google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

CEO Burberry Marco Gobbetti Akan Mengundurkan Diri dari Perusahaan

CEO Burberry Marco Gobbetti Akan Mengundurkan Diri dari Perusahaan (Foto: breakinglatest.news)

Rumah mode asal Inggris Burberry mengumumkan berita mengejutkan bahwa CEO-nya, yaitu Marco Gobbetti akan meninggalkan perusahaan pada akhir tahun 2021 ini. Dalam rilisnya, perusahaan mengatakan bahwa Gobbetti yang telah memimpin transformasi merek serta bisnis Burberry selama hampir lima tahun akan mengundurkan diri dari posisinya.

Keputusan besar ini diambil oleh Gobbeti dengan alasan untuk mengambil kesempatan lain yang memungkinkannya untuk kembali ke Italia dan berada lebih dekat dengan keluarganya. Pengunduran diri ini juga diikuti kabar bahwa Gobbetti akan bergabung dan mengambil peran serupa di perusahaan barang mewah Italia, Salvatore Ferragamo.

“Merupakan hak istimewa yang luar biasa untuk melayani sebagai CEO Burberry dan memimpin tim yang sangat berbakat. Sebagai sebuah grup, kami telah meningkatkan dan memperkuat merek dan bisnis, sambil terus menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dengan Burberry yang dienergikan kembali dan dengan kuat berada di jalur pertumbuhan yang kuat, saya merasa bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mengundurkan diri,” komentar Gobbeti mengenai berita pengunduran dirinya.

Marco Gobbetti sendiri merupakan sosok penting dan berpengaruh di dunia mode. Sebelum mengabdikan diri pada Burberry, ia mengawali karirnya di manajemen beberapa perusahaan mewah, termasuk Bottega Veneta, Valextra, hingga Moschino. Dalam perjalanan karirnya, ia juga pernah menjabat sebagai CEO dari merek mewah Givenchy dan Céline.

Bergabungnya Gobetti sebagai CEO Burberry pada bulan Juli tahun 2017 silam adalah untuk mengambil alih peran dari Christopher Bailey sebagai joint create chief serta CEO. Selama hampir lima tahun hingga 2021 ini, Gobbeti telah menciptakan beragam strategi baru yang lebih berkelas dengan bekerja sama bersama sang direktur kreatif baru, Riccardo Tisci.

“Saya ingin berterima kasih kepada Marco atas kemitraannya dan kontribusi besar yang telah dia buat untuk Burberry. Dia memiliki dampak transformatif dan menetapkan tujuan dan strategi yang jelas, tim yang luar biasa, dan momentum merek yang kuat. Dewan dan saya secara alami kecewa dengan keputusan Marco, tetapi kami memahami dan sepenuhnya menghormati keinginannya untuk kembali ke Italia setelah hampir 20 tahun di luar negeri,” kata Gerry Murphy, ketua Burberry, mengenai pengunduran diri Gobbetti.

Burberry Official Store (Foto: nypost.com)

Mengikuti keputusan pengunduran diri CEO-nya, Burberry juga mengungkapkan tengah mulai untuk mencari pengganti Gobbetti untuk mengisi posisi vital tersebut. Tentu pemilihan tersebut tak bisa sembarangan, mengingat tugas yang menanti pada posisi strategis ini. Untuk sementara waktu, Gobbetti akan bekerja saa dengan ketua Gerry Murphy dalam memberikan dukungan penuh kepada tim kepemimpinan eksekutif pada masa transisi yang teratur. Meski demikian, periode ini jelas menjadi masa yang tidak pasti bagi perusahaan.

Marco Gobbetti tentu merupakan sosok yang berharga bagi perusahaan. Apalagi pada masa krisis akibat pandemi, Burberry kembali bangkit dengan melanjutkan strategi yang digerakkan oleh Gobbetti. Mengenai sosok baru yang akan mengambil alih posisi CEO, sepertinya juga tidak akan kekurangan eksekutif yang ingin mengisinya. Namun, tentu tidak mudah dalam memilih pemimpin dengan pengalaman serta kemampuan yang mumpuni dalam memimpin bisnis mewah dan juga besar dalam industri.

Dalam berita pengunduran diri Marco Gobbetti, Burberry juga mengungkapkan bahwa sang CEO akan bertahan hingga akhir tahun kalender. Namun, ada kemungkinan CEO baru dapat ditetapkan pada periode penguncian yang ekstensif dalam peran mereka saat ini yang bisa berlanjut hingga 2022. Dengan kondisi tersebut, salah satu opsi yang bisa dipilih adalah kandidat internal untuk mengisi posisi tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada petunjuk mengenai pengganti Gobbetti sebagai CEO Burberry.

Pengunduran diri Gobbetti tak bisa dipungkiri menjadi kehilangan besar bagi Burberry. Pasca berita pengunduran dirinya terungkap, saham Burberry bahkan diberitakan mengalami penurunan hingga sebesar 6,6 persen. Meski demikian, tentu keputusan Gobbetti untuk kembali ke Italia dan tingga lebih dekat bersama keluarganya patut dihormati.

Meski mengundurkan diri dari posisi eksekutif tertinggi di Burberry, Marco Gobbetti tidak akan meninggalkan industri mode. Ia akan mengambil peran serupa dengan bergabung ke Salvatore Ferragamo yang merupakan perusahaan barang mewah asal Italia. Langkah ini tentu patut disambut antusias, mengingat Gobbetti tak hanya melanjutkan kemampuannya dalam industri namun juga tinggal lebih dekat dengan keluarganya.