google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fakta Penting Mengenai Vaksin Astrazeneca CTMAV547 Yang Diberhentikan Sementara Waktu di Indonesia

Kabar cukup mengejutkan datang di tengah – tengah pelaksanaan dari pemberian vaksin dengan jenis AstraZeneca CTMAV547 kepada masyarakat Indonesia. Pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan sementara waktu penggunaan dari vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ini sebagai salah satu upaya dari kewaspadaan dan kehati – hatian dari pemerintah.

Tentu saja, hal tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi bingung, terlebih dahulu bagi mereka yang baru saja memeroleh vaksin dosis pertama dan masih menunggu jadwal untuk melengkapi dosis kedua. Pada kenyataannya, Kemenkes RI sudah menginformasikan bahwa vaksin yang diberhentikan sementara waktu untuk penggunaannya hanya vaksin yang berasal langsung dari batch CTMAV547 saja. Yang artinya adalah vaksin AstraZeneca untuk batch lainnya masih bisa digunakan untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi, Kemenkes RI menjelaskan jika penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca untuk masyarakat masih akan tetap dilanjutkan dan berjalan seperti biasa karena memberikan manfaat yang begitu besar.

Berikut ini ada beberapa fakta penting mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca batch CTMAV547 yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat di Indonesia :

  1. Sekitar Lebih Dari 400 Ribu Dosis

Berdasarkan data yang dihimpun dari COVAS Facility, setidaknya ada sekitar 448.480 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang sudah masuk ke dalam batch CTMAV547 dari total keseluruhan 3.853.000 dosis vaksin yang sudah diterima oleh Indonesia pada bulan April lalu.

2. Sudah Tersebar Ke Beberapa Daerah di Indonesia

Berdasarkan keterangan langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, vaksin Covid-19 AstraZeneca yang sudah termasuk ke dalam batch tersebut sudah disebarluaskan ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, dua di antaranya adalah ke provinsi DKI Jakarta dan juga Sulawesi Utara.

3. Sedang Dalam Proses Pengujian Sterilitas dan Toksisitas

Kadang masih banyak masyarakat yang menanyakan mengapa vaksin AstraZeneca batch tersebut diberhentikan sementara waktu. Ternyata untuk sekarang ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) tengah melakukan uji sterilitas dan juga toksisitas pada vaksin Covid-19 AstraZeneca bacth tersebut. Tujuan dari penggujian yang dilakukan oleh BPOM ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungannya antara penggunaan vaksin batch tersebut dengan laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang cukup serius.

Kemenkes RI pun memastikan bahwa hanya vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang penggunaannya diberhentikan sementara waktu sambil menunggu hasil dari pemeriksaan dan juga pengujian lanjutan dari BPOM RI. Kemungkinan untuk proses ini pun memerlukan waktu sekitar satu sampai dengan dua minggu lamanya.

4. Tidak Ada Hubungannya Dengan Kasus Pembekuaan Darah

Penggunaan vaksin Covid-19 AstraZenecaa kepada seluruh masyarakat memang masih menimbulkan berbagai kontroversi. Hal ini berkaitan dengan laporan kasus KIPI hingga merenggut nyawa seseorang dewasa tidak lama setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut. Tentu saja, masyarakat dalam hal ini pun semakin dibuat ragu untuk mengikuti program vaksinasi, meskipun dikatakan efektivitasnya lebih baik untuk dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Akan tetapi, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa penghentian penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca batch CTMAV547 ini memang tidak ada kaitannya dengan kematian pemuda tersebut. Dr. Nadia pun menampik bahwa proses kematian dari si penerima vaskin ini terjadi secara mendadak, sementara itu untuk kasus pembekuan darah sendiri membutuhkan waktu kejadian selama 5 sampai dengan 7 hari.

Meskipun demikian, masih belum bisa dipastikan pula mengenai penyebab dilakukannya penghentian sementara waktu penggunaan dari vaksin AstraZeneca kepada masyarakat. Tentu saja, ini pun tidak bisa lepas dari faktor keamanan.

Selalu Menerapkan Protokol Kesehatan

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah dengan kita selalu menerapkan protocol kesehatan secara ketat setiap saat, terlebih lagi ketika Anda harus keluar rumah. Ingat, vaksin ini tidak sepenuhnya memberikan perlindungan kepada tubuh dari ancaman infeksi virus corona, terlebih dengan munculnya beragam mutasi virus yang sangat cepat.

Pastikan untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan dengan air dan sabun, serta jauhi dari kerumunan. Hindari juga berkumpul di lokasi banyak orang, jaga jarak dengan orang lain dan tidak perlu keluar dari rumah jika tidak mendesak.