google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Bahaya Rumah Dekat SUTET dan Cara Mengurangi Dampaknya

rumah dekat sutet

Ketika membeli sebuah rumah, kebanyakan orang hanya melihat dari segi luas tanah, bangunan, dan lokasi. Padahal, ada juga faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu posisi rumah yang dekat dengan benda – benda bahaya seperti Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Sutet menjadi salah satu fasilitas yang membuat harga properti yang bisa di investasikan tersebut menjadi lebih rendah dari pada yang seharusnya. Hal ini karena keberadaan rumah di dekat sutet dianggap hanya mengakibatkan banyak kerugian. Sudah ada stigma bahwa sutet menjadi sumber penyakit karena tingkat radiasinya yang tinggi.

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau biasa kita sebut dengan SUTET merupakan sebuah media transmisi. SUTET di gunakan untuk mentransmisikan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju ke distribution station.

Bahaya Rumah Dekat SUTET yang Wajib di Waspadai

  1. Rumah Dekat SUTET Bisa Memicu Kanker pada Penghuninya

Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh dua ilmuwan asal Amerika Serikat Wertheimer dan Leeper pada tahun 1979, risiko kanker sangat erat kaitannya dengan jarak kedekatan tegangan listrik dan rumah seseorang.

Penelitian tersebut langsung membuat heboh dunia. Pandangan orang – orang terhadap sutet yang memiliki transmisi listrik dengan tenaga tinggi pun langsung di nilai negatif dan banyak orang akhirnya memilih untuk tinggal berjauhan dengan sutet.

2. Gangguan Kesehatan Selain Kanker yang Bisa di Alami Akibat Paparan SUTET

Dr. Gerald Draper dari Oxford University menyebutkan bahwa ada beberapa gangguan kesehatan selain kanker akibat paparan SUTET, yaitu:

  • Limfoma atau kelenjar getah bening
  • Kecatatan janin
  • Gangguan reproduksi pada pria
  • Sakit kepala dan kelelahan kronis akibat electrical sensitivity

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan disebutkan bahwa keberadaan hunian dekat sutet tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker bagi para penghuninya. Banyak masalah kesehatan lainnya juga yang mengintai. Beberapa masalah kesehatan yang dianggap berasal dari keberadaan sutet adalah nyeri kepala, keletihan kronis, sampai tumor kelenjar getah benih. Dekatnya rumah dengan sutet juga disebut bisa membuat kecacatan janin bagi ibu hamil.

3. Ancaman Tersengat Listrik Bertenaga Tinggi

Salah satu bahaya lainnya yang di timbulkan bila memiliki rumah dekat SUTET adalah ancaman tersengat listrik tegangan tinggi. Apabila pemilik rumah masuk ke dalam ruang bebas, bisa saja tersengat listrik.

Jarak aman untuk membangun rumah yang dekat dengan sutet ternyata berbeda – beda. Masih menurut aturan Kementerian ESDM, minimal harus ada jarak empat meter antara rumah dengan sutet yang memiliki transmisi listrik sebesar 55-66 kV. Semakin tinggi tegangan listriknya, ruang bebas yang harus di berikan di area sutet pun harus semakin besar.

4. Harga Rumah yang Merosot

Jika ketiga hal di atas membahas tentang bahaya rumah dekat SUTET dari segi kesehatan, kali ini dari segi keuangan. Harga rumah dekat SUTET seringkali lebih rendah ketimbang rumah biasa.

5. Sulit Mengajukan Pembiayaan Kredit Rumah ke Bank

Dalam memberikan pinjaman, bank biasanya akan melihat terlebih dahulu objek tanggungannya. Jika kalian mengajukan KPR rumah dekat SUTET, kebanyakan bank mungkin akan menolak pengajuan kalian karena risiko yang dit anggung terlalu besar.

6. Risiko Kanker dari Sutet Masih Penuh Perdebatan

Sampai saat ini, pandangan mengenai kedekatan sutet dengan rumah yang akan berpengaruh pada masalah kesehatan masih menjadi perdebatan. Di mulai dari tahun 1997, muncul penelitian lain yang di lakukan oleh Maria Linett dari National Cancer Institute, Amerika Serikat yang menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara tegangan listrik yang tinggi dari sutet dengan penyebab anak – anak terkena kanker.

7. Keberadaan Sutet Sudah ada Aturannya

Walau dunia masih memperdebatkannya, Indonesia sudah mengambil sikap terkait pembangunan hunian dekat sutet. Melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2015, ada ketentuan terkait jarak yang harus di tetapi dalam membangun rumah dekat dengan transmisi listrik bertegangan tinggi ini.

8. Keamanan Lain yang Harus di Pertimbangkan

Pertimbangan untuk tidak membangun rumah dekat sutet tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan. Menara transmisi ini juga memiliki risiko kerusakan material bangunan yang bisa berdampak buruk pada bangunan – bangunan di sekitarnya. Sebagai contohnya, apabila ada korsleting yang terjadi pada sutet, sangat mungkin dampak korsleting ini juga menyasar pada bangunan yang berada di sekitarnya sehingga bisa memicu terjadinya kebakaran.

Apa yang Dapat di Lakukan untuk Mengurangi Dampak Rumah Dekat SUTET??

  1. Perhatikan Aturan Pendirian Rumah Dekat SUTET

Sebenarnya, bolehkah dirikan rumah dekat SUTET?. Pembangunan rumah boleh di lakukan, asal memiliki jarak dan ketinggian yang sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan. Direktorat Jenderal Ketenaga listrikan Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 18/2015 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada SUTET.

2. Hindari Material Logam di Rumah Dekat SUTET

Logam merupakan material penghantar listrik. Oleh sebab itu, hindari pemakaian material logam dalam rumah seperti pada atap dan jemuran. Ganti penggunaan logam pada atap dengan keramik, asbes, PVC, bitumen, atau sirap.

3. Letak Jemuran Jika Rumah Dekat SUTET

Buatlah jemuran menggunakan tali dan kayu yang di tempatkan di bawah pohon. Hal tersebut di lakukan untuk mereduksi risiko medan listrik. Pastikan, rumah juga memiliki plafon yang tinggi untuk mengurangi dampak radiasi elektromagentik dari SUTET.

4. Sistem Grounding

Jika penggunaan atap berbahan logam tidak dapat terhindarkan, maka gunakan prinsip sistem grounding. Grounding adalah melakukan petanahan tiap material yang terbuat dari logam, sehingga terjadi penetralan dampak radiasi dari SUTET.

5. Melakukan Penghijauan

Cara selanjutnya adalah dengan memperbanyak tanaman hijau di sekitar rumah. Tanaman dapat mengurangi risiko radiasi gelombang elektromagnetik yang disebabkan oleh SUTET. Perhatikan juga ketinggian dan batas – batas ruang bebas dalam menanam pohon.

6. Hindari Aktivitas di Luar pada Malam Hari

Warga yang bermukim di sekitar area SUTET, sebaiknya menghindari melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari. Sebab, pada malam hari arus yang mengalir pada kawat penghantar SUTET lebih tinggi daripada siang hari.