google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Daftar Vaksin Covid-19 Mampu Mengalahkan Varian Delta

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu terakhir ini diyakini akibat paparan virus corona varian delta. Covid-19 varian delta ini pertama kalinya ditemukan di negara India pada bulan Oktober 2020 lalu.

Varian satu ini diyakini lebih mudah menular dan juga mampu menghindari respons imun tubuh yang diakibatkan oleh mutasi yang sudah terjadi. Selain itu juga, varian delta ini diperkirakan 40 lebih jauh lebih mudah menular jika dibandingkan dengan varian virus corona yang lainnya.

Dikarena lebih mudah menular serta menghindari dari sistem imunitas tubuh manusia, banyak kalangan yang mulai khawatir dengan varian delta ini mampu untuk mengurangi efektivitas vaksin virus corona. Ada kabar baik, ternyata terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang diyakini efektif dalam pencegahan infeksi virus corona varian delta.

Jenis Vaksin Covid-19 Yang Mampu Melawan Infeksi Virus Corona Varian Delta

Vaksin AstraZeneca dan juga Pfizer Inc dinilai cukup efektif dalam melawan virus corona varian delta sesudah diberikan dalam dua dosis suntikan. Otoritas kesehatan di Inggris pun menjelaskan bahwa kedua jenis vaksin ini ternyata mampu melindungi tubuh manusia dari infeksi seluruhnya.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca ini memiliki tingkat efektivitas sebesar 92 persen, sedangkan untuk suntikan vaksin Covid-19 Pfizer mempuyai efektivitas hingga 96 persen dengan dua dosis suntikan.

Oleh sebab itulah, sangat penting untuk bisa memeroleh dua dosis vaksin secepat mungkin agar bisa melindungi diri dengan maksimal dari semua jenis varian yang sudah ada. Studi yang telah dilakukan pada bulan Mei 2021 lalu menunjukkan bahwa kedua jenis vaksin tersebut terbukti efektif pada penyakit simtomatik dari virus corona varian delta sebanyak 33 persen sesudah tiga minggu pemberian dosis yang pertama.

Studi ini pun juag sudah menemukan bawah suntikan dari vaksin Covid-19 Pfizer adalah sebesar 88 persen terbukti efektif dalam dua minggu sesudah dosis suntikan kedua diberikan, dan dua dosis untuk vaksin AstraZeneca ini sekitar 60 persen efektif dalam melindungi tubuh manusia dari infeksi virus corona.

Meskipun demikian adanya, penelitian masih akan tetap berlanjut dan dilakukan untuk bisa menetapkan tingkay perlindungan terhadap kematian akibat dari varian delta. Para peneliti di negara Skotlandia sebelumnya sudah berhasil menemukan bahwa vaksin Pfizer ini mampu melindungi tubuh manusia dari infeksi virus corona hingga 92 persen pada varian alfa dan juga 79 persen untuk varian delta selama 14 hari sesudah dosis kedua diberikan.

Perlu Waspada Gejala Yang Muncul Akibat Infeksi Virus Corona Varian Delta

Virus corona varian delta ini sebelumnya diberikan lavel sebagai varian of interest (VOI). Setelah munculnya peningkatan dari penularan yang begitu signifikan terjadi serta semakin banyak pula negara yang telah melaporkan varian satu ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya meningkatkan status dari varian delta ini menjadi varian of interest (VOC).

Penderita infeksi virus corona varian delta di india pada umumnya sudah melaporkan gejala, mulai dari mual dan muntah, sakit perut, nafsu makan hilang, gangguan pada pendengaran, nyeri pada sendi. Selain itu juga, ada beberapa dari pengidap yang tengah mengalami pengumpalan darah kecil atau pun mikrotrombi.

Gejala – gejala di atas ini dapat menjadi semakin parah bahkan bisa beurujung pada kematian jaringan yang sedang berkembang menjadi gangrene. Adapun gangrene ini terjadi pada saat jaringan di dalam tubuh mengalami kematian akibat tidak adanya aliran dan pasokan darah dalam jumlah yang cukup. Akibat dari gangrene inilah, beberapa dari pasien harus rela diamputasi.

Walaupun jumlah kasus positif Covid-19 di India ini sedang menurun dalam beberapa waktu belakangan ini, komplikasi yang muncul pada para penderitanya masih tetap berlanjut. Mulai dari terjadi gangguan lambung yang cukup parah, gangguan pendengaran dan juga pembekuan darah yang mengarah kepada gejala gangrene.

Vaksin Pfiser Efektif 90 Persen Melawan Infeksi Varian Delta

Pfizer klaim bahwa vaksin buatannya efektif dalam melawan infeksi virus corona varian delta. Seperti yang diketahui, varian delta ini memang cukup membahayakan karena penularan virus yang sangat cepat.

Alon Rappaport, selaku direktur medis Pfizer di Israel, menyatakan bahwa efektivitas vaksin Pfizer ini pada varian delta bisa mencapai hingga 90 persen.

‘’Data yang sudah kami miliki hari ini, akumulasi dari hasil penelitian yang sudah kami lakukan di laboratorium dan juga termasuk data dari lokasi dimana varian delta ini berada, menunjukkan bahwa vaksin buatan kami ini cukup efektif hingga 90 persen dalam hal mencegah penyakit virus corona Covid-19,’’ jelas Alon Rappaport seperti yang dilansir oleh Hindustan Timer, pada hari Jumat 25 Juni 2021 lalu.

Virus corona varian delta ini juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama dari lonjakan kasus positif di India yang cukup mengkhawatirkan berbagai kalangan. Bahkan varian delta ini sudah berhasil menyebar ke sejumlah negara di seluruh dunia, termasuk pula di Indonesia.

Melihat efikasi yang dimiliki oleh vaksin Covid-19 Pfizer pada varian delta ini diyakini menjadi semangat baru bagi India supaya bisa melawan pandemi virus corona yang sedang terjadi.

Beberapa waktu ini, CEO Pfizer Dr. Albert Bourla menyatakan sudah berhasil menyelesaikan perjanjian dengan pemerintah India. Hal tersebut dilakukan supaya vaksin Pfizer ini bisa langsung segera dikirimkan ke salah satu negara dengan angka kasus Covid-19 terbanyak.

‘’Harapan kmai adalah bisa segera menyelesaikan seluruh persetujuan produk di india oleh otoritas perawatan kesehatan di india dan juga kesepakatan dengan pemerintah setempat, sehingga kami pun dapat mulai mengirim vaksinnya,’’ jelas Bourla.

Vaksin virus corona produksi Amerika Serikat, Pfizer, rencananya akan segera datang ke Indonesia pada bulan Agustus. Ada sebanyak 50 juta dosis vaksin Pfizer ini akan segera digunakan untuk akselerasi dari program vaksinasi nasional.

‘’Pfizer akan segera datang secara bertahap dan dimulai pada bulan Agustus,’’ jelas Juru bicara vaksinasi kementerian kesehatan RI Siti Ndia Tarmizi melalui pesan singkat pada hari Kamis 24 Juni 2021.

Vaksin Covid-19 Pfizer ini diberi nama BNT162b2 dengan berbasiskan teknologi messenger RNA atau mRNA yang bisa memicu tubuh manusia membentuk spike protein untuk bisa menciptakan antibodi dalam melawan infeksi virus corona.

Vaksin Covid-19 Pfizer juga sudah memeroleh persetujuan untuk penggunaan darurat dari FDA, Amerika Serikat sejak bulan Desember 2020 lalu.

Mengutip dari detikcom, berikut ini ada beberapa fakat seputar vaksin Covid-19 Pfizer.

  • Efikasi Vaksin Pfizer

Seperti yang dikutip dari laman resmi CDC, berdasarkan pada bukti uji klinis orang yang berumur di atas 16 tahun, vaksin Covid-19 Pfizer – BioNTech memiliki efektivitas 95 persen mencegah virus corona yang dikonfirmasi pada orang yang tanpa bukti infeksi sebelumnya.

Selain itu juga, dalam uji klini yang terpisah, vaksin Pfizer – BioNTech pun efektif dalam proses pencegahan virus corona pada remaja dengan rentang usia 12 hingga 15 tahun, serta dapat memicu respons imun pada orang yang berumur 12 sampai dengan 15 tahun ini setidaknya sekuat respon imun seperti pada orang berusia 16 hingga 25 tahun.

  • Kemungkinan Munculnya Efek Samping

Efek samping vaksin yang kerap kali dilaporkan, yang pada umumnya terhadi beberapa hari saja, seperti nyeri pada lokasi sekitar suntikan, rasa lelah, sakit kepala, nyeri pada otot, menggigil, nyeri pada sendi sampai demam.

Sebagai catatannya, lebih banyak lagi orang yang mengalami efek samping ini sesudah menerima dosis suntikan yang kedua dibandingkan dengan dosis yang pertama, jadinya sangat penting sekali pada penyedia dan juga penerima vaksinasi Covid-19 untuk berharap lebih bahwa besar kemungkinan ada beberapa efek samping setelah suntikan kedua diberikan.

  • Dapat Diberikan Untuk Kelompok Anak – Anak

FDA, Amerika Serikat juga telah memberikan persetujuan penggunaan vaksin virus corona produksi Pfizer bagi anak – anak dengan umur 12 sampai dengan 15 tahun. Vaksin Pfizer akan menjadi vaksin pertama di Amerika Serikat yang telah memeroleh izin penggunaan kepada anak – anak.

Keputusannya pun untuk memperluas rentang umur penggunaan yang telah diambil oleh FDA ini berdasarkan pada kajian data yang sudah dikirim oleh pihak Pfizer. Uji klinis pada akhir bulan Maret lalu, telah melibatkan sebanyak 2.260 anak dan juga remaja menunjukkan hasilnya bahwa efikasi 100 persen dan juga ditoleransi dengan sangat baik.

  • Mampu Melawan Infeksi Varian Delta dan Varian Kappa

Vaksin virus corona Pfizer ini sudah terbukti mampu untuk melawan varian delta dan juga varian kappan, jenis virus corona yang pertama kali dideteksi di india. Disebutkan juga bahwa vaksin Pfizer ini efektif sekitar 96 persen pada rawat inap yang diakibatkan oleh infeksi varian delta setelah mendapatkan dua dosis suntikan.

‘’Tidak ada bukti lolos yang lebih meluas, menunjukkan bahwa pada generasi vaksin yang sekarang ini akan memberikan perlindungan maksimal terhadap lineage B1617,’’ tulis para peneliti dalam laporan, mengutip dari Retures.