google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fakta Seputar Penyakit Endemik Malaria yang Wajib Dilihat

Malaria merupakan salah satu dari jenis penyakit yang kerap kali dijumpai di sejumlah negara di kawasan Afrika, Amerika Tengah, Asia Selatan dan juga Amerika Selatan.

Penyakit satu ini tergolong serius disebabkan oleh gigitan nyamuk pembawa parasit malaria yang mana dapat membuat tubuh penderitanya mengalami demam tinggi dan juga menggigil.

Berikut ini, kami sudah merangkum dari berbagai sumber mengenai fakta seputar penyakit malaria yang perlu Anda ketahui.

Cek Fakta Tentang Penyakit Endemik Malaria

Penyakit malaria ini tidak bisa menular dari satu orang ke orang yang lainnya atau pun berdekatan dengan para penderita. Penyakit ini pun disebabkan oleh gigitan nyamuk malaria yang dapat menimbulkan infeksi kepada pengidapnya.

Mayoritas dari infeksi penyakit malaria ini biasanya menimbulkan gejala awal yang hampir sama seperti penyakit flu, di antaranya adalah menggigil, demam tinggi dan juga nyeri pada otot. Gejala – gejala inilah yang datang dan pergi dalam sebuah siklus.

Akan tetapi, beberapa dari jenis penyakit malaria pun dapat pula menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius, seperti halnya kerusakan pada organ ginjal, jantung, paru – paru hingga otak.

Berikut ini ada sejumlah faktar mengenai penyakit malaria yang wajib Anda ketahui supaya bisa membantu untuk mencegah terpapar penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

1. Beberapa dari parasit malaria kebal terhadap obat

Fakta pertama dari penyakit malaria, ada sejumlah atau beberapa parasit yang menyebabkan penyakit malaria ini ternyata kebal terhadap obat. Ada sekitar dua jenis parasit yang sudah dikonfirmasi kebal dengan obat malaria, yakni Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum.

Infeksi dari parasit Plasmodium falciparum pertama kalinya berkembang di sekitar kawasan Asia Tenggara, Amerika Selatan dan juga Oseania pada akhir tahun 1950 dan di awal 1960. Bukan hanya kebal terhadap klorokuin saja, parasit tersebut juga resisten terhadap kina, meflokuin, sulfadoksin/primetamin, serta halofantrine.

Sedangkan untuk malaria Plasmodium vivax ini pertama kalinya dideteksi pada tahun 1989 pada seorang warga Australia yang bepergian ke Papua Nugini. Penyakit tersebut sudah diidentifikasi di Ethiopia, Asia Tenggara dan juga Madagaskar.

Plasmodium falciparum ini bisa menyebabkan infeksi yang cukup parah hingga berujung pada kematian jikalau tidak segera diobati. Di sisi lainnya, Plasmodium vivax yang ada di dalam tubuh selama bertahun – tahun tanpa menyebabkan timbulnya penyakit.

2. Nyamuk malaria lebih aktif pada malam atau pun dini hari

Pada saat malam tiba atau pun menjelang subuh, nyamuk malaria ini akan lebih mudah untuk Anda temukan dan mulai menyerang, ditambah lagi bila Anda selalu menghabiskan waktu di luar ruangan.

Nyamuk anopheles betina yang menyebabkan penularan penyakit malaria pun lebih aktif menggigit mangsanya sekitar jam 9 malam hingga jam 5 pagi. Oleh karena itulah, beberapa orang pun memilih tidur dengan menggunakan kelambu yang sudah diberikan insektisida pada malam harinya supaya bisa mencegah penyakit malaria.

3. Malaria parasit mampu membunuh sel darah

Pada saat Anda sudah tergigit oleh nyamuk malaria, maka parasit pada malaria pun bakalan masuk ke dalam darah dan menginfeksi sel hati.

Parasit tersebut akan berepoduksi di dalam sel hati pengidapnya, yang nantinya bisa membuat parasit baru lainnya memasuki sistem peredarah dan dan juga meninfeksi sel darah merah.

Pada akhirnya pun, sel darah yang sudah terinfeksi bakalan rusak dan parasit akan berpindah ke bagian sel darah yang lainnya yang belum terinfeksi.

4. Ibu hamil lebih mudah terpapar penyakit malaria parah

Selain anak kecil, orang lanjut usai, dan orang – orang yang mempunyai masalah kesehatan lainnya, ibu hamil juga sangat rentan terpapar infeksi malaria. Hal tersebut dikarenakan sistem imunitas tubuh dari ibu hamil cenderung lebih rendah.

Infeksi penyakit malaria selama kehamilan juga bisa menimbulkan efek yang lebih buruk kepada ibu maupun janin. Adapun efek yang dimaksud seperti ibu akan mengalami anemia, persalinan prematur, kehilangan janin atau keguguran, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, dan juga risiko cukup tinggi berujung pada kematian.

5. Kasus infeksi malaria sudah mengalami penurunan

Fakta berikutnya ialah kasus dari penyakit malaria di tanah air sudah mengalami penurunan sejak tahun 2010 hingga 2020. Berdasarkan pada data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kasus positif penyakit malaria mencapai sekitar 465,7 ribu di tahun 2010, sedangkan pada tahun 2020 kasus positifnya mengalami penurunan menjadi 235,7 ribu saja.

Bahkan, berdasarkan pada capain endemisitas per provinsi di tahun 2020 lalu, ada tiga provinsi yang sudah berhasil mencapai 100 persen eliminasi malaria. Adapun provinsi tersebut di antaranya ialah Jawa Timur, Bali dan juga DKI Jakarta.

Walaupun demikian adanya, masih ada juga sejumlah daerah di Indonesia dengan catatan kasus penyakit infeksi malarian yang tinggi. Oleh sebab itulah, Anda pun mesti tetap melakukan berbagai macam langkah guna mencegah terhindar dari paparan penyakit malaria.

Cara Pencegahan dari Penyakit Malaria

Mengingat infeksi penyakit malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, maka Anda pun mesti melindungi diri dan keluarga dengan cara :

  • Jika diperlukan gunakan kelambu di atas tempat tidur agar terhindar dari nyamuk,
  • Semportkan insektisida atau pun piretrin di kamar sebelum tidur malam hari
  • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang bila Anda berada di luar ruangan pada malam hari, serta
  • Selalu oleskan lotion anti nyamuk pada kulit tubuh yang tidak tertutup oleh pakaian.