google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Begini Cara Kerja Sistem Imun di Dalam Tubuh Manusia

cara kerja sistem imun dalam tubuh

Sistem imun merupakan salah satu dari fungsi tubuh yang begitu penting. Pasalnya, tanpa adanya sistem imun, maka Anda akan lebih mudah jatuh sakit akibat dari infeksi virus, bakteri, dan jenis kelainan tertentu lainnya.

Sistem imun ini sering juga dikenal dengan sebutan sistem kekebalan tubuh, yang mana memiliki fungsi penting untuk menjaga secara maksimal supaya dapat melindungi diri Anda dari berbagai macam serangan penyakit.

Lalu seperti apa cara kerja dari sistem kekebalan tubuh manusia? Untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak ulasan lengkap dari kami di bawah ini.

Apa Itu Yang Dimaksud Dengan Sistem Imun?

Sistem imun merupakan sekelompok sel, jaringan, protein, serta organ khusus yang bekerja sama untuk bisa melawan segala macam bahaya yang mengancam tubuh manusia.

Sistem ini pun terdiri dari beragam komponen, mulai dari sel hingga organ penting. Salah satu dari jenis sel yang sangat penting berada di dalam jaringan ini adalah sel darah putih atau leukosit.

Leukosit juga dihasilkan ataupun disimpan pada berbagai tempat di dalam tubuh, di antaranya adalah limpa, timus, dan juga sumsum tulang, yang mana organ penting ini dikenal dengan nama organ limfoid.

Terkadang, leukosit pun disimpan dalam gumpalan jaringan limfoid atau kelenjar limpa yang sudah tersebar di seluruh tubuh manusia.

Leukosit juga bergerak di seluruh tubuh melalui pembuluh limpatik serta pembuluh darah seperti melakukan pemantauan dengan adanya kemungkinan bisa menyerang berbagai macam ancaman.

Ada dua tipe dari leukosit utama yang dapat bekerja sama guna mencari dan juga membunuh organisme atau pun zat penyebab penyakit tertentu, di antaranya adalah :

  • Limfosit, merupakan sel – sel yang dapat membantu tubuh memberikan pengingatkan dan juga mengenali serangan berbahaya sebelumnya. Limfosit juga bisa membantu menghancurkan berbagai serangan tersebut. Limbofit ini terdiri dari dua jenis, yakni limfosit B dan juga limfosit T.  Dihasilkan oleh sumsum tulang, limfosit ini akan menetap dan juga berkembang menjadi sel B, atau pun berpindah ke kelenjar timus dan berkembang menjadi sel T.
  • Fagosit, merupakan sel – sel yang bisa memakan beragam serangan. Ada berbagai jenis sel yang sudah digolongkan sebagai fagosit. Setiap jenisdari fagosit ini memiliki tugas dan fungsi masing – masing. Sebagai contohnya tipe yang sangat umum dijumpai adalah neutrophil yang bertugas melawan bakteri.

Bagaimana Sistem Imun Bekerja Dalam Tubuh?

Mikroorganisme dan juga zat – zat asing yang menyerang tubuh dikenal sebagai antigen atau bibit penyakit. Ketika antigen ini sudah terdeteksi dalam tubuh, maka serangkaian respons imun akan terjadi untuk memberikan perlindungan tubuh dari infeksi berbahaya.

Pada proses inilah, beberapa jenis sel bekerja sama untuk mengenali antigen serta memberikan respon. Sel – sel ini juga nantinya akan merangsang limfosit B guna menghasilkan antibodi.

Antibodi adalah protein yang sudah didesain secara spesifik guna menempel pada antigen tertentu. Sesudah itu, sel T akan segera mencari antigen yang telah ditumpangi kemudian dihancurkan. Sel T juga akan membantu memberikan sinyal kepada sel – sel lainnya seperti halnya fagosit untuk melakukan tugas dan fungsinya.

Begitu dihasilkan, antibodi juga akan berada di dalam tubuh seseorang dalam kurun waktu tertentu, hingga apabila antigen atau pun bibit penyakit kembali, antibodi sudah siap sedia untuk menghancurkannya.

Antibodi pun bisa menetralkan racun – racun yang telah dihasilkan oleh organisme dan juga mengaktifkan sekelompok protein yang disebut dengan komplemen. Komplemen ini merupakan bagian dari sistem imun yang membantu membunuh virus, bakteri maupun sel – sel yang sudah terinfeksi.

Secara bersamaan, seluruh sel – sel khusus dan juga bagian dari sistem imun ini akan menghasilkan suatu perlindungan baru bagi tubuh manusia terhadap jenis penyakit tertentu. Proteksi inlah yang dikenal dengan nama imunitas.

Bayi Baru Lahir Masih Belum Memiliki Antibodi

Tubuh yang sudah dirancang guna tidak mudah lagi terserang penyakit karena masinng – masing manusia sudah dibekali sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh atau pun sistem imun ini merupakan sistem yang akan bekerja guna memberikan perlindungan bagi tubuh dari berbagai macam hal yang dapat menyebabkan penyakit.

Namun, bagaimana dengan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh anak? Mengapa anak jauh lebih rentan terpapar penyakit? Ataukah mereka hanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang relatif lemah?

Sebenarnya bayi yang baru lahir ini tidak dapat langsung menghasilkan sistem kekebalan tubuh dengan sendirinya. Sehingga, seluruh komponen sistem kekebalan tubuh yang ada di bayi baru lahir hanya diperoleh dari sang ibu saja.

Pada saat memasuki trimester ketiga dan menjelang hari kelahiran, maka sistem kekebalan tubuh sang ibu segera dikirimkan ke janin melalui pembuluh darah dan juga plasenta. Komponen sistem kekebalan tubuh yang akan diberikan oleh ibu kepada janinnya yakni Immunoglobulin G (IgG).

Immunoglobulin ini adalah jenis antibodi yang sudah dibentuk oleh tubuh guna melawan berbagai macam racun, virus, bakteri maupun zat asing lainnya. Sedangkan di antaranya banyaknya jenis immunoglobulin, hanya IgG saja yang bisa melintasi plasenta dan juga merupakan antibodi sangat kecil yang dibentuk oleh tubuh namun jumlahnya paling banyak.

Setidaknya ada sekitar 75 sampai dengan 80 persen IgG dari total keseluruhan antibodi yang sudah berhasil dibentuk. Oleh sebab itulah, pada bayi yang lahir secara premature begitu rentannya terpapar berbagai jenis penyakit dikarenakan tidak memeroleh antibodi yang cukup dari sang ibu.

IgG ini dianggap cukup penting guna menjaga janin di dalam kandungan supaya tidak terpapar infeks dan juga berbagai macam komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Kondisi ini pun disebut dengan imunitas pasif dikarenakan antibodi yang dihasikan dari sang ibu, lalu diberikan kepada anak melalui berbagai macam proses di atas.

Sesudah dilahirkan, bayi juga harus mendapatkan ASI eksklusif dari sang ibu karena ASI ini mengandung antibodi yang begitu lengkap, seperti Immunoglobulin A, Immunoglobulin D, Immunoglobulin E, Immunoglobulin G, serta Immunoglobulin M.

Oleh karena itulah, ASI ini dianggap sebagai makanan yang begitu sempurna bagi bayi karena selain mudah untuk dicerna, namun mampu pula melindungi bayi yang cukup rentan terhadap beragam penyakit infeksi berbahaya.

Selain itu juga, ASI yang pertama kalinya keluar sesudah ibu melahirkan ataupun yang sering dikenal dengan nama cairan kolostrum berwarna kuning mengandung antibodi yang begitu banyaknya serta cukup melindungi bayi ketika lahir.

Berapa Lama Antibodi Ibu Bisa Bertahan dalam Tubuh Bayi? Kapan Bayi Mampu Menghasilkan Sistem Imunitas Sendiri?

Untuk bayi yang sehat dengan seiring bertambahnya usia, maka bayi juga secara alamiah membentuk antibodinya sendiri. Antibodi yang berhasil didapatkan oleh bayi dari ibu melalui ASI pun lama kelamaan akan menurun.

Pada saat bayi berusia 2 sampai 3 bulan, bayi pun telah memulai membangun sistem kekebalan tubuh dan juga memproduksi antibodinya sendiri. Sesudah bayi masuk usia 6 bulan, maka sistem kekebalan tubuh pun dapat bekerja secara normal, seperti halnya sistem kekebalan tubuh pada orang dewasa.

Pemberian imunisasi kepada anak balita pun sangatlah penting untuk dilakukan karena bisa meningkatkan dan juga menguatkan sistem kekebalan tubuh mereka yang baru saja terbentuk.

Imunisasi dasar yang diperlukan oleh bayi baru lahir di antaranya adalah bacillus calmette guerin (BCG), diphtheria pertusis tetanus-hepatitis b (DPT-HB) atau diphtheria pertusis tetanus-hepatitis b-hemophilus influenza type b (DPT-HB-Hib), hepatitis B pada bayi baru lahir, polio, dan campak. Lalu, ada juga jenis imunisasi lanjutan yang merupakan imunisasi ulangan guna memperpanjang perlindungan diri dari penyakit.

Apa Saja Komponen Dalam Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Sistem kekebalan manusia adalah sistem pertahanan diri yang dibentuk guna mencegah manusia dari berbagai penyakit. Sistem kekebalan tubuh ini akan menghasilkan antibodi, sel darah putih, dan berbagai zat yang bisa menghancurkan zat asing seperti virus dan juga bakteri.

Bukan hanya itu saja, sistem kekebalan pun terdiri dari :

  • Kelenjar getah bening yang memiliki peranan atas sirkulasi cairan limfa yang terdiri dari sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam infeksi.
  • Tonsil atau amandel dan juga timus berfungsi guna membuat antibodi di dalam tubuh.
  • Sumsum tulang, yakni jaringan lunak yang ada pada bagian tulang – tulang panjang, seperti kaki, tulang belakang, lengan, dan juga tulang panggul. Jaringan ini juga berfungsi untuk memproduksi sel darah merah, sumsum kuning, trombosit dan beberapa jenis sel darah putih.
  • Sel darah putih, yakni sel darah yang dibentuk pada jaringan tulang lunak mempunyai peran utama guna melindungi tubuh dari infeksi berbahaya.
  • Limpa, yakni organ yang berada di dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring dan menghancurkan sel – sel darah merah dan juga trombosit tua ataupun rusak, dan membantu sistem kekebalan tubuh guna menghancurkan berbagai macam zat asing yang bisa menyebabkan peradangan di dalam tubuh manusia.