google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Bahar Smith Kembali Hina Jokowi, Jenderal Dudung dan Polisi, Tagar #TangkapBaharSmith Menggema

Bahar bin Smith Saat Menjalani Persidangan

Muncul tagar #TangkapBaharSmith yang menjadi trending nomor 1 di jagad media sosial Twitter, pada hari Minggu 19 Desember 2021. Tagar tersebut diketahui merujuk pada Habib Bahar bin Smith, yang mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Mereka yang mengecam Bahar Smith itu juga mendesak kepolisian untuk segera melakukan penangkapan, karena dia dinilai mengeluarkan pernyataan yang memicu kegaduhan. Padahal, Bahar Smith baru saja dibebaskan dari penjara bulan November lalu. 

Kecaman tersebut muncul karena saat ceramah, Bahar Smith memberikan kritik kepada pemerintah, utamanya kepada Presiden RI Joko Widodo yang dianggap terlalu kelewat batas. Akibat tindakannya itu, warganet pun beramai-ramai mencuitkan postingan di Twitter yang berisi kecaman, hingga akhirnya tagar TangkapBaharSmith mun menjadi trending. 

Mayoritas isi cuitan tersebut juga menyebutkan akun Polri dan juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar Bahar Smith bisa segera ditangkap. 

“Yth. @DivHumas_Polri @ListyoSigitP Bahar bin Smith sudah menantang untuk ditangkap polisi. Apakah di negeri ini memang hal semacam ini akan dibiarkan begitu saja dengan bebas mencaci maki Kepala Negara?” cuit akun @BangMaestro. 

“Mendukung tindakan hukum atas Bahar bin Smith. Semua itu selalu ada batasnya,” kata akun @tjitrosoenardjo.

“TNI dia hina, Polri dia tantang, Presiden dia hujat, terus dia ini masih mau hidup di Indonesia? #TangkapBaharSmith”, cuit akun lainnya @caloproperty. 

Dalam sebuah acara yang diisi oleh ceramah dari Bahar Smith itu, dia mengucapkan beberapa pernyataan yang dianggap tidak pantas kepada Jokowi dan bahkan dia menantang aparat kepolisian untuk menangkap dirinya. Acara itu rupanya terekam dalam sebuah video, dan kemudian menyebar ke internet hingga akhirnya menimbulkan kecaman dari banyak pihak. 

Hujat Jenderal Dudung

Dalam memberikan ceramah itu, Bahar Smith tidak hanya mengkritik Presiden Jokowi, tetapi juga menghujat Jenderal Dudung Abdurrachman. Ditengarai, hujatan tersebut terkait dengan pernyataan Jenderal Dudung sebelumnya yang mengatakan agar umat muslim tidak terlalu dalam mempelajari ilmu agama, yang kemudian bisa menimbulkan kesesatan. Meskipun pernyataan tersebut telah diklarifikasi, rupanya Bahar Smith masih tidak terima. 

Kemudian juga karena masalah penurunan baliho Rizieq Shihab beberapa waktu yang lalu. Bahar Smith menyebut jika Jenderal Dudung adalah sosok di balik razia dan penurunan baliho tersebut, dan dia menjulukinya sebagai Jenderal Baliho. 

Tidak hanya itu, Bahar Smith juga menyindir Jenderal Dudung mengenai masalah OPM di Papua. Menurutnya, Jenderal Dudung justru lebih memilih merangkul OPM dan malah memusuhi sejumlah organisasi massa berbasis Islam.

Dalam sindirannya itu, Bahar Smith juga mengatakan apabila ulama Arab tidak datang ke Indonesia, bisa jadi Jenderal Dudung sampai sekarang masih akan menyembah pohon. 

“Ada satu jenderal, namanya itu jenderal baliho. Sama dia OPM dirangkul, tapi ormas Islam dimusuhi. Kalau tidak ada peran para ulama, para habib yang datang dari Arab, si Dudung ini masih akan menyembah pohon,” sindir Bahar Smith. 

Ngaku Ceramahnya Diintimidasi

Bahar Smith juga meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak lagi melakukan teror dan intimidasi terhadap panitia yang mengundang dirinya untuk memberikan ceramah. 

“Saya sampaikan kepada pihak kepolisian kalau seandainya kalian mau mengintimidasi, andaikan mau teror, andaikan mau mendatangi, jangan datangi pihak panitia, jangan mengintimidasi panitia, jangan teror panitia, tapi datangi saya, intimidasi saya dan teror saya,” tegas Bahar Smith. 

Dirinya begitu heran dengan tindakan yang dilakukan kepolisian yang mendatangi pihak panitia dan mengeluarkan larangan agar panitia tidak mendatangkan Bahar Smith sebagai penceramah. Dia pun memberikan penegasan, apabila kepolisian melarang untuk ceramah, sebaiknya bisa datang langsung kepada dirinya. 

“Kenapa kok tidak datang ke saya, malah mendatangi panitia? Datang dong ke saya, datang. Bib, habib jangan ceramah bib. Memang kau urusan apa mau mengatur saya ha? Ini adalah negara demokrasi, betul? NKRI harga mati betul? Pancasila harga mati betul? UUD 45 harga mati betul? Merah Putih harga mati betul? 

Kalau penguasa, pejabat tidak mau dikritik jangan jadi pejabat. Jadi rakyat biasa saja. Kita ini rakyat, masyarakat. Seragam kalian itu dari rakyat. Gaji mereka dari siapa? Rumah dinas mereka dari siapa? Mobil dinas mereka dari siapa? Dari rakyat,” tegas Bahar diikuti dengan sahutan para jamaah yang hadir. 

Selama ini Bahar Smith memang tidak menampik kalau kerap kali melontarkan kritikan tajam kepada pemerintah dan pejabat. Dia beralasan melakukan hal tersebut karena ingin pejabat tersebut bisa jadi baik dan benar. Meski demikian, dirinya juga paham kapan waktunya untuk melontarkan kritikan dan kapan waktunya untuk memberikan ceramah kepada masyarakat.

Pada intinya, Bahar Smith memberikan peringatan bahwa semakin dia dilarang untuk memberikan ceramah, maka dia akan bertindak lebih kritis lagi. Sebelumnya dia mengaku tidak bisa menghadiri undangan acara ceramah tersebut, karena sedang tidak enak badan. Namun dia langsung merasa bugar dan bersemangat setelah tahu bahwa pihak panitia didatangi oleh aparat kepolisian.

Anggota TNI Murka Bahar Smith Hina KSAD Jenderal Dudung

Tidak Terima, Anggota TNI Tantang Duel

Sindiran keras Bahar Smith rupanya memicu seorang anggota TNI menjadi emosi dan ingin mencarinya untuk ditantang berduel. Anggota TNI itu meluapkan kemarahannya dalam sebuah video, yang kemudian viral di media sosial. 

Dengan masih memakai baju loreng hijau khas TNI, pria dengan badan tegap dan besar itu duduk, meluapkan emosi sambil menenteng sebuah kayu berukuran cukup panjang. Dirinya tidak terima jika Jenderal Dudung dihina oleh Bahar Smith, dan memperingatkan pria berambut kuning jagung itu untuk tidak melakukan provokasi kepada TNI. Pasalnya, banyak anggota TNI yang juga sama-sama muslim. 

Pria gempal itu juga mempertanyakan tindakan Bahar Smith yang juga menghina baliho yang menampilkan Jenderal Dudung dan membahas soal Gunung Semeru. Dirinya benar-benar tidak terima, karena TNI yang selama ini telah banting tulang membantu para korban erupsi Gunung Semeru, justru mendapat celaan dari Bahar Smith.

“Ente muslim, kita ini TNI juga banyak yang muslim. Jangan kamu malah memprovokasi orang muslim se-Indonesia. Kamu jelek-jelekin baliho pimpinan kami? Maksudnya apa? Hubunganmu apa baliho dengan Semeru? Kamu itu tahu tidak? Matamu kamu lihat, kita semua di sini banting tulang di Semeru. Kamu asal ngomong,” ungkap anggota TNI itu nada penuh emosi. 

Menurut anggota TNI itu, tuduhan yang dilontarkan oleh Bahar Smith telah menghina seluruh jajaran TNI. Dengan lantang, dia juga mengancam bakal mencari Bahar Smith sampai ketemu, dan menyebut Bahar Smith pasti akan menangis jika nanti sampai bertemu dengan anggota TNI. Dia juga mengeluarkan sindiran yang sangat menohok, agar Bahar Smith tidak hanya berani dengan memukuli tukang ojek sama santri saja. 

“Kamu menghina pimpinan kami, itu berarti kamu juga menjelekkan semua prajurit TNI. Kamu lihat, kita semua bakal cari kau! Kamu kalau sudah dicari sama tentara, paling kau nangis, jelas itu. Jangan cuma beraninya gebukin tukang ojek sama santri. Jelas?” tandas anggota TNI tersebut.

Warganet pun juga turut memberikan atensinya terhadap video anggota TNI yang menantang duel Bahar Smith itu. Mayoritas warganet yang berkomentar, memberikan pembelaan terhadap pernyataan anggota TNI tersebut.

Disebut Derita Sindrom Superiority

Terkait video ceramah Bahar Smith yang mencerca sejumlah pihak, Dedek Prayudi yang merupakan politikus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan bahwa Bahar Smith pengidap sindrom superiority complex. Sindrom ini adalah masalah psikis di mana seseorang menjadi berlebihan dalam mengagungkan garis darah atau keturunan. 

“Bahar Smith ini menderita sindrom superiority complex. Kanal yang dia gunakan itu adalah kanal ras dan garis keturunan. Konsekuensinya adalah, kalimat yang dia ucapkan seringkali terdengar mengagungkan diri sendiri,” jelas Dedek. 

Dedek juga mengatakan bahwa sikap yang selama ini kerap ditunjukkan oleh Bahar Smith, tidak mendapatkan dukungan dari marga Smith. Pasalnya, hal itu malah terlihat sebagai sosok yang arogan dan tidak semuanya suka dengan apa yang diucapkan Bahar Smith. 

“Gara-gara kelakuan Bahar Smith, banyak Habaib yang juga bermarga Smith kesal dibuatnya. Salah satunya ini temanku,” jelasnya.

Penyebar Islam di Indonesia Bukan Arab

Husin Alwi Shihab selaku Ketua Cyber Indonesia menyoroti pernyataan Bahar Smith yang menyebut bahwa penyebaran Islam di Indonesia berkat ulama asal Arab. Menurut Husin, apa yang disampaikan Bahar Smith tidaklah benar. Pasalnya, Islam pertama kali datang ke Indonesia itu bukan dari Arab, melainkan dari Cina. 

“Bahar Smith ini bahlul, buta soal sejarah Islam. Bahkan ada yang mencatat bahwa penyebar Islam di Nusantara itu bukan dari Arab, tapi dari Cina. Jangan asal Klaim!” tegas Husin dalam cuitan di akun Twitternya. 

Bahkan, pernyataan Bahar Smith itu dia anggap tidak berguna dan cenderung bisa memprovokasi umat. 

Jenderal Dudung Abdurachman

Jenderal Dudung Keturunan Sunan Gunung Jati

Hujatan yang dilontarkan Bahar Smith kepada KASAD Jenderal Dudung Abdurachman itu juga memantik reaksi dari Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid. 

Muannas begitu menyayangkan pernyataan Bahar Smith itu, karena hal semacam itu sebenarnya tidak pantas keluar dari ucapan seorang yang megklaim dirinya sebagai ulama. Apalagi, ternyata sosok yang dihujat tersebut, justru memiliki garis keturunan dari seorang ulama besar Nusantara.

“Bahar Smith tidak berhenti terus menghina Jenderal Dudung dengan menyebutnya masih menyembah pohon. Padahal Jenderal Dudung itu masih memiliki keturunan dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah. Itu artinya, garis keturunan Jenderal Dudung tidak ada yang menyembah pohon. Apalagi jika dilacak nasab Sunan Gunung Jati itu terikat dengan Nabi Muhammad SAW,” jelas Muannas. 

Dirinya pun mengatakan bahwa leluhur dari Jenderal Dudung itu merupakan sosok yang memiliki jasa sangat besar dalam penyebaran Islam di Nusantara, khususnya di daerah Jawa, yakni di Cirebon dan Jawa Barat. 

Kemudian, gaya Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan Islam di Nusantara juga megutamakan kedamaian, dan tidak suka berbuat onar seperti yang seringkali dilakukan oleh Bahar Smith selama ini. Seharusnya, Bahar Smith itu bisa malu dengan sikapnya yang kerap menghina orang dengan sembarangan.