google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Bukan Hanya Untuk Covid-19, Rapid Test Antigen Bisa Mendeteksi Penyakit Ini

Rapid test antigen adalah salah satau pemeriksaan yang cukup cepat dalam pengawasan antigen tertentu yang ada di tubuh manusia.

Rapid test antigen ini pada umumnya hanya dilakukan untuk pemeriksaan penyaring atau skrining, dan juga sampel yang digunakan tergantung pada penyakit apa yang ingin dideteksi.

Antigen ini adalah suatu zat asing yang bisa memicu sistem kekebalan tubuh manusia untuk membentuk reaksi perlawanan berupa antibodi. Tes rapid antigen ini bertujuan untuk bisa mendeteksi antigen di dalam tubuh, yakni dengan cara memeriksa sampel darah atau pun melalui sampel lender tenggorokan pasien.

Antigen yang berasal dari luar tubuh atau heteroantigen ini adalah dari virus maupun bakteri. Keberadaan dari antigen virus maupun bakteri tertentu yang ada di dalam tubuh ini menandakan bahwa sedang terjadinya infeksi di tubuh Anda.

Indikasi Dari Antigen Tes Cepat

Tes rapid antigen ini umumnya dilakukan pada para pasien yang diduga sedang menderita beberapa penyakit berikut ini :

  • Infeksi Covid-19
  • Virus Influenza
  • Penyakit Malaria
  • Infeksi dari bakteri Streptococcus
  • Virus Hepatitis B
  • DBD atau Demam berdarah dengue

Selama masa pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, rapid test antigen ini juga akan diberlakukan kepada orang yang tidak sedang mengalami gejala apa pun, akan tetapi memiliki berbagai macam faktor berikut ini :

  • Sedang atau pernah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang diduga menderita Covid-19
  • Sedang berencana untuk menjalani pengobatan atau pun perawatan di rumah sakit
  • Sedang bekerja di lokasi yang tidak memungkinkan untuk menerapkan protocol kesehatan dengan maksimal
  • Sedang bekerja di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan yang lainnya

Peringatan Dari Tes Rapid Antigen

Sebelum Anda menjalani tes rapid antigen ini, ada beberapa hal yang memang harus Anda ketahui, yakni :

Hasil pemeriksaan dari rapid test antigen ini bisa dipengaruhi oleh cara pengambilan sampel air liur atau pun lender, cara penanganan sampel sebelum dites di lab, dan alat tes yang akan digunakan

Hasil dari pemerikasaan rapid test antigen ini tidak selalu akurat, dapat berupa positif palsu atau negatif palsu

Untuk bisa memastikan diagnosis dari adanyan infeksi virus, hasil dari rapid test antigen ini harus diikuti juga dengan pemeriksaan lainnya, seperti halnya RT – PCR, dan juga kultur mikroorganisme.

Prosedur Pelaksanaan Tes Rapid Antigen

Proses yang akan dilakukan oleh dokter dalam prosedur tes rapid antigen ini tergantung pada sampel yang digunakan.

Sampel ini bisa berupa lender yang diambil dengan proses swab dari hidung, tenggorokan atau pun bagian tubuh yang lainnya, dapat juga berupa sampel darah yang diambil dengan cara menusukkan jarum ke ujung jari Anda.

Berikut ini merupakan tahapan dari rapid test antigen yang menggunakan sampel lender tenggorokan Anda :

  • Dokter akan segera meminta Anda untuk membuang ingus dari hidung jika ada.
  • Dokter atau tenaga kesehatan akan meminta Anda untuk sedikit mendongakkan kepala, hingga memudahkan untuk proses pengambilan sampel lender. Bila pengambilan sampel ini dilakukan melalui mulut, maka doktr atau tenaga kesehatan akan langsung meminta Anda membuka mulut selebar – lebarnya.
  • Dokter atau tenaga kesehatan akan langsung memasukkan alat swab yang menyerupai bentuk cotton bud panjang ke dalam hidung atau pun mulut, dan mendorong alat tersebut hingga ke nasofaring, yakni bagian atas tenggorokan yang terletak di belakang hidung Anda.
  • Dokter atau tenaga kesehatan akan segera memutarkan atau menggerakan alat swab ini selama 15 detik supaya lendir pada bagian nasofaring benar – benar menempel pada alat tersebut.
  • Setelah itu, dokter akan langsung menarik alat swab ini hidung atau pun mulut secara perlahan.

Sementara itu, untuk tes rapid antigen yang menggunakan sampel darah dari ujung jari pasien atau finger prick, berikut ini adalah langkah pengambilan sampel darah sebagai berikut ini :

  • Tenaga kesehatan atau dokter akan langsung membersihkan bagian ujung jari pasien dengan alcohol supaya lebih bersih dan steril
  • Alat khusus dengan jarum ini di ujungnya akan ditusukkan ke bagian ujung jari Anda
  • Ujung jari Anda yang sudah ditusuk jarum ini akan segera ditekan hingga darah dari luka ini menetes ke alat rapid test
  • Dokter atau tenaga kesehatan akan meneteskan cairan pendeteksi antigen atau reagen ke alat rapid test yang sebelumnya sudah ditetesi sampel darah Anda

Setelah Pengambilan Sampel Dengan Rapid Test Antigen

Para pasien bisa langsung mengetahui hasil dari rapid test antigen sekitar 15 menit setelah tes selesai dilakukan. Hasil dari rapid test antigen ini bisa berupa hasil positif, yakni terdeketsi dengan adanya antigen, atau pun negetaif, yakni tidak terdeteksi adanya antigen.

Pasien yang sudah mendapatkan hasil dari rapid test antigen positif ini mungkin akan segera disarankan untuk :

  • Melakukan isolasi mandiri kurang lebih 14 hari
  • Segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat
  • Konsumsi obat – obatan, baik untuk bisa mengobati penyakit, mampu meredakan gejala, maupun mencegah terjadinya komplikasi serius
  • Memeriksakan diri kembali ke dokter jika Anda mengalami gejala memburuk

Risiko Dari Pengambilan Sampel Dengan Rapid Test Antigen

Pemeriksaan dari rapid test antigen ini sangat jarang sekali menimbulkan efek samping atau pun komplikasi yang cukup serius.

Para pasien ini mungkin hanya akan merasakan sedikit tidak nyaman ketika alat swab tersebut masuk ke dalam bagian hidung dan juga tenggorokan atau pun merasak lebih sedikit nyeri saat jarum ditusukkan ke bagian ujung jari.

Selain itu juga, perlu diketahui bahwa hasil dari rapid test antigen ini bisa positif palsu atau pun negatif palsu. Positif palsu ini berarti tes menunjukkan hasil yang positif, padahal tidak ada antigen di dalam dengan sampel yang diperiksa.

Sebaliknya, untuk negatif palsu yang menunjukkan hasil negatif, padahal ada pula antigen di dalam sampel yang diperiksa.

Hasil negatif palsu ini bisa membuat pasien lengah untuk melakukan pencegahan dari penyebaran penyakit, sedangkan untuk hasil positif palsu ini adalah bisa membuat pasien cukup cemas akan kesehatannya.

Oleh karena itulah, pasien akan disarankan untuk menyimpulkan hasil rapid test antigen sebagai diagnosis tanpa dikonfirmasi dari dokter.