google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Benarkah Vaksin Dosis Lengkap Bisa Cegah Long Covid?

Risiko kemunculan dari gejala sisa sesudah sembuh dari infeksi virus corona atau pun disebut dengan istilah long COVID ini masih menjadi salah satu ancaman untuk semua orang.

Sejumlah ahli juga mengklaim jikalau pemberian vaksinasi bisa pula menurunkan atau mengurangi risiko munculnya gejala long COVID. Lantas, apakah klaim tersebut memang benar adanya seperti itu?

Kenali Pengaruh Vaksin pada Risiko Terjadinya Long COVID

Pasien Covid-19 kadang akan dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona sesudah keluar hasil tes negatif atau pun tidak merasakan gejala selama kurang lebih 10 hari terakhir.

Akan tetapi, sebagian dari pasien juga melaporkan adanya gejala yang bertahan selama berminggu – minggu, bahkan ada yang berbulan – bulan meskipun sudah dinyatakan sembuh dan hasil tesnya negatif.

Gejala sisa ini pun lebih dikenal dengan istilah long COVID, yang mana pasien telah dinyatakan sembuh dan negatif dari infeksi virus corona masih mengalami berbagai gejala jangkan panjang.

Long COVID ini biasanya ditandai dengan menetapnya berbagai macam gejala, mulai dari nyeri otot, rasa lelah berkepanjangan, kesulitan untuk fokus dan konsentrasi, batuk – batuk hingga sesak napas. Tiap orang bisa juga mengalami gejala dan juga durasi dari long COVID yang bervariasi.

Pertanyaan yang kerap kali muncul selanjutnya ialah apakah vaksinasi Covid-19 ini bisa berdampak pada risiko Long COVID?

Vaksinasi Covid-19 sudah terbukti ampuh dan efektif dalam hal mengurangi tingkat keparahan infeksi dari virus corona. Hasil studi penelitian dari The Lancet Infection Diseases mencoba mencari tahu seperti apakah dampak vaksin terhadap risiko kondisi yang bernama resmi PASC atau Post Accute Sequelae of COVID.

Di dalam penelitian tersebut menggunakan data pengguna dari sebuah aplikasi mobile di Inggris, COVID Symptom Study. Di dalam aplikasi tersebut, para pengguna yang sudah pernah terpapar Covid-19 bisa mencatat apa saja gejala – gejala yang dialami. Tujuannya pun ialah membantu para peneliti untuk segera menyusun riset penelitian yang berhubungan dengan Covid-19.

Hasil dari studi penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa vaksinasi dengan dosis lengkap dapat menurunkan risiko Covid-19 secara drastis, yang mana hanya akan ditemukan sekitar 0,2 persen saja positif terinfeksi virus corona. Pada saat Anda sudah memeroleh vaksin dan dikemudian hari terinfeksi virus corona, maka peluang untuk mengalami gejala yang berat atau pun komplikasi akan jauh lebih kecil lagi.

Orang – orang yang telah divaksin 2 kali mempunyai peluang sekitar 31 persen lebih kecil untuk mengalami gejala – gejala akut dari infeksi virus corona, serta risiko 73 persen lebih rendah untuk dirawat inap di rumah sakit. Bila telah memeroleh vaksinasi dosis lengkap dan masih mengalami beberapa gejala ketika sedang infeksi Covid-19, hanya sekitar 5 persen saja yang akan merasakan gejala lebih dari 4 minggu.

Sementara itu, penelitian lainnya dari Nature Medicine menunjukkan bahwa kepada orang – orang yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, sekitar 1 dari 20 orang yang terpapar infeksi virus corona bergejala bakalan terus merasakan gejala tersebut hingga 8 minggu. Lalu, 1 dari 50 pun merasakan gejala selama 3 bulan atau pun bisa lebih dari itu.

Yang artinya adalah vaksin ini bisa membantu tingkat keparahan dan juga durasi dari gejala Covid-19 sekaligus risiko terjadi long COVID. Kita juga mengetahui bahwa mereka yang memiliki gejala berat saat terinfeksi virus corona berisiko lebih besar untuk mengalami long COVID.

Maka dari itulah, apabila saat gejala tersebut masih tergolong ringan, risiko timbulnya gejala jangka panjang pun bisa berkurang.

Lantas, Bagaimana Cara Kerja Vaksin Bisa Mengurangi Gejala Dari Long COVID?

Dari beragam hasil penelitian yang sudah kami paparkan di atas, vaksinasi dinilai cukup ampuh dan memberi pengaruh positif kepada para penyintas Covid-19 yang rentan sekali mengalami gejala jangka panjang.

Akan tetapi, banyak dari para ahli pun yang menekankan bahwa beberapa hasil studi yang ada sekarang ini masih harus tetap dikembangkan lebih dalam, terlebih lagi guna mengetahui secara pastinya bagaimana cara kerja dari vaksin dalam menghilangkan gejala long COVID.

Meskipun banyak pula para penyintas yang melaporkan perbaikan kondisi dan juga penurunan dari gejala long COVID sesudah mendapatkan vaksin, hubungan di antara keduanya pun hingga sekarang masih belum diketahui secara pastinya.

Ada juga yang menduga hal tersebut kadang terjadi dikarenakan reaksi sistem imun tubuh pada vaksin yang bisa berpengaruh secara langsung terhadap risiko gejala long COVID.

Namun, satu hal yang dapat dipastikan ialah vaksinasi Covid-19 tidak memberikan dampak negatif kepada para penyintas dengan long COVID.

Selain itu, kasus reinfeksi Covid-19 ini bukan jadi hal yang baru. Pada saat para penyintas Covid-19 terinfeksi virus corona untuk kedua kalinya, ada pula kemungkinan reinfeksi tersebut dapat memicu munculnya gejala – gejala long COVID.

Oleh sebab itulah, sangat penting bagi semua orang dengan gejala long COVID untuk segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap supaya bisa melindungi diri sendiri maupun orang lain di sekitar Anda.

Meskipun Sudah Divaksin, Long Covid Masih Tetap Jadi Ancaman

Dari beberapa hasil studi yang telah ada, dapat dikatakan peluang untuk terpapar long COVID sesudah vaksin pun bisa mengecil. Akan tetapi, bukan berarti long COVID ini dianggap remeh. Peluang yang kecil ini pun bukan berarti tidak akan terjadi sama sekali.

Vaksin akan membantu tubuh Anda agar lebih siap melawan infeksi virus corona, namun upaya untuk menjaga kesehatan serta mencegah terjadinya penularan pun masih terus dilakukan.

Gejala dari long COVID juga harus tetap diperhatikan karena bisa berpotensi mengganggu aktivitas sehari – hari walaupun sudah dinyatakan sembuh. Long COVID juga tidak hanya menyerang kepada para penyintas Covid-19 berusia lanjut dan mempunyai penyakit komorbid saja, tetapi bisa dialami oleh mereka dengan usia muda tanpa adanya penyakit bawaan.

Sampai sekarang ini, masih belum ada yang dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 akan selesai. Salah satu langkah dan upaya terbaik ialah dengan mendapatkan vaksin dosis lengkap secepa mungkin supaya terhindari dari infeksi maupun gejala long COVID, serta tetap patuhi protokol kesehatan.