google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengapa Masih Bisa Flu Meski Telah Vaksin Influenza?

vaksin influenza

Vaksin influenza bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit flu. Inilah sebabnya CDC atau Centers for Disease Control and Prevention memberikan rekomendasi vaksin flu tahunan kepada semua orang, yang sudah berumur di atas 6 bulan.

Namun, pada kondisi tertentu, justru orang yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap masih bisa terkena flu. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Inilah Alasan Masih Tetap Terkena Flu Walaupun Sudah Divaksin Influenza

Di dalam vaksin flu ini sudah berisikan virus yang telah dimatikan atau pun dilemahkan, sehingga virus tersebut tidak akan menyebabkan Anda sakit. Lalu, mengapa masih ada orang yang terkena flu, padahal sudah memeroleh vaksin influenza?

Perlu untuk diketahui bersama bahwa vaksin influenza ini tidak dapat melindungi Anda dari segala jenis penyakit pernapasan. Mengingat gejala dari penyakit flu ini bisa saja hampir mirip dengan gejala penyakit yang lainnya.

Selain itu juga, mengenai efektivitas vaksin flu ini tergantung pada beberapa faktor, di antaranya adalah respons kekebalan tubuh manusia, waktu, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa Anda masih tetap bisa terkena flu, meskipun sudah memeroleh vaksin influenza :

Vaksin Memerlukan Waktu Untuk Memberikan Kekebalan Pada Tubuh

Vaksin memerlukan waktu selama dua minggu untuk bisa memberikan kekebalan sepenuhnya terhadap penyakit flu. Apabila Anda terserang penyakit flu dalam waktu dua minggu setelah mendapatkan vaksin ini, mungkin Anda sudah terpapar virus tepat sebelum atau pun sesudah divaksinasi.

Mengalamai Penyakit Sama Seperti Flu Lainnya

Vaksin flu ini tidak dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap jenis penyakit pernapasan lainnya. Sehingga, bila Anda sedang mengalami gejala yang hampir mirip dengan flu setelah mendapatkan vaksin influenza, sebaiknya untuk segera konsultasikan ke dokter, untuk bisa mengetahui apakah benar penyakit flu ataukah penyakit lainnya.

Jenis Penyakit Flu Yang Benar Tidak Termasuk Ke Dalam Vaksin

Vaksin influenza ini akan memberikan perlindungan terhadap jenis penyakit flu tertentu saja yang diyakini oleh para peneliti menyebabkan penyakit pada musim tersebut bagi kebanyakan orang.

Namun sayangnya, vaksin ini tidak bisa memberikan cakupan untuk semua jenis strain influenza dan juga virus flu yang sudah bermutasi atau berubah setiap tahunnya. Itulah sebabnya vaksin baru ini harus segera dibuat dan diberikan pada setiap musimnya.

Tubuh Tidak Bisa Merespon Vaksin Keseluruhan

Kemungkinan masih bisa tertular flu setelah memeroleh vaksin influenza, baik dikarenakan Anda salah satu dari sedikit orang yang tidak terlindungi sepenuhnya, atau pun karena jenis influenza yang masih membuat Anda sakit tidak disertakan ke dalam vaksin.

Meskipun demikian, Anda cenderung tidak akan mengalami gejala komplikasi yang serius akibat dari flu jikalau sudah mendapatkan vaksinasi influenza. Hal ini pun bahkan lebih berlaku bagi kelompok lansia dan juga anak – anak, kedua kelompok ini yang memang memiliki risiko tertinggi utnuk mengalami komplikasi flu serius.

Vaksin influenza ini bekerja dengan cara yang sedekit berbeda bagi kedua kelompok di atas, namun masih tetap penting dilakukan.

Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi influenza, namun penyebab di atas masih bisa dirasakan oleh sebagian orang yang terkena flu. Perlu diingat adalah meskipun Anda terkena penyakit flu sesudah mendapatkan vaksinasi influenza ini, bukan berarti vaksin tersebut tidak berfungsi dengan baik di dalam tubuh manusia.

Bahkan pada saat Anda terkena flu, bukan berarti vaksin ini tidak akan ada efektif juga pada masa depan. Sehingga, memeroleh vaksinasi ini memang sangatlah penting sebagai langkah atau upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terlebih lagi selama masa pandemi Covid-19. Yang mana vaksin influenza ini diyakini mampu menurunkan risiko gejala yang cukup parah dari infeksi virus corona.

Kapan Vaksinasi Influenza Diberikan?

Beberapa waktu terakhir ini, vaksin influenza sedang ramai diperbincangkan. Hal tersebut dikarenakan mampu membantu daya tahan tubuh manusia menjadi lebih kuat dan juga risiko untuk mengalami gejala parah dari infeksi Covid-19 akan berkurang.

Namun, pada kasus tersebut, bisa menimbulkan pertanyaan apakah bayi perlu mendapatkan vaksin influenza? American Academy of Pediatric atau AAP sebenarnya menganjurkan untuk bayi memeroleh vaksin ini setelah berumur lebih dari enam bulan.

Meskipun terdengar sepele, penyakit flu ini pun memang harus diwaspadai. Terlebih lagi pada bayi, karena mereka masih memiliki daya tahan tubuh relatif masih lemah sehingga rentan pula terkena berbagai jenis penyakit.

Ketika bayi sudah terkena flu, maka mereka akan lebih mudah rewel karena merasakan berbagai gejala yang membuat tubuhnya tidak nyaman. Bahkan, flu pada bayi ini bisa membuatnya sulit tidur dan juga sulit bernapas lega.

Vaksin influenza ini merupakan jenis vaksin yang akan segera memberikan perlindungan terhadap penyakit flu. Umumnya, vaksin ini diberikan sekali dalam satu tahun. Meskipun tergolong penyakit ringan bagi sebagian orang, ternyata flu ini bisa menimbulkan komplikasi cukup serius.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mencatat, angka dari kejadian influenza dengan komplikasi telah mencapai 5 juta kasus setiap tahunnya, angka kematian hingga 650 ribu kasus di seluruh belahan dunia. Komplikasi serius yang diakibatkan oleh penyakit flu ini lebih rentan menyerang kelompok lansia, ibu hamil, bayi dan juga anak – anak yang berumur 6 bulan hingga 5 tahun, serta mereka yang sedang penderita penyakit tertentu.

Komplikasi yang serius ini bisa terjadi seperti gangguan sistem saraf pusat, pneumonia, serta gangguan jantung. Penyakit flu pun dapat memperparah kondisi untuk penyakit kronis yang dimiliki oleh penderita sebelumnya, seperti diabetes, asma dan juga gagal jantung.

Oleh karena itulah supaya bisa menghindari risiko dari komplikasi serius ini, penyakit flu bisa dicegah. Salah satu cara efektif adalah dengan mengikuti vaksinasi.

Di tengah masa pandemi virus corona, pemberian vaksin influenza juga dianggap mampu untuk mengurangi risiko gejala cukup parah kepada orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Namun pemberian vaksin influenza ini tidak bisa mencegah infeksi virus corona.

Untuk bayi dan anak – anak, AAP sudah merekomendasikan pemberian vaksinasi ini sebelum terjadi puncak musim flu berlangsung. Sementara itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza ini termasuk dalam salah satu jenis vaksin wajib untuk anak yang sudah direkomendasikan.

Vaksin tersebut bisa diberikan kepada bayi yang sudah berusia 6 bulan sampai anak berumur 8 tahun, serta bisa diulangi setiap tahun. Sesudah memberikannya, vaksin ini akan bekerja selama 2 minggu setelah pemberian dan akan bertahan selama beberapa bulan sampai 1 tahun lamanya.

Efek Samping Setelah Mendapatkan Vaksin Influenza

Pada anak – anak yang memiliki imunitas tubuh rendah, mereka yang sedang mengidap penyakit kanker, penyakit pada paru – paru dan juga jantung, maupun diabtes, vaksin influenza sebaiknya segera diberikan secepat mungkin. Namun sebelum vaksin diberikan, pastikan anak dalam kondisi fisik yang sangat sehat.

Vaksin influenza ini mengandung protein telur meskipun tidak semuanya, sehingga orang tua harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter apabila anak memiliki alergi pada telur ayam. Selain itu juga, anak yang sedang menderita kelumpuhan pun tidak bisa mendapatkan vaksin ini.

Pemberian vaksinasi influenza ini memiliki efek samping yang pada umumnya masih tergolong ringan atau pun tidak berbahaya, seperti halnya demam. Selain itu juga, munculnya ruam kemerah – merahan tepat di lokasi bekas suntikan. Pada beberapa kasus yang sudah terjadi, biasanya muncul efek samping seperti lesu, demam, muntah dan hidung berair.

Umumnya, reaksi efek samping ini muncul hanya berkisar antara 6 sampai dengan 12 jam setelah vaksin disuntikkan ke dalam tubuh, berlangsung selama 1 hingga 2 hari, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila efek samping ini tidak kunjung mereda lebih dari 2 hari lamanya, segeralah untuk berkonsultasi ke dokter anak.

Untuk mencegah penyakit flu pada bayi bisa diberikan vaksin influenza, ada beberapa langkah upaya yang dapat dilakukan sendiri. Sebagai contohnya adalah selalu membersihkan hidung bayi, selalu menjaga kebersihan dari alat menyusui, selalu menggant sarung bantal, guling dan juga seprai kasur berkala, dan tidak sembarangan orang mencium bayi.