google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Dosis Tambahan Vaksin Pfizer Diprioritaskan Pada Lansia Usia 65 Tahun Keatas

katadata

Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, secara resmi memberikan izin suntikan dosis penguat atau pun booster vaksin Pfizer BioNTech Covid-19. Pemberian dosis ketiga ini rencananya akan diberikan enam bulan sesudah mendapatkan suntikan dua dosis lengkap vaksin virus corona.

Akan tetapi, tidak semua orang bisa menerima suntikan dosis penguat vaksin Covid-19 Pfizer. Ada beberapa kriteria yang telah ditentukan, salah satunya yang bisa diberikan suntikan dosis penguat ini adalah lansia yang berumur di atas 65 tahun.

Izin Vaksin Booster Pfizer Bagi Para Lansia Usia Di Atas 65 Tahun

Sebelum pemberian izin untuk vaksin penguat atau booster Pfizer lansia ini masih menunggu tinjauan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC). Tetapi, pada Jumat 24 September 2021 lalu, Rochelle Walensky selaku direktur CDC sudah menandatangani rekomendasi tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian booster penguat vaksin Covid-19 ini nantinya akan diberikan pada tiga kelompok yang diyakini cukup rentan terpapar virus corona. Begitu pula dengan kelompok yang memiliki penyakit parah jikalau terinfeksi SARS – CoV – 2.

Ketiga kelompok tersebut ialah lansia dengan umur di atas 65 tahun, para penghuni panti jompo dan juga orang dewasa setidaknya 50 tahun yang memiliki kondisi medis mendasarinya.

Kemudian, CDC pun sudah mengeluarkan panduan bagi penerima booster penguat vaksin Covid-19 Pfizer, yakni orang dewasa yang mempunyai kondisi medis tertentu atau pun berisiko cukup tinggi untuk terinfeksi virus corona.

Bagi mereka yang mempunyai risiko tinggi akan masuk ke dalam kategori sebagai orang yang tinggal atau pun bekerja di lokasi lingkungan rentan terhadap paparan virus corona.

Semisalnya bagi para penyedia layanan kesehatan dan kelompok yang berada di dalam lapas tahanan. Para pekerja yang lainnya mungkin mempunyai risiko tinggi untuk terpapar virus corona, termasuk para pegawai toko dan juga guru.

Alasan Booster Vaksin Pfizer Diprioritaskan Bagi Lansia

Para peneliti Pfizer sudah mengobservasi, kekebalan seseorang akan mengalami penuruan setelah enam bulan memeroleh dosis lengkap vaksin Covid-19. Sehingga, bagi mereka yang berumur di atas 65 tahun pun jadi suatu hal yang mesti diwaspadai.

Sebelumnya pun, para analisis dari CDC sudah menunjukkan bahwa pemberian dosis booster vaksin Covid-19 pada orang berumur di atas 65 tahun ini akan jauh lebih bermanfaat, jika dibandingkan kepada para kelompok usia yang lebih muda.

Di dalam analisis tersebut, dr Megan Wallace dari CDC pun mengatakan bahwa imunisasi satu juta orang dengan umur di atas 65 tahun akan bisa mencegah 8 ribu kasus Covid-19 serta 2.080 rawat inap selama kurang lebih enam bulan.

Memang ada risiko terbesar dari vaksinasi Covid-19 berbasis mRNA Pfizer ini yakni suatu kondisi berupa peradangan jantung yang dikenal dengan nama miokarditis.

Akan tetapi, kasus tersebut bisa dikatakan kejadian langka. Dikarenakan hanya ada satu kasus miokarditis yang diperkirakan terjadi kepada satu juta orang yang sudah divaksinasi.

Jadinya, hal tersebut tidak menjadi kendala dalam pemberian dosis penguat bagi kelompok lansia usia di atas 65 tahun. Para peneliti juga melihat banyak manfaat dari booster vaksin yang jauh lebih besar dibandingkan dengan efek samping yang mungkin saja terjadi.

Apakah Indonesia Menerapkan Kebijakan Yang Sama?

Seperti yang sudah diketahui bahwa Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat juga sudah menyetujui untuk pemberian dosis booster vaksin penguat Covid-19 Pfizer bagi kelompok lansia.

Tetapi, hal tersebut masih menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Khusus untuk di Indonesia sendiri pemberian dosis penguat ini bagi para lansia masih belum dilaksanakan.

Salah satu lembaga yang menolak pemberian dosis penguat bagi kelompok lansia ialah ACIP atau Advisory Committees on Immunization Practices), Amerika Serikat.

Sebagain dari anggota ACIP pun telah berpendapat bahwa langkah yang diambil ini justru bisa menguras sumber daya vaksin Covid-19.

Di Indonesia, masih belum diketahui secara pasti pemberian dosis penguat bagi kelompok lansia atau pun untuk umum, dikarenakan masih belum mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI. Sekarang ini, booster vaksin Covid-19 hanya akan diberikan kepada para tenaga kesehatan saja.