google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Apakah Covid-19 Varian Mu Jauh Lebih Berbahaya dari Pendahulunya?

Hingga saat ini berbagai mutasi dan juga varian virus corona yang menyebabkan Covid-19 terus bertambah. Setelah varian Lambda, semua orang kembali lagi dibuat waspada dengan munculnya varian baru dari Covid-19, yaitu varian Mu.

Supaya terhindari dari penularan virus maupun lebih cepat tanggap dengan penyakit tersebut, ANda bisa menyimak ulasan lengkap kami tentan varian Mu yang sudah terdeteksi di Negara berdekatan dengan Indonesia, yaitu Korea Selatan dan Jepang.

Varian Mu Mutasi Baru dari Covid-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperbarui informasi tentang varian terbaru dari virus corona, yaitu varian Mu atau pun yang lebih dikenal dengan sebutan strain B.1.621. Varian baru ini juga untuk pertama kalinya ditemukan di Kolumbia pada bulan Januari lalu. Informasi ini pun baru disebarluaskan kepada publik di bulan Agustus 2021.

Varian Mu ini sudah menjadi salah satu dari banyaknya mutasi virus corona yang menempati urutan kelima dalam kategori varian yang perlu diperhatikan atau variants of interest.

Melansir dari BBC Science Focus, Dr Paul Cardenas selaku dokter spesialis penyakit menular menjelaskan bahwa mutasi varian Mu ini hamper sama dengan Delta, Alpha, Beta, Iota, Eta, dan juga Gamma. Mutasi varian Mu juga sama halnya dengan varian lain, yaitu dari spike protein virus itu sendiri.

Spike protein ini merupakan bagian pada permukaan virus yang bentuknya menyerupai paku – paku menancap dan juga sangat antigenik. Bagian ini pula yang memiliki fungsi sebagai gerbang utama masuknya virus ke dalam tubuh manusia.

Sementara itu, untuk varian dari virus corona yang dikelompokkan oleh WHO ke dalam kategori varian yang perlu diperhatikan atau variants of interest ini mesti memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :

Sudah diketahui mengalami perubahan secara genetik yang membedakannya dengan varian virus lain, yang besar kemungkinan dari cara penularannya, tingkat keparahan dari gejala infeksi virus, serta pengaruhnya kepada system kekebalan tubuh yang berbeda pula.

Dapat menyebabkan terbentuknya transmisi pada kelompok tertentu dan juga mungkin bisa pula memberikan dampak pada kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Lantas, Bagaimana Cara Penyebaran Varian Mu Covid-19 Ini?

Berdasarkan pada data pelacakan Covid-19 yang telah dilakukan oleh GISAID atau Global Initiative on Sharing All Influenza Data, varian Mu ini pertama kalinya dideteksi di negara Kolombia. Di negara tersebut, varian Mu ini sudah menyebabkan sebanyak 852 kasus infeksi virus corona.

Per tanggal 1 September 2021 lalu, varian Mu sudah terdeteksi setidaknya pada 40 lebih negara di seluruh penjuru dunia, seperti halnya di Inggris, Meksiko, Korea Selatan, Jepang, Florida, Ekuador, dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menegaskan bahwa varian tersebut masih belum terdekeksi di Indonesia.

Hasil dari genome sequencing, 90 persen kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan oleh infeksi varian Delta, sementara varian yang lainnya adalah varian Alpha dan juga Beta, seperti yang dikutip dari detikhealth.

Meskipun sudah terdeteksi di 40 negera, prevalensinya pun hanya sekitar 0,1 persen saja di seluruh dunia. Penelitian terbaru tentang varian Mu pun masih pada tahapan awal sehingga terlalu cepat untuk memastikan apakah varian tersebut lebih mudah menular atau pun lebih berbahaya dibandingkan dengan varian yang lainnya.

Apa Saja Perbedaan Varian Mu Covid-19 Dengan yang Lainnya?

Laporan mingguan yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa perbedaan antara varian Mu dengan yang lainnya ialah dari perubahan spike protein yang telah dimilikinya.

Perubahan tersebut sangat memungkinkan seberapa cepatnya penularan virus, pengaruhnya terhadapa kesehatan fisik pengidap dan tingkat keparahan gejala, serta respons kekebalan tubuh manusia yang sudah divaksin dapat pula berbeda – beda.

Akan tetapi, hal tersebut tentunya masih dilakukan penelitian lebih lanjut lagi sehingga statusnya pun masih belum jelas dan dikelompokkan ke dalam varian yang perlu diperhatikan, sama seperti dengan varian Kappa, Iota, Eta, dan juga Lambda.

Gejala dari Covid-19 yang muncul ini besar kemungkinan tidak berbeda dengan jenis varian yang lainnya, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengalami batuk secara terus menerus selama kurang lebih satu jam, atau pun beberapa kali batuk 24 jam yang relatif lebih buruk dibandingkan dengan batuk biasanya.
  • Hilangnya kemampuan merasakan makanan atau pun mencium bau. Bisa pula rasa yang muncul pada lidah cenderung aneh dibandingkan dengan biasanya
  • Suhu tubuh menjadi lebih tinggi atau demam.

Apabila Anda sedang mengalami semua gejala di atas atau pun salah satunya diantaranya, segera periksakan diri ke dokter. Tenaga medis akan segera menindaklanjuti dan mungkin perlu melakukan swab test.

Apakah Vaksin Covid-19 Efektif Untuk Melawan Varian Mu?

Sampai saat ini, masih dilakukan penelitian lebih lanjutnya lagi sehingga belum bisa memastikan jikalau varian Mu ini lebih kebal terhadap antibodi yang sudah terbentuk kepada orang – orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Penelitian berbasis laboratorium oleh para peneliti di Roma telah melakukan pengujian efektivitas vaksin produksi BioNTech – Pfizer terhadap varian Mu. Hasilnya pun menunjukkan bahwa varian Mu ini masih bisa dinetralisir oleh vaksin Covid-19 Pfizer.

Akan tetapi, penelitian yang sudah dipublish dalam The Lancet Infection Diseases menunjukkan dua kasus dari infeksi varian Mu ini berpotensi lolos dari vaksin tersebut. Yang artinya bahwa terjadinya penurunan netralisasi oleh antibodi dalam tubuh.

Kedua hasil penelitian tersebut ternyata melaporkan hasil yang berbeda – beda sehingga masih diperlukan observasi lebih lanjut lagi. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa sangat penting dilakukan karantina kepada orang – orang yang baru saja melakukan perjalanan luar negeri supaya terhindari dari penyebaran dan juga penularan varian Mu.

Di sisi lainnya, pemerintah pun masih tetap menganjurkan untuk menerapkan tugasnya, yaitu 3 T, tes, tracing danjuga treatment.

Anda dan juga keluarga di rumah harus disiplin mengikuti protokol kesehatan dengan benar, yaitu gunakan masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan serta mengurangi mobilitas di luar rumah.