google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Efektivitas Masker Katup Terhadap Paparan Virus Corona

Efektivitas Masker Katup

Penggunaan dari masker katup atau pun masker dengan ventilasi ini masih menjadi salah satu pilihan untuk sebagian orang demi melindungi diri sendiri dari paparan virus corona yang bisa menyebabkan penyakit Covid-19.

Lantas apakah benar masker jenis satu ini tergolong efektif dalam hal pencegahan penularan serta penyebaran virus corona?

Selama masa pandemi Covid-19 ini melanda seluruh belahan dunia, masker menjadi salah satu perlengkapan dari protokol kesehatan yang wajib selalu digunakan oleh semua orang apabila hendak bepergian keluar rumah atau pun sedang merawat orang yang sakit.

Untuk sekarang ini sudah ada beberapa jenis masker yang dapat digunakan oleh semua orang, di antaranya adalah masker kain, masker N95 dan juga masker bedah.

Akan tetapi, ada sebagai orang yang lebih memilih menggunakan masker yang sudah dilengkapi dengan ventilasi atau pun katup. Alasannya pun sederhana yaitu memiliki model bagus serta lebih mudah dan nyaman untuk bernapas.

Bagaimana Efektivitas Masker Yang Memiliki Katup Atau Ventilasi?

Beberapa dari institusi kesehatan dunia, seperti WHO dan juga CDC, memang tidak merekomendasikan penggunaan masker katup atau pun berventilasi ini untuk kegiatan sehari – hari.

Makser katup ini pada umumnya sering kali digunakan oleh para pekerja dalam bidang industri, dikarenakan katup atau pun ventilasi maskernya ini mampu untuk menyaring debu, polusi maupun partikel kecil yang lainnya. Selain itu juga, masker katup ini juga bisa mempermudah pemakainya untuk bernapas lebih lega dari sebelumnya.

Meskipun demikian adanya, masker katup atau pun ventilasi ini tidak dapat menyaring hembusan napas secara baik. Hal ini pula yang bisa memungkinkan percikan air liur atau pun lendir dihembuskan dapat mengapai orang lain serta berpotensi besar untuk menyebarkan virus corona.

Selain itu pun, masker yang memiliki ventilasi ini juga biasanya hanya terbuat dari satu lapisan saja. Padahal, salah satu dari kriteri masker yang cukup baik digunakan agar bisa mencegah penyebaran virus corona ialah dengan masker yang mempunyai tiga lapisan di dalamnya.

Apakah Masker Berkat Ini Dapat Dipakai Untuk Mencegah Virus Paparan Corona Covid-19?

Penularan dari virus corona yang terjadi melalui droplet atau pun percikan air liur dalam tubuh, seperti halnya ketika bersin, batuk, maupun berbicara bisa diatasi dengan pemakaian masker. Beberapa lapisan yang ada di dalam masker ini mampu menangkap partikel kecil dan juga mencegah penularan maupun ditularkan dari orang lain.

Akan tetapi, penggunaan dari masker pun terkadang membuat seseorang merasakan tidak nyaman bila dipakai dalam waktu yang relatif lama, saat cuaca panas, atau pun ketika sedang olahraga.

Dikarenakan hal tersebut, sering juga orang akan memakai masker yang bisa menutupi dagu, mulut dan juga hidung, namun masih tetap ingin bernapas dengan lega sehingga pemilihan menggunakan masker dengan katup pernapasan atau valve.

Dilansir langsung dari CDC atau Centes for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, katup pernapasan atau pun valve yang ada pada masker ini ternyata tidaklah cukup dalam mencegah tetesan pernapasan para penggunanya bocor.

Katup ini pun bisa memungkinkan udara atau partikel kecil yang dihembuskan ini keluar melalui katup tersebut, sehingga berpotensi untuk menyebarkan virus corona. Karena alasan inilah, WHO maupun CDC tidak memberikan rekomendasi penggunaan masker yang memiliki katup atau pun ventilasi pernapasan.

Sebagai penggantinya, CDC dan WHO pun sudah memberikan rekomendasi memakai jenis masker lainnya sebagai penganti dari masker berventilasi ini. Tidak harus memakai masker medis atau pun masker bedah, masker kain juga bisa selalu digunakan selama masker kain ini masih memiliki bahan yang sudah dianjurkan.

Apabila Anda memilih memakai masker untuk pencegahan penyebaran virus corona, sebaiknya tidak menggunakan masker yang mempunyai katup atau pun ventilasi udara dikarenakan masker ini memang dipergunakan oleh pekerja lapangan supaya tidak menghirup debu ketika bekerja.

Kesimpulan yang dapat di ambil ialah masker berkatup atau ventilasi ini memang tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai alat pelindung diri dalam hal pencegahan paparan virus corona. Masker ini juga tidak dapat melindungi penggunanya dari infeksi virus tersebut dan juga melindungi orang lain.

Wajib diingat adalah fungsi masker memang bukan untuk menjaga diri sendiri saja melainkan bagi orang di sekitar. Anda pun bisa beralih memakai masker dengan jenis yang lainnya.

Masker yang sudah direkomendasikan sekarang ini adalah masker dobel, yakni masker bedah yang pertama, lalu masker kain lapisan yang kedua. Penggunaan masker dobel ini bisa mencegah penularan Covid-19 hingga 96,4 persen.

Selain itu juga, kita semua harus selalu menerapkan protokol kesehatan dengan begitu ketat, seperti menghindari kerumunan, selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta ikuti program vaksinasi Covid-19.