google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Bahaya Infeksi Jamur Hitam Pada Pasien Covid-19 di India

India sekarang ini sedang kewalahan dengan lonjakan cukup drastis dari kasus positif Covid-19. Akan tetapi, kondisi buruk tersebut ternyata tidak berhenti di situ saja. Sejumlah pasien positif Covid-19 ditemukan infeksi jamur hitam, bahkan sebagian dari mereka sampai harus merelakan kehilangan fungsi penglihatannya.

Meskipun infeksi jamur hitam ini justru menambah angka kematian bagi penduduk di India, namun berdasarkan informasi dari dokter Arina Heidya menjelaskan bahwa penyakit itu bernama Mucormycosis dan bukan dalam kategori penyakit baru.

‘’Ya penyakit jamur hitam ini memang sudah ada sejak pre – covid. Tetapi, angka dari kasus kejadiannya sangat jarang terjadi. Dulunya, salah satu rumah sakit di India telah melaporkan hanya ada sekitar 6 kasus saja dalam setahun. Setelah terjadi gelombang kedua, dalam waktu hanya 2 bulan saja dilaporkan terdapat 24 kasus infeksi jamur hitam,’’ jelas dokter Arina.

Penyebab Kenali Dan Penularan Dari Infeksi Jamur Hitam

Menurut CDC, pada kasus mucormycosis ini memiliki persentase kematian sebesar 54 persen. Sebenarnya tingkatan persentase tersebut cukup bervariatif, tergantung pada kondisi pasien, jenis jamur yang menginfeksi serta bagian tubuh yang terkena infeksi jamur.

Sejak awal kemunculan pandemi Covid-19, sebetulnya jenis dari infeksi jamur hitam ini sudah membuat sejumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari vorus corona malah kembali lagi masuk ke ruang ICU.

Infeksi jamur ini bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan dengan persentase sekitar 20 hingga 30 persen untuk penderitanya. Jamur tersebut tumbuh pada bagian belakang mata, sehingga akan menekan sraf optic dan bisa memicu kebutaan.

Semua masalah tersebut disebabkan oleh jamur mucormycetes. Jamur ini secara alamiah memang ada di lingkungan, seperti di tanah, daun, kotoran hewan dan kompos.

Jamur tersebut memang tidak menular dan sengaja menginfeksi seperti halnya virus. Ia pun tidak dapat berpindah dengan sendirinya dari manusia maupun hewan. Mereka yang tertular ini dikarenakan bersentuhan secara langsung dengan spora jamur tersebut.

Bila terhirup, spora jamur ini dapat mengganggu sistem kerja paru – paru. Jikalau jamur masuk melalui permukaan kulit yang luka atau pun goresan, trauma atau pun masalah kulit yang lainnya bakalan bisa terjadi. Infeksi jamur kemudian akan menyebar melalui aliran darah dan sampai ke bagian organ penting, seperti ke jantung, otak dan juga limpa.

Dalam kondisi fisik yang sedaht, kontak langsung dengan jamur ini tidak akan menjadi masalah yang berarti. Hal tersebut dikarenakan imunitas tubuh manusia bakalan mampu melawannya. Akan tetapi, bila orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lemah, infeksi jamur ini justru bisa berakibat cukup fatal.

Bukan hanya untuk mata saja, jamur ini juga dpaat menyebabkan kerusakan pada bagian wajah, otak dan hidung karena penyebarannya yang sangat cepat. Tubuh penderitanya akan mengalami kejang, meradang, lumpuh, lalu berakhir dengan meninggal dunia.

Mengenai tingginya penularan infeksi jamur hitam pada pasien Covid-19 di Negara India ini, dokter Arina menjelaskan, ‘’Penyebabnya diduga karena penggunaan steroid dan juga banyak pula pasien yang memuliki penyakit komorbid seperti halnya diabetes.’’

‘’Steroid ini adalah obat yang digunakan bagi para penderita infeksi virus corona supaya menekan sistem imunitas tubuh. Penyakit diabetes sendiri pun dapat melemahkan sistem imunitas tubuh manusia. Jadi, pasien Covid-19 dengan diabetes yang mendpaatkan steroid lebih mudah terkena infeksi jamur hitam karena sistem imunitas tubuh yang buruk,’’ tambahnya.

Inilah Gejala Dari Infeksi Jamur Hitam

Gejala mucormycosis atau infeksi jamur hitam ini bergantung pada tempat jamur tersebut tumbuh di dalam tubuh manusia. Jikalau tumbuh di rhinocerebral atau sinus dan otak, maka gejala yang akan muncul, seperti berikut :

  • Sakit kepala.
  • Pembengakakan wajah di satu sisi.
  • Sinus atau hidung tersumbat.
  • Demam tinggi.
  • Muncul lesi hitam pada bagian batang hidung atau bagian dalam mulut.
  • Muncul lesi hitam pada batang hidung atau bagian dalam mulut.

Apabila jamur ini menyerang paru – paru, maka gejala yang muncul meliputi :

  • Batuk – batuk
  • Demam tinggi
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Virus Corona Dapat Memicu Infeksi Jamur Hitam

Negara India sedang dihebohkan dengan meningkatnya kasus infeksi jamur mematikan bernama Mucormycosis. Dipercaya, meningkatnya laporan kasus baru ini akibat dari infeksi virus corona.

Seperti dilansir dari Anadolu Agency, pada hari Rabu (16/12), dalam dua minggu terakhir, sudah ada lebih dari dua lusis kasus Mucormycosis dilaporkan di rumah sakit Sir Ganga Ram. Hal tersebut membuat para dokter setempat mulai khawatir.

Mucormycosis ini diketahui dapat berakibat fatal untuk orang – orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi jamur hitam pun dpaat menyebabkan penderitanya kehilangan fungsi penglihatan.

‘’Empat dari mereka kehilangan nyawa karena penyakit itu menyebar ke otak mereka. Tiga pasien kehilangan penglihatan,’’ jelas seorang ahli beda senior di rumah sakit tersebut, dokter Manish Munjal.

Lantas bagaimana bisa hubungan antara infeksi jamur hitam ini dengan Covid-19?

Virus Corona Bisa Menyebabkan Infeksi Jamur Hitam

Dr. Manish Munjal menjelaskan, beberapa minggu setelah infeksi virus corona, sistem kekebalan tubuh manusia akan mulai melemah. Hal inilah membuat para pasein akan lebih mudah terpapar berbagai macam infeksi, termasuk di dalamnya adalah infeksi dari Mucormycosis.

Sementara itu juga, dokter Bulbul Gupta, seorang dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan lainnya di rumah sakit Fortis Delhi, memaparkan bahwa ia baru – baru ini sudah menerima lima kasus seperti itu. ‘’Sebelum Covid-19, ini sangat jarang terjadi,’’ jelasnya.

Hal tersebut ternyata disetujui oleh dokter Devia Irine Putri. Menurutnya, dampak dari virus corona pada dasarnya selalu berhubungan erat dengan daya tahan tubuh manusia.

‘’Jika daya tahan tubuh yang cenderung lemah, rentan mengalami infeksi sekunder atau pun infeksi lainnya (bisa dari jamur atau pun bakteri lainnya),’’ ungkap dokter Devia.

‘’Jadinya akan sangat memungkinkan dalam kondisi imun tubuh yang lemah dan tidak stabil terinfeksi jamur atau pun kuman yang lainnya,’’ tambahnya lagi.

 Sementara itu juga, kenyataannya bukan hanya para pasien Covid-19 saja yang rentan terinfeksi jamur hitam ini. ODHA, seorang pasien kanker, dan juga kelompok orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lebih juga berisiko tinggi terpapar infeksi jamur tersebut.

Meneurut dokter Devia, penyebab dari infeksi jamur hitam ini antara lain dikarenakan menghirup spora atau pun melalui luka atau infeksi kulit yang terbuka.

Apakah Infeksi Dari Jamur Hitam Ini Sangat Berbahaya Bagi Manusia?

Dokter Devia pun menjelaskan, memang bila infeksi bakteri Mucormycosis ini termasuk sangat cepat. Infeksi dari jamur hitam ini pun bisa menyebar ke seluruh organ tubuh, termasuk di dalamnya adalah otak dan juga paru – paru.

‘’Akan tetapi, jika dibandingkan dengan jenis infeksi jamur lainnya, kasus dari Mucormycosisi ini masih sangat jarang terjadi. Namun, bila sudah terinfeksi bisa sangat berbahaya,’’ jelas dokter Devia.

Lantas, apa saja komplikasi yang dapat muncul akibat dari infeksi jamur hitam? Menurut penuturan dokter Devia, berikut ini ada beberapa kemungkinan komplikasi, di antaranya adalah :

  • Menginfeksi bagian otak, biasanya pasien akan mengalami kejang, penurunan kesadaran bahkan koma.
  • Bila menginfeksi paru – paru yang lebih berat sampai bisa menyebabkan batuk berdarah.
  • Pendarahan pada saluran cerna.

Jika dilihat komplikasi dari infeksi jamur hitam ini sangat berbahaya, maka jangan tunggu berlama – lama jika terinfeksi. Segera untuk meminta bantuan langsung ke dokter supaya dapat ditangani semaksimal mungkin.

Cara Mengatasi Infeksi Jamur Hitam Akibat Virus Corona

Dokter Devia juga mengatakan, bila terbukti sudah terinfeksi jamur hitam, maka Anda akan segera diberikan obat antijamur.

‘’Antijamur ini banyak. Penyebab infeksi jamur pun banyak pula. Jadi akan disesuaikan dengan jenis jamur dan obat yang sensitif seperti apa,’’ jelas dokter Devia.

Sementara itu, menurut CDC, Mucormycosis ini adalah infeksi serius dan perlu diobati dengan obat antijamur bereseom biasanya dengan posaconazole, amfoterisin B atau pun isavuconazole. Di samping itu juga, sering kali Mucormycosis ini membutuhkan pembedahan untuk bisa memotong jarringan yang sudah terinfeksi. Tindakan medis dilakukan sesuai dengan kondisi para pasien.

Siapa Saja yang Cukup Berisiko Tinggi Terinfeksi Jamur Hitam?

Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah sangat rentan sekali terhadap infeksi jamur ini. Bahkan, faktanya adalah jenis jamur hitam sudah menjadi penyebab kematian bagi para pasien transplantasi dan ICU yang cukup lama.

Orang yang positif Covid-19 dengan komorbiditas penyakit kanker, diabetes, dan gagal ginjal atau jantung, serta diobati dengan steroid, masuk ke dalam daftar risiko tinggi terkena infeksi jamur hitam. Meskipun persentase kematian yang relatif tinggi dan berbahaya, infeksi serius ini pun masih dapat diobati dengan obat antijamur dan juga pembedahan jaringan yang terinfeksi.

Untuk mencegah penyakit infeksi jamur hitam ini, Anda bisa menghindari area yang berdebu seperti di lokasi kontruksi dan juga penggalian. Jika diperlukan, gunakan pula sarung tangan, celana panjang, sepatu dan baju dengan lengan panjang ketika berkebun atau pun mengunjungi kawasan hutan.