google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer

vaksin pfizer
Vaksin Covid-19 Pfizer

Inggris sudah mulai program vaksinasi Covid-19 dengan vaksin yang telah mereka kembangkan yaitu Pfizer BioNTech, pada hari Selasa 18 April 2021 lalu. Vaksin Covid-19 Pfizer ini untuk pertama kalinya diberikan kepada seorang lansia berumur 91 tahun, Margaret Keenan.

Sementara itu, Ratu Elisabeth II 94 tahun beserta dengan sang suami Pangeran Phillip 99 tahun juga ikut serta menerima vaksinasi tersebut. Hal ini tentu dilakukan dalam rangka mendorong seluruh lapisan masyarakat disana untuk mau melakukan vaksinasi Covid-19.

Meskipun begitu, akhir – akhir ini beredar kabar yang kurang baik. Seperti yang diketahui, ada dua orang relawan vaksin yang mengalami alergi setelah disuntikkan vaksin pfizer.

Mengenal Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer

Dilansir dari Reuters, pihak regulator pengobatan Inggris sudah melarang para warganya yang memiliki riwayat alergi serius ataupun signifikan untuk disuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer. Perintah ini muncul pada saat terdapat dua orang yang menunjukkan reaksi alergi setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 Pfizer.

Dua orang ini diketahui termasuk para staf Layanan Kesehatan Nasional itu yang ternyata memiliki riwayat alergi cukup parah. Dengan menimbangkan kondisi kesehatan tersebut, ada larangan yang langsung diberikan kepada para warga Inggris yang sedang mengalami kondisi serupa.

Sampai saat ini, masih belum diketahui secara pasti penyebab munculnya reaksi alergi tersebut. Pihak dari Pfizer juga masih mengatakan orang dengan memiliki riwayat alergi parah terhadap vaksin ini ataupun bahkan bahan dari calon vaksin sendiri sudah dikeluarkan dalam uji klinis yang terakhir.

Reaksi alergi ini disebutkan besar kemungkinannya disebabkan oleh adanya komponen vaksin Pfizer bernama polietilena glikol atau PEG yang akan membantu menstabilkan suntikan. PEG ini diketahui tidak terdapat pada jenis vaksin Covid-19 yang lainnya.

‘’Sementara ini sangat disarankan bagi orang yang mempuntai riwayat alergi cukup berat agar tidak diberikan vaksin ini, ataupun dikenal dengan nama reaksi anafilaksis,’’ jelas dokter Alvin Nursalim.

Anafilaksis merupakan suatu alergi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang bisa berakibat fatal mengancam jiwa. Sementara itu, menurut American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, anafilaksis ini bisa menyebabkan pembengkakan pada tenggorokan, kesulitan bernapas, hingga susah menelan.

‘’Seiring dengan pemantauan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan jika ada imbauan selanjutnya. Semua ini tergantung dari temuan yang ada di lapangan,’’ tambahnya lagi.

Temuan reaksi yang muncul ini telah memengaruhi kebijakan dari beberapa negara. Otoritas Amerika Serikat, sudah mempertimbangkan ulang rencana vaksinasi yang akan menggunakan vaksin Pfizer.

Moncef Slaoui, selaku pelopor pengembangan vaksin di pemerintahan Amerika Serikat juga berharap reaksi alergi yang ditemukan di Inggris ini bisa menjadi pertimbangan dalam proses otoritas di negeri Paman Sam tersebut.

Sementara itu juga, orang dengan reaksi alergi yang relatif parah justru tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin Pfizer sampai ditemukannya solusi efek samping dari vaksin tersebut.

Munculnya Efek Samping Dari Vaksin Covid-19 Pfizer Berbeda – Beda

Vaksin virus corona Pfizer selama ini termasuk ke dalam golongan vaksin unggul dikarenakan sudah memiliki efektivitas hingga 95 persen. Vaksin tersebut juga sudah menggunakan teknologi terbaru yang belum pernah digunakan dalam pembuatan vaksin manusia sebelumnya, yaitu mRNA atau messenger-RNA.

Dalam tahapan uji yang telah dilakukan, beberapa dari para relawan juga mengaku telah mengalami gejala efek samping. Sebagai contohnya adalah Gleen Deshield usia 44 tahun, relawan vaksin asal Texas yang sudah merasakan efek samping seperti halnya terasa mabuk berat sesudah disuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer.

Ada juga Carrie usia 45 tahun asal Missouri, yang mengalami gejala sakit kepala, demam serta nyeri tubuh sesudah disuntikkan vaksin Pfizer dosis pertama. Efek samping yang dirasakan ini justru semakin memburuk setelah suntikkan dosis kedua.

‘’Masing – masing orang tentu memiiki respon berbeda terhadap jenis vaksin yang berbeda – beda. Layaknya seperti reaksi alergi bisa ada yang terdeteksi, bisa pula ada tetapi tidak mengalami gejala apapun,’’ jelas dokter Alvin.

‘’Perbedaan dari sistem imun seseorang ini tentu sangat beragam karena itulah respons juga dapat berbeda pula,’’ tambahnya lagi.

Vaksinasi memang menjadi salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Akan tetapi, sebelum mendapatkan jenis vaksin yang sudah dipastikan aman, haruslah kita menaati protokol kesehatan yang berlaku.