Benarkah Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Bisa Diturunkan dengan Konsumsi Asam Folat?

Benarkah Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Bisa Diturunkan dengan Konsumsi Asam Folat?

Selama ini asam folat dikenal juga sebagai jenis vitamin yang wajib untuk dikonsumsi oleh para ibu hamil. Tidak hanya sekadar itu saja, nutrisi yang satu ini juga bakal diberikan oleh dokter pada wanita yang sedang merencanakan program hamil sekali pun.

Selain baik untuk perkembangan janin dan selama proses kehamilan, konsumsi asam folat dengan dosis tinggi katanya juga dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir. Lantas, benarkah demikian adanya?

Mengenal Sekilas Tentang Manfaat Asam Folat

Asam folat merupakan vitamin yang mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan, terlebih lag untuk ibu hamil beserta janinnya. Asam folat adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah, menutup selubung saraf, dan juga membelah materi genetik (DNA) di dalam tubuh dengan sempurna.

Ibu hamil yang kekurangan asupan asam folat berisiko terkena anemia, komplikasi kehamilan, dan mmepunyai bayi yang lahir dengan kondisi cacat bawaan. Bagi orang biasa, atau yang sedang tidak hamil, asam folat bekerja sama dengan vitamin B6 dan B12 guna menurunkan kadar homosistein.

Homosistein merupakan  zat turunan asam amino metionin yang dapat menyebabkan kekentalan darah serta penyumbatan pembuluh darah, sehingga hal ini pun  dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

Mengenal Jenis Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Penyakit jantung bawaan atau kongenital ialah kelainan yang paling banyak dialami oleh bayi yang baru lahir. Kelainan tersebut diperkirakan dialami sebanyak 1% bayi lahir hidup yang ada di seluruh dunia. Penyakit tersebut bisa  menimbulkan kematian dan menyebabkan gangguan pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun sayangnya, sejauh ini masih belum ada obat yang benar-benar efektif dalam mengatasi penyakit tersebut selain operasi.

Penyebab pasti dari penyakit jantung bawaan pun juga masih belum diketahui secara pastinya. Meski pun demikian, para ahli sudah menemukan beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang bayi mengalami penyakit jantung bawaan. Faktor yang berperan penting di antaranya adalah kelainan kromosom, penyakit yang diderita oleh sang ibu, kekurangan nutrisi penting saat hamil, serta ibu merokok dan mengonsumsi obat-obatan.

Jadinya, secara umum dapat disimpulkan bahwa penyakit jantung bawaan pada bayi disebabkan oleh gabungan dari sejumlah faktor, yaitu kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan. Penyakit jantung bawaan pada bayi yang kerap kali terjadi umumnya berupa kebocoran pada katup jantung. Jadi seperti ini, seharusnya jantung terdiri dari empat ruang yang dipisahkan oleh dinding utuh.

Akan tetapi, bisa terjadi kebocoran pada dinding, katup, atau pun kelainan lainnya yang menyebabkan aliran darah tidak berjalan sebagaimana semestinya. Selain itu juga, kebocoran katup tersebut bisa menyebabkan darah bersih dengan darah kotor bercampur. Hasilnya adalah, oksigen, energi, dan nutrisi di dalam tubuh tidak dapat dibagikan dengan sempurna ke sel-sel tubuh.

Anak yang memiliki penyakit jantung bawaan umumnya tidak kuat menyusu lama, mudah mengalmai lelah dan sesak, serta mengalami masalah berat badan yang sulit naik. Nantinya, ini juga dapat berisiko pada kondisi gizi kurang hingga buruk dan dapat rentan terkena penyakit infeksi.

Peran Asam Folat dalam Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Jawabannya, asam folat ternyata memiliki manfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung bawaan pada bayi. Sebab, lebih dari satu dekade lalu, sudah banyak peneliti dan dokter yang memberikan vitamin asam folat sebanyak 400 mikrogram untuk diminum ibu hamil setiap sehari. 

Pada akhirnya, memang terbukti bahwa asam folat dapat menurunkan kondisi cacat bawaan seperti kegagalan penutupan selubung saraf janin. Kadar asam folat yang rendah pada ibu hamil juga dipercaya berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung bawaan pada janinnya.

Kadar asam folat yang rendah tersebut dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan bergizi, semiisalnya hati ayam dan sayur bayam, atau ada kelainan pada gen yang merusak metabolisme asam folat di dalam tubuh ibu. Selain itu juga, bukti ilmiah lain sempat menunjukkan bahwa dengan dosis yang lebih tinggi, asam folat dipercaya dapat menurunkan risiko cacat kongenital berupa penyakit jantung bawaan pada bayi.

Sudah banyak penelitian yang mencoba memberikan suplemen asam folat sebanyak 800 mikrogram sehari, biasanya 400-600 mikrogram untuk mencegah cacat saraf pada bayi. Hasilnya adalah, memang ditemukan bahwa kandungan asam folat tinggi punya manfaat menurunkan angka kejadian penyakit jantung bawaan.

Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai asam folat dosis tinggi untuk cegah risiko penyakit bawaan pada bayi. Ada baiknya utnuk ibu hamil tetap minum asam folat sesuai dengan anjuran dari dokter. Jangan mengurangi atau pun menambah dosis asam folat, karena dapat mengubah manfaat yang dipeorleh oleh ibu dan bayi. Guna mengetahui nutrisi apa yang pas dikonsumsi untuk ibu hamil,