google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Bolehkah Pasien Penyakit TBC Bisa Memeroleh Vaksin Covid-19?

Beberapa dari varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 ini diketahui memang lebih mudah untuk menular jika dibandingkan dengan varian virus yang aslinya. Hal tersebut membuat angka kasus positif dari orang yang sudah terinfeksi pun meningkat cukup drastis.

Pemerintah juga mulai gencar menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 sebagai langkah upaya menekan angka kasus positif dari infeksi virus corona. Akan tetapi, tidak semua orang yang boleh mendapatkan vaksin Covid-19. Lalu, apakah boleh pasien TBC menerima suntikan dosis dari vaksin Covid-19?

Apa Saja Efek Covid-19 pada Pasien Penyakit TBC?

Sebelum kita membahas boleh atau tidaknya vaksinasi Covid-19 ini diberikan kepada pasien penyakit TBC, alangkah baiknya terlebih dahulu memahami kedua kondisi penyakit tersebut.

TBC atau Tuberkulosis ini merupakan infeksi serius pada organ paru – paru yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Penyakit ini pun sebenarnya dapat disembuhkan dan jarang sekali berakibat fatal bila para pengidapnya mengikuti pengobatan yang sesuai dengan anjuran dan arahan dari dokter.

Akan tetapi, bila pengobatan penyakit TBC ini tidak dilakukan secara benar, maka bakteri yang ada di dalam paru – paru pun bisa resisten atau kebal terhadap antibiotik. Hal ini bisa mengakibatkan penyakit TBC akan lebih sulit untuk diobati dan juga infeksinya pun dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti halnya kelenjar getah bening dan juga otak.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, tidak menutup kemungkinan jika para pasien penyakit TBC pun bisa terinfeksi virus corona yang menyebabkan Covid-19. Mereka yang sudah terpapar kedua penyakit ini dalam waktu bersamaan maka bakalan menunjukkan gejala seperti demam, kesulitan bernapas dan batuk – batuk.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di Pulmonology Journal pun menyebutkan bahwa adanya keterbatasan data dari kasus infeksi virus corona pada para pasien TBC, sehingga efeknya pun masih belum bisa diketahui secara pastinya.

Meskipun demikian, gejala yang diakibatkan oleh kedua jenis penyakit ini bisa sangat parah karena keduanya sama – sama menyerang organ paru – paru. Di tambah lagi bila pasien TBC ini mempunyai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes atau pun penyakit kronis yang lainnya.

Bolehkan Para Pengidap TBC Disuntikkan Dosis Vaksin Covid-19?

Pemberian vaksin Covid-19 ini merupakan langkah agar bisa menekan angka kasus dan juga tingkat keparahan gejala yang disebabkan oleh infeksi virus corona yang terus melonjak tajam. Perlu diingat bahwa vaksin ini memang tidak sepenuhnya bisa menghindarkan Anda dari penularan virus corona.

Akan tetapi, vaksin ini justru bisa membuat tubuh Anda mampu membentuk antibodi yang dapat mengenali virus tersebut lebih awal sehingga bisa melawannya lebih cepat lagi.

Apabila suatu hari Anda terinfeksi virus corona, maka tubuh akan lebih mudah untuk melawan virus tersebut. Hasilnya pun gejala dapat jadi lebih ringan dan Anda juga dapat lebih cepat pulihnya.

Namun sayangnya, pemberian vaksin tersebut masih tergolong belum aman bagi semua orang, terlebih lagi untuk mereka yang sedang mempunyai penyakit tertentu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit TBC ini bukanlah merupakan kontraindikasi untuk menerima vaksin virus corona. Yang artinya adalah, ada peluang bagi para pasien TBC untuk bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 asalkan memenuhi kriteria kesehatan yang sudah ditetapkan.

Jadinya para pengidap TBC atau pun penyakit saluran pernapasan lainnya, termasuk juga asma, masih diperbolehkan menerima vaksin Covid-19. Namun dengan persyaratannya ketika akan disuntikkan vaksin, kondisi tubuh Anda mesti dalam keadaan sehat dan juga terkontrol.

Pada para pasien TBC yang tengah menjalani pengobatan, terlebih dahulu untuk memberikan obat antituberkulosis, minimal 2 minggu sebelum menerima vaksinasi Covid-19.

Sebaliknya, para pengidap TBC dapat saja tidak diperbolehkan untuk mengikuti program vaksinasi tersebut bila pada saat ingin divaksin kondisi tubuh sedang tidak sehat.

Untuk mengetahui diperbolehkan atau tidaknya mendapatkan vaksin tersebut, pasien TBC ini memang perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sedang menangai kesehatannya. Dokter juga mungkin bisa meminta pasien untuk menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu.

Hal tersebut bertujuan untuk bisa memastikan bahwa mereka benar – benar dalam kondisi atau keadaan yang sehat sebelum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Selama Pandemi Covid-19 Penting Menjalani Pengobatan Untuk Para Pasein TBC

Bukan hanya vaksinasi Covid-19 saja yang menjadi perhatian khusus bagi para pengidap TBC. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun sudah mengimbau kepada para pasien TBC untuk tetap menjalankan pengobatan sesuai dengan anjuran dari dokter selama masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut karena kepatuhan para pasien ini bisa menjalani pengobatan merupakan kunci utama untuk kesembuhan dari penyakit TBC itu sendiri.

Jadinya, jangan sampai pengidap TBC ini berhenti melakukan konsultasi di rumah sakit atau pun berhenti meminum obat guna mengobati penyakit tersebut. Pemerintah juga sudah menjamin segala pelayanan kesehatan untuk pengidap TBC supaya tetap lancar menjalani pengobatan saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Di samping fokusnya kepada pengobatan dan juga menerima vaksinasi Covid-19, pasien TBC pun diwajibkan untuk melakukan upaya pencegahan dari infeksi virus corona. Agar lebih jelasnya, berikut ini ada beberapa langkah dan upaya untuk bisa mencegah Covid-19 bagi pasien TBC untuk diterapkan.

  • Selalu memakai makser pada saat berada di luar rumah. Gunakan masker ini sesuai dengan rekomendasi dari Kemenkes RI cukup ampuh dalam hal mengurangi penularan virus corona.
  • Selalu jaga jarak dan juga hindari lokasi yang menjadi pusat kerumunan. Alangkah baiknya, membatasi mobilitas atau aktivitas Anda di luar rumah bila tidak ada hal penting dan juga mendesak.
  • Rutin mencuci tangan gunakan sabun dan bilas menggunakan air bersih mengalir. Dapat juga memakai handsanitizer saat cuci tangan dengan air tidak bisa dilakukan. Anda dapat lakukan ini sesudah beraktivitas di luar rumah. Hindari pula menyentuh bagian hidung, mulut atau pun mata bila Anda belum sempat cuci tangan.
  • Menutupi bagian mulut dan juga hidup pada saat bersin, atau pun gunakan siku dalam. Tindakan ini pun akan sangat membantu menurunkan risiko penularan penyakit TBC ini kepada orang yang berada di sekitar Anda.

Itulah beberapa informasi penting seputar vaksin virus corona bagi para pasien TBC yang harus diketahui sebelum memutuskan mengikuti program vaksinasi Covid-19.