google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Apakah Wajar Keluar Air Mata Ketika Melakukan Swab Test Covid-19?

Untuk sekarang ini, kita semua mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah swab test. Metode satu ini dinilai sangat penting dan paling akurat dalam hal mendeteksi infeksi virus corona di dalam tubuh manusia. Akan tetapi, perlu diperhatikan, banyak pula orang yang terlihat menangis atau pun mata tampak berkaca – kaca selama dan setelah tes usap tersebut dilakukan.

Apakah hal tersebut termasuk dalam salah satu efek dari tes swab? Berikut ini adalah jawaban dari dokter mengenai hal tersebut.

Mari Mengenal Prosedur Swab Test

Sebelum membahas lebih lanjut lagi, ada sebaiknya Anda mengetahui langkah serta prosedur dari swab test terlebih dahulu. Seperti yang dijelaskan oleh dokter Muhammad Iqbal Ramadhan, swab test dilakukan untuk bisa mendeteksi keberadaan dari virus maupun bakteri penyebab penyakit tertentu, dalam hal ini salah satunya adalah virus corona.

Adapun pengambilan dari swab test dilakukan oleh para dokter atau pun tenaga medis sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

‘’Pertama adalah biasanya dokter bakalan meminta pasiennya untuk sedikit mendongakkan kepala, supaya proses pengambilan swab atau pun sampel lendir lebih mudah,’’ jelas dokter Iqbal.

Langkah selanjutnya, dokter atau pemeriksa akan memasukkan alat swab ini yang menyerupai bentuk cotton bud tetapi sedikit lebih panjang. Hal ini untuk bisa menjangkau bagian atas tenggorokan yang terletak di belakang hidung atau disebut dengan nasofaring.

Setelah itu juga, dokter atau pemeriksa akan sedikit menggerakkan atau memutar alat swab tes beberapa kali, kurang lebihnya sekitar 10 sampai 15 detik saja. Hal ini bertujuan untuk lendir tersebut dapat menempel pada alat swab. Setelah pengambilan lendir selesai dilakukan, dokter akan langsung menarik alat swab yang sudah dimasukkan secara perlahan – lahan. Sampel yang telah diambil akan dimasukkan ke dalam tabung plastik dan ditutup dengan rapat.

‘’Tabung ini akan segera dibawa ke laboratorium untuk diolah, lalu dimasukkan ke dalam alat khusus PCR. Nanti hasilnya bisa diketahui 1 sampai 2 hari ke depannya,’’ tambah dokter Iqbal.

Ia pun menambahkan, swab test ini memiliki tiga tahapan. Pertama adalah proses pengambilan sampel. Yang keduanya, dokter akan mengekstraksi materi genetic dari sampel, lalu penggandaan atau pun memperbanyak dari materi genetic tersebut.

‘’Yang terakhirnya adalah pembacaan hasil tes. Nantinya diketahui hasilnya itu negative atau positif,’’ ungkay dokter Iqbal lagi.

Ini Alasan Efek Swab Tes Bikin Menangis

Mungkin bagi Anda yang sudah pernah melakukan swab test sudah begitu paham mengapa bisa sampai mengeluarkan air mata. Akan tetapi, bagi Anda yang belum pernah mungkin akan bertanya – tanya mengapa sebagian orang menangis ketika dites swab? Apakah benar pengambilan sampel tersebut begitu menyakitkan?

Dokter Iqbal juga menjelaskan bahwa selama proses swab test Covid-19 ini mengenai atau pun dapat merangsang bagian kelenjar air mata yang ada di bagian belakang hidung. Hal inilah yang mengakibatkan seseorang akan mengeluarkan air mata ketika menjalani tes usap.

Pada saat seseorang melakukan swab test virus corona dengan metode reaksi rantai polimerasi atau PCR, alat pendeteksi akan dimasukkan melalui mulut dan rongga hidung. Tentu saja seseorang bakal merasakan sedikit kurang nyaman, seperti halnya digeletik atau ditusuk oleh alat swab. Jika seseorang mengeluarkan air mata ketika dimasukkan alat usap, hal tersebut terbilang normal.

Oleh karena itulah, petugas akan meminta Anda untuk mendongakkan badan, tetap tenang dan tidak tegang supaya rasa sakit dan tidak nyaman bisa diminimalkan. Setelah tes usap selesai, rasa sakit perlahan mulai hilang.