Beras Berstiker Bulog Dibawa Saksi Ganjar-Mahfud ke Sidang Sengketa Pilpres

Pada sidang kedua sengketa Pilpres 2024 yang digelar Selasa (2/4/2024), pihak saksi dari Ganjar-Mahfud membwa sebuah karung berisi beras bulog yang berstiker Prabowo-Gibran. Seperti yang diketahui, setelah kubu AMIN membawa para saksi dan ahlinya hari Senin kemarin, hari ini giliran pihak Ganjar-Mahfud yang diberikan kesempatan untuk menghadirkan sejumlah saksi dan ahli di sidang sengketa Pilpres 2024 ini. Salah satu saksi bernama Suprapto membawa sebuah alat bukti berupa karung yang berisikan beras bulog. Tidak hanya itu, di karung beras tersebut nampak terdapat sebuah stiker bergambarkan pasangan Prabowo-Gibran.

Salah satu persoalan yang diangkat di dalam sidang sengketa ini baik dari pihak 01 maupun 03, adalah mengenai dugaan politisasi bansos yang dilakukan menjelang Pilpres 2024. Hal tersebut diyakini mereka melanggar undang-undang karena bertujuan memenangkan salah satu pasangan calon. Maka dari itu, pada sidang pertama pihak MK memberikan kesempatan kepada pihak 01 dan 03 untuk menghadirkan saksi dan ahli serta bukti untuk menguatkan dalil yang mereka sampaikan. Hal tersebut sudah dilakukan oleh pihak 01 dan juga 03 pada sidang kedua awal pekan ini.

Salah satu pihak yang menghadirkan saksinya adalah kubu 03 atau Ganjar-Mahfud, di mana mereka menghadirkan satu saksi yang bernama Suprapto. Pada kesempatan tersebut Suprapto sendiri datang ke persidangan dengan membawa sebuah karung beras bulog yang di atasnya terdapat stiker Prabowo-Gibran. Beras bulog berstiker tersebut diyakini merupakan salah satu bukti yang ia dapatkan perihal dugaan politisasi bansos. Dalam ceritanya, Suprapto mengatakan ada pihak yang memberikannya beras tersebut sambil meminta untuk memilih paslon nomor urut 02.

Beras Bulog Berstiker

Pada keterangannya di persidangan, Suprapto mengawali cerita di mana ia menyebut ada sosok bernama Supriyadi yang merupakan kepala lingkungan setempat. Supriyadi, menurut Surapto mendatangi rumahnya sekitar sore hari. Kala itu istri Suprapto langsung menerimanya, dan terlihat Supriyadi memang membawa beras Bulog dengan karung yang sudah ditempeli oleh stiker bergambarkan pasangan Prabowo-Gibran.

Melihat hal tersebut, Suprapto yang juga eks pengurus PAC PDIP Medan Petisah tersebut mengaku marah dengan tindakan yang sudah dilakukan oleh Supriyadi. Setelah itu Suprapto sendiri mengaku bahwa sesudah kejadian, ia lantas melaporkan hal tersebut ke Wakil Ketua PDIP DPD Sumatera Utara, yaitu Alamsyah Ramdani, lantaran ia menilai hal tersebut merupakan indikasi pelanggaran pemilu.

Terkait beras Bulog dengan stiker Prabowo-Gibran ini memang sebelumnya sempat ramai menjadi perbincangan sekitar bulan Januari 2024 atau sekitar sebulan sebelum hari pencoblosan. Beras tersebut diyakini merupakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang diproduksi oleh Bulog. Namun dalam keterangannya, Direktur Utama Bulog, Bayu Krishnamurti menyatakan pihaknya tak bisa mengatur peruntukan beras jika sudah dibeli masyarakat.

Pengakuan Suprapto

“Saya ketika itu sedang beristirahat sekitar jam 15.00, lalu ada yang mengucapkan ‘Assalamualaikum’. Dia mengatakan ‘ini ada beras bansos, tapi jangan lupa nanti untuk 02’.” ujar Suprapto membuka keterangannya di persidangan sebagai saksi dari pihak Ganjar-Mahfud dilansir dari laman CNN Indonesia.

“(Tapi) akhirnya ditinggalkan begitu saja. Nah ini barang buktinya pak (sambil memperlihatkan beras Bulog yang dimaksud).” jelasnya.

Persidangan Sengketa Pilpres 2024 sendiri sudah merampungkan dua kali sidang, yang mana sidang kedua ini memang memiliki agenda berupa pemanggilan saksi dan ahli dari pihak 01 maupun 03. Selain itu agenda lainnya adalah menghadirkan dan meresmikan alat bukti. Sementara itu pihak Ganjar-Mahfud sendiri salah satu permohonannya adalah untuk melakukan pemungutan suara ulang tanpa adanya paslon 02 paling lambat bulan Juni mendatang.