google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Dampak Negatif Saat Bayi Tidak Mendapatkan Imunisasi

Pentingnya imunisasi bagi anak

Bagi para orang tua, kesehatan anak akan selalu menjadi prioritas penting. Terlebih lagi akhir-akhir ini banyak mikroba jahat yang sering kali dapat memberikan dampak negatif bagi bayi. Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya hal negatif kepada kesehatan anak, kerap kali orang tua memberikan vitamin hingga rutin melakukan imunisasi pada saat masih bayi.

Imunisasi ini adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan tubuh kepada bayi dan juga anak terhadap penyakit. Proses dari imunisasi ini dengan menyuntikkan atau meminumkan vaksin yang berupa mikroba hidup yang sudah dimatikan atau dilemahkan.

Banyak dari anak-anak dan balita yang sudah melakukan vaksin kemudian mengalami gejala demam. Hingga kemudian hal ini menjadi pro dan kontra bagi sebagian kalangan masyarakat. Akan tetapi, dibalik itu semua ternyata imunisasi sangat penting untuk pencegahan berbagai macam penyakit berbahaya.

Lantas, bagaimana ketika anak yang tidak mau melakukan imunisasi? Sebenarnya apa dampak jikalau bayi tidak mendapatkan vaksin? Berikut ini adalah 5 dampak saat bayi tidak mendapatkan imunisasi.

Penyakit TBC

Dampak yang bisa dirasakan oleh bayi ketika tidak mendapatkan imunisasi ini adalah terkena penyakit Tuberculosis atau TBC. Untuk bisa mencegah penyaki TBC ini, sebaiknya bayi mendapatkan vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG).

Vaksin BCG ini bisa diberikan sejak bayi lahir, imunisasi inilah bertujuan untuk memberikan sistem kekebalan tubuh.

Untuk bisa memberikan vaksin tersebut pada bayi di atas umur 3 bulan, ada baiknya dilakukan saja terlebih dahulu uji tuberculin, dan juga BCG bisa diberikan kepada bayi ketika hasil dari tuberculin ini negatif.

Dapat Terpapar Penyakit Hepatitis B

Dampak bila bayi yang tidak memeroleh imuninasi berikutnya adalah besar kemungkinan bayi dapat terjangkit infeksi penyakit hepatitis. Jenis penyakut ini merupakan salah satu dari penyakit yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa bagi para penderitanya. Hal ini disebabkan infeksi penyakit hepatitis ini merupakan infeksi virus yang bisa menyerang organ.

Virus dari hepatitis B ini adalah jenis virus yang sangat membahayakan tubuh manusia. Apabila penyakit ini tidak langsung diatasi maka bisa berujung pada penyakit kanker hati.

Supaya bisa dapat mencegah terserang penyakit ini, maka sebaiknya bayi diberikan imunisasi HB sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Vaksin atau pun imunisasi hepatitis B atau HB yang pertama ini harus diberikan dalam kurun waktu 12 jam setelah bayi dilahirkan, lalu dilanjutkan dengan umur 1 bulan dan juga 3 sampai dengan 6 bulan. Jarak di antara kedua imunisasi hepatitis B ini minimal 4 minggu supaya bisa mencegah penyakit dari hepatitis B.

Penyakit Tetanus

Banyak dari orang masih belum begitu familiar dengan jenis penyakit satu ini, penyakit tetanus ini merupakan jenis penyakit akut dan kerap kali berakibat fatal yang disebabkan oleh bakteri Clostridium Tetani yang memproduksi toksin atau racun.

Racun inilah yang nanti bakalan menyebar ke dalam dan bisa mengganggu sistem saraf manusia. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya tegangan dan juga kekejangan pada otot sehingga otot ini berubah menjadi kaku.

Dapat Terkena Radang Selaput Otak

Apabila anak tidak mendapatkan imunisasi ketika masih bayi maka besar kemungkinan bayi bisa terkena penyakit radang selaput otak. Meningitis merupakan istilah dari penyakit radang selaput otak memang sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia.

Jenis penyakit satu ini bisa menyerang siapa saja tidak peduli usia, baik tua maupun bayi baru lahir. Langkah pencegahan kepada bayi supaya tidak terkena penyakit meningitis ini adalah dengan melakukan imunisasi HIB.

Vaksin atau imunisasi HIB ini akan diberikan sejak umur 2 bulan dengan jarak pemberian vaksin yang pertama ke vaksin selanjutnya adalah 2 bulan. Vaksin ini pun bisa diberikan secara terpisah atau pun melakukan kombinasi dengan vaksin yang lainnya.

Polio

Polio bisa menyerang kepada bayi yang tidak mendapatkan imunisasi. Penyakit polio ini pun merupakan suatu jenis infeksi virus yang sangat mudah sekali menular dan juga menyerang sistem saraf manusia, terlebih lagi kepada bayi yang belum pernah mendapatkan vaksinasi polio.

Penyakit polio ini pun bisa menyebabkan kelumpuhan pada seseorang dikarenakan virus tersebut mampu menyerang sistem saraf pusat.

Meskipun imunisasi satu ini hingga sekarang masih mengalami beragam tanggapan pro dan kontra, dikarenakan bisa menyebabkan bayi mengalami gejala demam sementara waktu. Namun, setidaknya kelima dampak saat bayi tidak mendapatkan imunisasi ini bisa segera diatasi. Ingatlah untuk rutin memberikan vaksin imunisasi kepada bayi.