google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Deddy Corbuzier Sempat Kritis Karena Badai Sitokin, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Setelah beberapa minggu off dari sosial media, Deddy Corbuzier kemarin kembali lagi dengan kabar terbarunya. Ia menyatakan baru saja berjuang melawan badai sitokin akibat Covid-19 yang pernah ia derita sebelumnya.

Badai sitokin ini adalah reaksi abnormal pada sistem imun tubuh. Sitokin ini memiliki peran sebagai alarm tubuh untuk bisa memerintahkan sistem imun melawan penyakit. Akan tetapi, jumlah dari sitokin yang terlalu banyak dapat membuat sistem imun ini akan bekerja dan menyebabkan peradangan cukup ekstrem.

Badai sitokin diketahui sebagai salah satu kondisi gawat bagi para pasien Covid-19. Bahkan pun cytokine storm ini menjadi salah satu penyebab seseorang bisa meninggal dunia. Untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak penjelasan lengkap kami di sini.

Mengena Sekilas Tentang Badai Sitokin

Badai sitokin atau cytokine storm ini merupakan suatu reaksi abnormal pada sistem imun tubuh yang akibatnya terlalu banyak memproduksi protein kekebalan, yang diberi nama sitokin. Kondisi ini pun bisa menyebabkan peradangan cukup hebat pada tubuh dan juga menyebabkan  kegagalan pada fungsi organ penting dalam tubuh.

Menurut National Cancer Institute, sitokin ini sebenarnya ialah komponen terpenting di dalam sistem imun yang memiliki tugas memberikan sinyal dan juga reaksi untuk bisa melakukan mekanisme pertahanan pada serangan penyakit tertentu.

Meskipun demikian, kadar sitokin yang berlebihan ini justru bisa membahayakan tubuh manusia. Pasalnya, pelepasan dari sitokin ini di dalam jumlah yang begitu banyak akan membuat sel – sel kekebalan terus akan mengirimkan sinyal yang bisa bahaya bila berlebihan sehingga dapat mengganggu kinerja sel normal.

Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya peradangan hebat tepat di area tubuh yang terpapar. Kondisi ini pun dapat berakibat fatal dan juga bisa meningkatkan risiko kematian jikalau tidak segera ditangani. Hal cukup parahnya pun badai sitokin ini dapat lebih berbahaya dibandingkan dengan penyakit utama yang sedang diderita.

Hubungan Badai Sitokin Dan Infeksi Virus Corona Covid-19

Lalu, apa hubungan antara badai sitokin dan infeksi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19? Seperti yang telah dijelaskan di atas, gangguan kesehatan satu ini bisa terjadi akibat dari abnormal respons sistem kekebalan tubuh manusia pada serangan penyakit tertentu.

Ketika virus corona ini menyerang organ paru – paru, sitokin juga akan langsung menuju pada organ pernapasan dan juga mengikatkan dirinya pada reseptor sel. Nantinya, sel – sel kekebalan dalam tubuh akan langsung menyusul ke organ paru – paru untuk mulai melakukan perlawanan pada virus tersebut.

Pada umumnya, sitokin ini bakalan berhenti bekerja ketika sel imun tubuh sudah tiba di organ paru – paru yang terinfeksi. Tetapi, khusus untuk kasus badai sitokin ini, protein pun akan terus mengirimkan sinyal yang dapat menyebabkan sel – sel kekebalan datang secara terus – menerus padahal infeksinya sudah mulai mereda.

Untuk kondisi normal, peradangan yang bisa saja terjadinya ini sebenarnya merupakan suatu tanda bahwa tubuh manusia sedang melakukan perlawanan terhadap penyakit. Tetapi, sel kekebalannya pun akan datang secara berlebihan dan akan membuat peradangan cukup ekstrem pada organ paru – paru.

Peradangan ini pun bahlan bisa tetap terjadi meskipun infeksi dari virusnya sudah berhasil teratasi. Menurut ahli virology dan imunologi dari Georgia State University, Mukesh Kumar, PhD, menjelaskan bahwa kondisi seperti ini bisa menyebabkan kematian pada sel dan juga jaringan dalam organ paru – paru.

Itulah yang menyebabkan badai sitokin ini begitu berbahaya bagi para penderita Covid-19 hingga harus mendapatkan penanganan medis khusus. Penyebab dari badai sitokin ini pun sampai sekarang ini masih belum diketahui.

Para ahli pun berpendapat bahwa kondisi satu ini berkaitan erat dengan penyakit autoimun, seperti halnya juvenile arthritis. Selain itu juga, adanya infeksi yang begitu serius dalam tubuh dan pengobatan muapun terau penyakit kanker ini disebut menjadi salah satu pemicu dari munculnya kondisi tersebut.

Adapun untuk ciri – ciri yang bisa dikenali dari badai sitokin ini, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengalami demam tinggi
  • Terjadi pembengkakan pada tubuh
  • Kulit menjadi memerah
  • Rasa lelah cukup ekstrem
  • Rasa mual
  • Untuk kasus yang cukup parah, badai sitokin ini bisa memicu terjadinya kerusakan pada organ penting dalam tubuh

Begini Cara Penanganan Bila Mengalami Badai Sitokin

Untuk pengobatan dari badai sitokin ini tergantung pada organ yang terdampak. Dalam kasus Covid-19 ini, para pasien pasti memerlukan ventilator guna membantu pernapasannya. Setelah itu juga, dokter pun akan memberikan obat melalui infus ke dalam tubuh pasiennya, seperti obat acremra.

Umumnya obat ini digunakan untuk mengobati penyakit rheumatoid arthritis. Actemra ini juga akan bekerja dengan cara menghambat reseptor sitokin IL – 6. Berdasarkan pada hasil uji klinis yang sudah dilakukan, obat ini terbukti ampuh untuk meredakan badai sitokin yang sedang diderita. Namun hingga saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Bagaimana Bisa Orang Sehat Seperti Deddy Corbuzier Dapat Terpapar Cytokine Storm?

Tentu saja kita kerap kali mendengar bahwa daya tahan tubuh manusia dapat membantu untuk mencegah penyakit Covid-19. Lalu, bagaimana dengan Deddy Corbuzier yang menjalani gaya hidup sehat tetapi tetap terpapar badai sitokin, hal tersebut tentu menjadi pertanyaan. Jikalau demikian adanya, untuk apa menjalani hidup sehat bila berujung pada terpapar badai sitokin?

Di dalam channel Youtube yang diunggah pada tanggal 22 Agustus 2021 lalu, Deddy Corbuzier melakukan wawancara dengan seorang dokter yang merawatnya, yaitu dokter Gunawan. Di sana pun dijelaskan bahwa setiap orang yang sedang terjangkit Covid-19 atau pun badai sitokin, mengingat penyebab utama dari kasus ini masih belum diketahui secara pasti.

Terlebih lagi, virus corona ini masih tergolong dalam virus yang baru. Penelitiannya pun masih terus dikembangkan dan juga bersifat dinamis. Akan tetapi, bukan berarti gaya hidup sehat yang diterapkan oleh Deddy Corbuzier ini sia – sia. Bahkan, dengan menerapkan gaya hidup inilah dapat menyelamatkannya dan bisa membuatnya mampu melewati fase kritis.

‘’Pola hidup yang sudah Anda jalani selamai ini, justur itulah yang sangat membantu dalam proses recovery nya. Bukan percuma atau sia – sia. Jadinya tidak perlu kecewa. Pada saat kemarin kami memberikan obat, tubuh Anda sudah merespons dari pengobatan ini sangatlah baik. Itulah sebabnya, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Anda dapat pulih kembali.’’ ujar dr. Gunawan.

Dalam podcastnya pun, Deddy pun ikut menyoroti kondisi paru – paru yang rusak parah, namun tetap dengan saturasi baik di angka 97 hingga 99. Dokter Gunawan juga menyebutkan bahwa kemungkinan ini dikarenakan kapasitas paru – paru yang besar diakibatkan olahraga yang selama ini sudah dijalani. Yang artinya adalah organ paru – paru ini bisa menampung oksigen dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Setiap orang yang berisiko terpapar virus corona, terlepas dari kondisi tubuh yang sehat. Hal ini dikarenakan cukup banyak faktor yang memengaruhinya. Meskipun demikian adanya, dengan menjaga pola hidup sehat tetap menjadi salah satu kunci terbaik.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan juga selalu disiplin protokol kesehatan pastinya penting dalam membantu proses penyembuhan sehingga tingkat gejala yang munculnya tidak begitu parah.

Hingga saat ini pun, para ahli masih terus mendalami dan melakukan penelitian terhadap sejumlah obat – obatan lainnya untuk bisa mencari tahu potensi dari obat tersebut dalam hal penanganan badai sitokin yang terjadi kepada para pengidap Covid-19.