Fakta Terbaru Seputar Konflik Perang Rusia VS Ukraina

Konflik Perang Rusia VS Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini masih terus berlanjut selama kurang lebih 2 setengah bulan. Dalam konflik tersebut, Rusia dilaporkan juga sudah mulai kembali menggerakan sejumlah pasukannya agar dapat memasuki kawasan Ukraina Utara. Mengutip dari CNN Internasional, pada hari Rabu, 12 Mei 2022 lalu, berikut ini ada sejumlah perkembangan dan fakta terbaru dari konflik Rusia VS Ukraina.

Intelijen AS sebut perang akan semakin memanas

Avril Haines selaku Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat menjelaskan gambaran suram dan juga ketidakpastian mengenai fase serangan dari Rusia ke Ukraina. Ia juga menjelaskan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS perang tersebut akan sulit sekali untuk diprediksi sebagian sebab Presiden Rusia, Vladimir Putih sedang menghadapi ketidak sesuaian antara ambisi dan kemampuan militer konvensional Rusia yang sekarang.

44 jasad ditemukan di Kharkiv

Ada sebanyak 44 jasad dari warga sipil yang berhasil ditemuka di puing – puing bangunan lima lantai yang berada di kota Izium, yang sekarang ini sedang berada di bawah kendali pasukan Rusia. Informasi tersebut berdasarkan pemaparan dari kepala wilayah Kharkiv administrasi militer.

Mobilisasi dilakukan oleh pasukan Rusia-Belarus

Viktor Gulevich selaku Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menjelaskan bahwa Belarus bakal mengerahkan pasukan khususnya ke perbatasan Ukraina. Hal tersebut juga didorong oleh hadirnya pasukan Amerika Serikat yang berdekatan langsung dengan negara sekutu Rusia tersebut.

‘’Guna memastikan keamanan Republik Belarus di bagian selatan, pasukan unit dari pasukan operasi khusus telah dikerahkan dalam tiga arah strategis,’’

Di sisi lainnya, Angkatan Bersenjata Ukraina juga sudah menjelaskan bahwa Rusia sudah mengirimkan sebanyak 500 tentara dari kawasan yang telah diduduki di wilayah Donetsk dan Luhansk ke utara menuju ke wilayah Kharkiv.

Rusia berhasil mencuri biji – bijian

Badan Intelijen Kementerian Pertahana Ukraina menjelaskan bahwa biji – bijan yang dicuri oleh tentara Rusia di sejumlah daerah pendudukan telah dikirimkan ke luar negeri.

Direktorat Intelijen pun mengklaim bahwa ‘’sebagian besar biji gandum yang sudah dicuri dari Ukraina berada di dalam kapal kargo kering di bawah bendera Rusia di kawasan Mediterania. Tujuan yang paling memungkinkan ialah Suriah. Biji gandum tersebut mungkin akan diselundupkan dari sana ke bagian negara lainnya di kawasan Timur Tengah.’’

Rencana Jerman operasikan kembali kedutaan di Kyiv

Annalena Baerbock selaku Menteri Luar Negeri Jerman telah mengumumkan bahwa akan segera membuka kembali lagi kedutaannya di Kyiv, Ukraina. Hal tersebut sudah disampaikan dalam kunjungannya di ibu kota Ukraina, Kyiv.

Ukraina tewaskan 10 Jenderal Rusia

Letnan Jenderal Scott Berrier selaku Kepala Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat menjelaskan bahwa Kyiv sudah membunuh sebanyak delapan sampai sepuluh jenderal Rusia selama konflik kedua negara tersebut berlangsung. Angka ini memang terbilang sangat jauh melebihi dari jumlah jenderal Amerika Serikat yang hilang selama kurang lebih 20 tahun masa konflik di Afganistan.

‘’Ukraina sudah membunuh antara delapan dan sepuluh dari jenderal Rusia selama masa konflik yang sedang berlangsung tersebut,’’ jelasnya kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat pada hari Selasa lalu.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat pun sudah menghubungkan angka yang cukup tinggi tersebut sebagian dengan dukungan intelijen yang diberikan oleh Washington. Selain itu juga, mereka pun meyakini bahwa para Jenderal Rusia terlalu maju begitu jauhnya.

Menteri Keuangan AS: Rusia alami inflasi hingga 20 persen

Janet Yellen selaku Menteri Keuangan Amerika Serikat turut menjelaskan bahwa pada hari Selalu lalu sanksi dari Barat sudah memberikan pukulan yang begitu kuat bagi perekonomian Rusia setelah melakukan serangan ke Ukraina.

‘’Inflasi di negara Rusia mungkin saja sudah berjalan hingga 20 persen pada tahun ini,’’ jelas Yellen. Di sisi lainnya, Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan kepada Kongres ikut menambahkan informasi bahwa adanya perkiraan ekonomi Rusia bakal berkontraski sekitar 10 sampai 15 persen.

Jumlah pengungsi dari Ukraina capai 8 juta jiwa

IOM atau Organisasi Internasional untuk Migrasi menjelaskan tercatat ada sebanyak 8 juta warga Ukraina yang telah mengungsi. Survei terbaru ini dilakukan pada tanggal 29 April dan 3 Mei, mendapatkan hasil bahwa 63 persen dari pengungsi internal ialah perempuan. Ada lebih dari 50 persen pengungsi memiliki anak, 55 persen merupakan kelompok lanjut usia, dan 30 persen orang – orang dengan penyakit kronis.

‘’Kebutuhan dari para pengungsi yang terlancar dan semuanya sedang terkena dampak dari perang di Ukraina selalu meningkat tiap jamnya,’’ jelas Direktur Jenderal IOM Antonio Vitorino.

Finlandia menyatakan bergabung dengan NATO

Pemerintah Finlandia sudah membuat keputusan untuk bergabung ke pakta pertahanan NATO. Hal tersebut terjadi setelah Finlandia melihat adanya ancaman besar dari negara Rusia sesudah serangan Moskow ke Ukraina.

‘’Untuk kali pertamanya, mayoritas masyarakat Finlandia sudah mendukung untuk bergabung bersama NATO,’’ jelas Pekka Haavisto selaku Menteri Luar Negeri Finlandia.

Hal tersebut senada dengan ucapan dari Duta Besar Finlandia untuk NATO, Klaus Korhonen. Ia menjelaskan dukungan kepada Finlandia untuk bergabung menjadi anggota NATO ialah hasil dari perubahan yang cukup drastis dalam segi keamanan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Jerman terus mendukung Ukraina

Dmytro Kuleba selaku Menteri Luar Negeri Ukraina memuji tanggapan untuk Jerman selama masa perang dengan Rusia, dengan mengatakan bahwa Jerman sekarang sudah bergerak ke arah yang benar menyusul ketengangan yang terjadi antara Berlin dan Kyiv.

‘’Kami sudah melihat posisi Jerman yang terus berkembang dengan isu – isu paling penting saat ini. Posisi tersebut bergerak ke arah yang benar,’’ jelas Kuleba kepada awak media di Berlin, pada hari Kamis.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, pemerintah Jerman dan juga Kanselir Olaf Scholz mendapatkan tekanan dari Ukraina serta politisi dalam negeri sebab tidak membuat cukup hal untuk membantu Ukraina dalam mempertahankan diri selama berkonflik dengan Rusia.

Pada akhir bulan April lalu, Jerman pun setuju untuk mengirimkan sejumlah tank anti pesawat Gepard ke kawasan Ukraina dan pada minggu lalu juga menjelaskan bakal memasok tujuh hiwitzer self propelled untuk Ukraina.

Sementara itu, Berlin juga sudah menegaskan kembali kepada Kremlin berhubungan dengan pengumuman dari Rusia untuk menjatuhkan sanksi kepada 31 perusahaan energi asing yang mana merupakan aksi balasan atas hukuman Barat atas tindakan invasi Rusia ke Ukraina.

Wakil Kanselir sekaligus Menteri Ekonomi Robert Habeck juga telah menuduh Rusia sedang menggunakan energi sebagai senjata andalan guna menekan pihak Eropa.

Eropa lebih fokus pada impor produk Ukraina

Uni Eropa memberi usulan untuk segera membangun aksi solidaritas khususnya untuk kegiatan ekspor barang – barang hasil pertanian dari Ukraina guna membantu meringankan blokade produk dikarenakan serangan oleh Rusia. Uni Eropa pun menjelaskan bahwa hal satu ini bisa mengancam ketahanan pangan secara global.

‘’Ada ribuan truk yang telah terjebak di sisi Ukraina dari banyak perbatasan Uni Eropa, dengan waktu selama 16 hari guna melewati meningkatnya menjadi 30 hari di sejumlah perbatasan.’’

Amerika Serikat: Rusia melakukan penyiksaan pada tahanan Ukraina

Amerika Serikat menyebutkan bahwa pihak Rusia sudah mengirimkan beberapa ribu warga Ukraina guna diproses melalui pusat penyaringan. Hal tersebut dilakukan supaya bisa mengetahui kesetiaan warga pada Ukraina.

‘’Cukup banyak saksi mata yang sudah menunjukkan bahwa pusat penyaringan tersebut membutuhkan penyiksaan dan juga aksi pemukulan guna menentukan apakah mereka tetap setia sebagai warga negara Ukraina,’’ jelas Michael Carpenter selaku Duta Besar AS untuk Organisasi Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE).

Rusia serang sekolah, Ibu Negara Ukraina murka

Olena Zelenska selaku ibu negara Ukraina dan istri dari Presiden Zelensky, menjelaskan bahwa Rusia sudah melakukan pembantaian kepada anak – anak di negara mereka. Hal tersebut dijelaskan setelah terjadi sebuah serangan Rusia yang tepat mengenai sekolah dan asrama di kota Novhorod Siversky, serta menewaskan sebanyak tiga orang dan 12 lainnya mengalami luka – luka.

‘’Malam ini tentara Rusia sudah menembakkan roket dari sebuah pesawat ke sekolah dan sarana di kota Novhorod Siversky, wilayah Chernihiv. Tim penyelamat sekarang ini sedang bekerja ekstra di sana, namun kami telah mendapat kabar ada 3 orang tewas dan 12 luka,’’ jelasnya.

‘’Pihak Rusia yang mengaku hanya akan melakukan penyerang pada instalasi militer, ternyata mengobarkan perang pada anak – anak. Faktanya, mereka sudah mengobarkan perang melawan masa depan kita.’’

Ia pun menambahkan bahwa menurut Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina, ada sekitar 1.635 lembaga pendidikan di sana yang terdampak serangan dan penembakan dengan 126 hancur total.