google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Dosis Berbeda Bagi Anak–Anak Untuk Vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech

Dosis vaksin covid-19 pfizer berbeda untuk anak-anak

Sekarang ini, Pfizer tengah melakukan upaya untuk tahapan uji coba vaksin buatan mereka dan disuntikkan kepada anak – anak. Rencananya pemberian dosis vaksin Pfizer bagi anak – anak ini akan dijadwalkan pada akhir bulan Oktober 2021 mendatang di Inggris.

Bagi anak berusia 5 hingga 11 tahun, vaksin Pfizer ini sudah menunjukkan efek yang cukup baik. Bisa dipastikan bahwa vaksin Covid-19 untuk anak – anak tersebut ternyata memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan vaksin bagi kalangan remaja hingga dewasa.

Berikut ini kami sudah merangkum dari berbagai sumber mengenai perbedaan dosis vaksin Pfizer BioNTech untuk anak – anak

Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer Untuk Anak Relatif Lebih Rendah

Dalam tahapan uji coba tersebut, para peneliti vaksin Pfizer melihat anak – anak yang mempunyai sistem kekebalan tubuh berbeda dengan orang dewasa.

Setelah mengetahui hal ini, peneliti pun melakukan pengujian dari berbagai dosis vaksin kepada anak – anak dengan rentang usia 5 hingga 11 tahun.

Fakta mengejutkan dari hasil uji klinis tersebut menemukan bahwa anak – anak yang mempunyai respons imun cukup kuat, bahkan dengan dosis vaksin yang relatif lebih rendah.

Sehingga, anak – anak dengan usia di bawah 12 tahun besar kemungkinannya hanya akan memeroleh dosis vaksin sekitar 10 mikrogram saja. Jumlah tersebut tentu berbeda dengan orang dewasa yang mendapatkan suntikan dosis 30 mikrogram.

Efek Samping Minimal Bila Dosis Vaksin Lebih Rendah

Berdasarkan pada penelitian di atas, untuk anak – anak yang berusia di bawah 12 tahun dengan begitu rendah sekitar 10 mikrogram saja, namun hasilnya cukup baik dalam memberikan perlindungan tubuhnya.

Dari hasil uji coba dosis yang relatif rendah untuk anak – anak ini akan memberikan perlindungan yang begitu baik, seperti halnya dengan dosis 30 mikrogram bagi orang dewasa. Selain itu pun, pemberian dosis rendah ini bisa mengurangi efek samping yang mungkin saja akan muncul.

Melansir dari The New York Times, sejauh ini pun vaksin Pfizer terlihat cukup aman dan juga efektif kepada anak – anak dengan usia sekitar 5 hingga 11 tahun. Efek sampingnya pun kepada anak – anak tergolong sangat ringan, atau pun dapat dikatakan sama dengan orang dewasa.

Efek samping yang sudah dilaporkan berkisar pada rasa sakit di lokasi bekas suntikan, sakit kepala serta rasa lelah. Demam dan juga menggigil tidak biasanya terjadi, hanya sekitar 10 sampai 11 persen saja bagi anak – anak yang mengalaminya.

Sementara itu, efek sampingnya pun tidak akan berlangsung lama. Dari laporan yang sudah ada, efek sampingnya pun hanya akan terjadi selama 1 sampai 2 hari setelah disuntikan dosis vaksin Pfizer. Lalu, anak – anak pun bisa kembali ke kondisi yang normal seperti biasanya.

Banyak pula orang tua yang mungkin merasa khawatir dengan efek samping dari vaksin Covid-19 yang begitu berat, seperti kondisi peradangan jantung langka yang dikenal dengan istilah miokarditis. Untuk kejadian ini pun bisa dilihat pada vaksin Pfizer dan Moderna bagi kalangan orang dewasa.

Akan tetapi, kasus tersebut sangatlah langka. Bisa dikatakan hanya terjadi 1 dari 100 ribu, yang artinya adalah kondisi itu 99 persen tidak bakalan terjadi.

Anak Boleh Mendapatkan Vaksin Pfizer Barengan Dengan Vaksin Flu Dan Imunisasi Lainnya

Bagi anak – anak yang sudah mendapatkan suntikan dosis vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech, mereka pun masih tetap bisa memeroleh vaksinasi yang lainnya sesuaikan dengan jadwal pemberiannya. Hal tersebut ternyata tidak akan menimbulkan masalah berarti.

Satu – satunya batasan ialah bila anak sedang menerima vaksin virus yang hidup, seperti halnya campak dan juga cacar air.

Kemungkinan untuk vaksin ini akan diberikan jarak kurang lebih selama satu bulan. Sedangkan untuk vaksin flu bisa langsung diberikan dengan vaksin virus corona.

Vaksin Covid-19 memang begitu pentingnya bagi anak – anak. Tidak menutup kemungkinan anak – anak pun bisa saja mengembangkan infeksi virus corona di dalam tubuhnya. Mereka pun bisa saja mengalami gejala infeksi yang sama seperti orang dewasa.