google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fakta Dari Vaksin Sinopharm Booster Untuk Mengatasi Varian Baru Virus Corona

Vaksin Sinopharm Booster
vaksin Sinopharm sebagai booster

Salah satu kendala efektivitas vaksin adalah adanya mutasi terbaru dari virus corona. Karena hal tersebut, banyak dari para ahli yang berpendapat masyarakat seluruh dunia sedang membutuhkan sebuah booster vaksin yang mestinya sudah diberikan setiap tahunnya. Kondisi yang seperti ini sebenarnya hampir sama dengan vaksin flu. Vaksin ini hanya akan memberikan perlindungan selama kurang lebih satu tahun dan harus disuntikkan lagi pada tahun berikutnya. Dari sekian banyaknya pilihan vaksin yang ada saat ini, vaksin Sinopharm disinyalir akan menjadi booster untuk dapat melawan mutasi virus corona.

Bagaimana Kemampuan Dari Vaksin Sinopharm?

Dilansir dari Reuters, China National Pharmaceutical Group atau Sinopharm sedang melakukan penelitian lebih lanjut lagi, apakah dosis penguat diperlukan di tengah kekhawatiran masyarakat muncul karena varian baru dari virus corona yang mengalami mutasi. Mereka mengkhawatirkan jika vaksin sekarang yang sudah banyak beredar memberikan respons yang cenderung lebih lemah atau bahkan kurang bisa memberikan perlindungan terhadap mutasi baru virus corona.

Hasil inilah yang di dapatkan oleh para ilmuwan Sinopharm untuk sementara ini adalah vaksin booster menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan titer atau pun jumlah konsentrasi antibodi penawar dan juga persistensi antibodi di dalam tubuh manusia. Hasilnya adalah mereka mengklaim jika vaksin produksinya efektif untuk melawan mutasi baru virus corona.

Meskipun untuk hasil sementara ini terbilang cukup memuaskan, dari pihak Sinopharm sendiri masih belum mengetahui apakah masyarakat di seluruh dunia memerlukan booster vaksin ataukah tidak. Mereka juga masih belum menentukan kapan sebaiknya booster vaksin ini bisa diberikan. Pihak Sinopharm akan menunggu hasil dari studi klinis fase ketiga yang akan datang.

Antibodi yang dipicu oleh kedua produk vaksin virus corona Sinopharm mempunyai efek penetralan yang terbilang cukup baik pada varian Inggris dan juga Afrika Selatan. Hal tersebut diketahui setelah para peneliti memeroleh hasil dari tes lab menggunakan sampel darah dari para peserta uji klinis.

Sekarang ini uji coba di lab tengah dilakukan untuk dapat melihat apakah vaksin Sinopharm ini berhasil menangkal varian dari Brazil dan juga Zimbabwe. Dari sisi yang lainnya, efek dari antibodi ini akan diberikan oleh vaksin Sinovac Biotech menurun terhadap varian baru yang diidentifikasi di Afrika Selatan.

Untungnya vaksin mereka berhasil menghambat varian virus corona asal Wuhan masih memberikan respons yang kuat terhadap varian baru dari Inggris. Sinovac juga akhirnya mengimpor varian dari Brazil ini sebagai bahan penelitian dan pengembangan lanjutan untuk vaksin tersebut. Untuk sementara ini, mereka masih fokus pada studi pada varian yang berasal dari Afrika Selatan.

Hampir sama seperti Sinopharm, pihak Sinovac juga sedang melakukan uji klinis terhadap booster vaksinnya di China. Diperkirankan, para peserta akan memeroleh dosisi yang ketiga kalinya ini kurang lebih sekitar delapan bulan setelah menerima suntikan dosis yang kedua.

Untuk varian virus corona baru yang berasal dari Afrika Selatan ini termasuk dalam salah satu jenis yang menimbulkan ancaman lebih besar dibandingkan dengan varian yang lainnya. Bahkan, antibodi yang sudah dihasilkan oleh satu dosis vaksin CanSinoBIO telah menunjukkan hasil berupa penurunan empat kali lipat ketika memblokir varian tersebut. Padahal untuk efek pelemahan oleh varian yang lainnya tidak separah itu.

Apakah Booster Vaksin Virus Corona Benar – Benar Dibutuhkan?

Mengutip dari laman resmi Department of Health Australia, masih belum diketahui butuh berapa lama perlindungan vaksin virus corona ini akan bertahan. Untuk uji klinis sekarang ini sedang dilakukan agar dapat mengetahui apakah kita benar – benar membutuhkan dosis penguat tiap tahun ataukah tidak.

Hal yang sangat penting dilakukan sekarang ini adalah setiap orang terlebih dahulu harus mendapatkan dua dosis vaksin dari jenis yang sama sesuai dengan jadwal pemberiannya. Dengan pemgembangan vaksin Covid-19 setiap harinya, sangat wajar bila banyak pula pertanyaa serta kekhawatiran yang muncul.

Dokter Valda Garcia juga mengatakan, ‘’Pada dasarnya, vaksin booster ini bertujuan supaya membantu untuk menghadapi virus corona yang mengalami mutasi baru. Akan tetapi, kita masih harus menunggu terlebih dahulu penelitian terbaru yang lebih pasti terkait dengan efektivitasnya.’’

Hingga sekarang ini, vaksin Sinopharm masih disuntikkan sebanyak dua kali dengan rentang waktu sekitar 21 hari. Dosis yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk satu kali suntikan ialah 0,5 ml.