google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

DKI Jakarta Memperketat Penggunaan Masker

Pergub DKI Jakarta Terkait Penggunaan Masker

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah mengeluarkan sebuah peraturan terbaru yang berkaitan dengan standard masker di wilayah DKI Jakarta.

Hal tersebut tertuang di dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.

Standard Penggunaan Masker Di DKI Jakarta Versi Terbaru

Adapun mengenai jenis yang telah diatur dalam Peraturan Gubernur atau Pergub ini adalah untuk masker medis dan masker kain yang sekarang sudah banyak sekali dipakai oleh masyarakat luas.

Berikut ini adalah standard masker di DKI Jakarta berdasarkan pergub yang baru :

  1. Kriteria Untuk Masker Bedah
  • Bacterial Filtration Efficiency lebih dari 98,
  • Particle Filtration Efficiency lebih dari 98, serta
  • Fluid Resistance Minimal 120 mmHg.

Dalam standard tersebut, adanya tiga kriteria ini yang harus terpenuhi di dalam masker bedah. Untuk yang pertama, efisiensi dari penyaringan bakteri di dalam masker tersebut lebih besar atau pun masa dengan 98.

Sementara itu, untuk efisiensi penyaringan partikel yang ada di dalam masker ini lebih besar atau pun sama dengan 98.

Sedangkan untuk yang terakhir ini adalah ketahanan masker terhadap cairan apapun minimal 120 mmHg.

2. Standard Masker Kain

Lalu, bagaimana standard yang diterapkan untuk masker kain? Setidaknya ada lima syarat yang sudah diatur dalam Peraturan Gubernur tersebut, di antaranya adalah :

  • Memakai bahan katun dengan memiliki lapisan paling sedikit sekitar 2 lapis,
  • Terdapat pengait telinga dengan memakai tali elastis atau pun tali non elastis, yang panjang untuk diikat ke bagian belakang kepala sehingga masker tersebut dapat pas di wajah dan tidak mengendur.
  • Kedua sisinya memiliki warna yang berbeda supaya dapat diketahui mana bagian luar dan mana bagian dalam masker.
  • Mudah untuk dibersihkan serta dicuci tanpa adanya perubahan pada warna serta ukuran masker.
  • Mampu untuk menutupi bagian hidung, mulut dan juga bagian bawah dagu dengan cukup baik.

Ada tanggapan dari dokter berkaitan dengan standard masker di wilayah DKI Jakarta ini. menurut dokter Astrid Wulan Kusumoastuti, intruksi berkaitan dengan masker dua lapis dari Gubernur Anies Baswedan ini sesuai dengan apa yang diarahkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan juga WHO.

‘’WHO juga disarankan untuk masker kain dua lapis ini. satu lapis masker ini absorbent pada bagian dalam masker dan juga satu lapis non-absorbent pada bagian luar masker, tetapi di tengah masker ini memiliki satu lapis filter,’’ jelasnya.

Adapun beberapa panduan dari pemilihan masker kain yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh WHO ini di antaranya adalah :

  • Ketika memakai masker, pastikan Anda bisa bernapas dengan cukup mudah.
  • Disarankan untuk tidak menggunakan masker yang hanya memiliki satu lapisan saja.
  • Pemilihan kain masker yang dapat mudah dicuci dengan kualitas tinggi suhu secara teratur.

Sementara itu, untuk masker ini harus mempunyai beberapa lapisan wajib yang ada di dalamnya, dari jenis kain masker serta komposisi :

  • Lapisan dalam bahan penyerap, seperti halnya kapas.
  • Lapisan bagian tengah dari bahan yang bukan tenunan, seperti halnya polypropylene.
  • Lapisan bagian luar masker dari bahan non penyerap, seperti halnya campuran polyester atau pun polyester.

Penting Untuk Mematuhi Standard Masker DKI Jakarta

Dalam Peraturan Gubernur yang terbaru ini, warga yang tidak mengikuti aturan tersebut akan dikenakan denda sebanyak 250 ribu rupiah. Denda ini terbilang cukup besar dan diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar jera dan memathui aturan yang sudah ada.

Akan tetapi, sebenarnya fokus bukan terletak pada nominal denda yang ditentukan. Kepatuhan masyarakat inilah harus dilandasi dengan penuh kesadaran dalam hal pencegahan penyebaran virus corona lebih lanjut lagi.

‘’Standar masker ini memang penting untuk dipatuhi. Jikalau masker yang tidak bisa memberikan perlindungan secara maksimal dari risiko penularan maka penyebaran dari virus corona juga dapat terjadi lagi,’’ jelas dokter Astrid Wulan.

‘’Ada baiknya untuk pemerintah juga sudah mengadakan sosialisasi bagaiamana cara mencuci masker dan penyimpanan masker kain dengan benar. Kalau pun menyesuaikan dengan arahan dari WHO, semisalnya dicuci menggunakan air panas, lalu harus dicuci setidaknya sehari satu kali,’’ tambah dokter Astrid lagi.

Peraturan gubernur ini sudah mengatur standard masker di DKI Jakarta memang sangat penting untuk dipatuhi oleh seluruh masyarakat.