Dipanggil ke Sidang MK Sebagai Saksi, Airlangga Hartarto Siap Datang

Airlangga Hartarto
Dipanggil MK sebagai saksi, Airlangga Hartarto siap datang ke persidangan.

cr photo: Media Indonesia.

Airlangga Hartarto menjadi salah satu dari empat menteri yang dipanggil MK sebagai saksi di sidang sengketa Pilpres 2024, sosok Ketum Golkar tersebut menyatakan siap hadir ke persidangan. Pada persidangan terbaru, pihak MK sendiri memang kemudian memutuskan untuk memanggil empat menteri yang ada di kabinet Presiden Joko Widodo. Dari keempat menteri tersebut salah satunya adalah Airlangga Hartarto yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Mengenai pemanggilan oleh MK sebagai saksi di persidangan sengketa hasil Pilpres 2024, Airlangga pun menyatakan bahwa dirinya siap bersedia untuk datang ke persidangan tersebut.

Seperti yang diketahui, salah satu hal yang kemudian menjadi polemik dalam persidangan sengketa Pilpres 2024 sendiri adalah mengenai kebijakan pemerintah, yaitu pemberian paket sembako menjelang hari pencobolosan suara yang jatuh di tanggal 14 Februari lalu. Pembagian paket bansos tersebut diduga sudah dimobilisasi oleh sejumlah pihak agar bisa memuluskan kemenangan salah satu paslon, dalam hal ini adalah paslon nomor urut 02 di Pilpres 2024. Salah satu pakar ekonomi menyebut hal tersebut sebagai politik gentong babi.

Akan hal tersebut, pihak Anies-Muhaimin dan juga Ganjar-Mahfud selaku pihak pemohon pun mengusulkan agar MK mau memanggil setidaknya empat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Setelah melihat semuanya, majelis hakim MK pun akhirnya mengabulkan usulan tersebut, di mana mereka lantas memutuskan untuk memanggil sekitar empat menteri. Keempat menteri tersebut antara lain adalah Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan juga Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Airlangga Hartarto Siap Hadir

Terkait pemanggilan ini, salah satu menteri sudah memberikan responnya, ia adalah Airlangga Hartarto yang merupakan Menko Bidang Perekonomian. Ketika ditemui di sebuah kesempatan, Airlangga menyatakan bahwa dirinya siap jika memang diminta harus datang ke persidangan. Namun sampai saat ini Airlangga masih menunggu undangan resmi dari MK agar dirinya bisa dengan pasti datang ke persidangan tersebut.

Sementara itu pihak MK yang diwakili oleh Juru Bicara mereka menjelaskan bahwa pihaknya memang sudah mengirimkan undangan ke semua menteri yang memang dipanggil ke persidangan. MK sudah secara resmi meminta agar para menteri datang ke persidangan yang akan digelar di hari Jumat (5/4/2024) mendatang. Pihak MK pun rencananya akan kembali mengonfirmasi kehadiran keempat menteri tersebut apakah bisa memberikan keterangan di persidangan.

Sementara itu dalam sebuah pernyataannya dalam persidangan sebelumnya, Ketua MK Suhartoyono mengatakan bahwa para menteri yang dipanggil tersebut dianggap penting kehadirannya pada persidangan untuk bisa memberikan keterangan mengenai perkara yang tengah dibahas. Keempatnya rencananya akan memberikan keterangan mengenai bansos pada persidangan tanggal 5 April mendatang.

Pernyataan Airlangga

“Ya Insya Allah akan hadir. Kami masih tunggu dulu panggilan MK-nya, baru nanti kami akan memberikan responnya. Tapi memang bagi pemerintah sendiri, semuanya kan sudah jelas, bahwa apakah itu APBN, ataukan itu bansos, ataupun hal lainnya yang dimaksud.” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/4/2024) dilansir melalui laman CNN Indonesia.

Persidangan sengketa Pilpres 2024 sendiri sudah merampungkan sidang sesi keduanya di hari Senin dan Selasa kemarin. Pada hari Senin kubu AMIN mendapatkan kesempatan menghadirkan saksi dan ahli serta alat buktinya ke persidangan, kemudian hal sama diberikan kepada kubu Ganjar-Mahfud di hari Selasanya. Di hari ini masih ada persidangan yang melibatkan KPU dan juga saksi dari pihak mereka.