakan adalah 15/15. Dengan jumlah besi beton 4 buah yang berdiameter 10 mm dan begel yang berdiameter 8 dengan jarak 20 cm. Ukuran kolom praktis semakin ke atas akan semakin kecil karena disesuaikan dengan beban bangunan itu sendiri. Sama seperti jarak kolom praktis, ukuran kolom praktis harus disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jenis bangunannya.

Perbedaan Kolom Utama dan Kolom Praktis

Meskipun memiliki fungsi yang sama tetapi ternyata ke dua kolom ini memiliki perbedaan dalam proses pembangunan rumah atau tempat tinggal dan jenis bangunan yang lain. Meskipun berbeda kolom utama dan kolom praktis dapat melengkapi satu sama lain. Berikut detail perbedaan kolom utama dan kolom praktis:

  1. Kolom Utama:
  • Menahan keseluruhan struktur bangunan dalam bentuk vertikal
  • Komponen kolom utama berbentuk lebih besar dan panjang serta dapat terlihat dari luar
  • Ditempatkan pada pondasi yang cukup dalam
  • Menopang struktur bangunan balok dan lantai bangunan

2. Kolom Praktis

  • Menahan dinding secara horizontal agar tidak retak maupun roboh
  • Komponen tersembunyi dalam dinding sehingga tidak terlihat dari luar
  • Ditempatkan antara dinding – dinding balok
  • Membantu kolom utama dalam menopang balok