google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fashion for Good Meluncurkan Proyek Sorting for Circularity

(Foto: ecotextile.com)

Bukan rahasia lagi bahwa industri mode mulai berlomba-lomba dalam menghadirkan koleksi yang berkelanjutan dan lebih peduli lingkungan. Sejumlah rumah mode bahkan mulai menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan dapat didaur ulang untuk menghadirkan koleksi yang lebih berkelanjutan. Misi ini juga dilakukan oleh Fashion for Good, sebuah platform untuk inovasi mode berkelanjutan. Fashion for Good telah meluncurkan proyek Sorting for Circularity untuk mendorong daur ulang tekstil.

Proyek ini juga melakukan analisis limbah tekstil yang komprehesif dengan menggunakan teknologi Near Infrared (NIR). Teknologi inovatif tersebut dapat memetakan kemampuan pendaur ulang tekstil secara akurat. Penelitian ini kemudian akan mengarah pada platform digital yang terbuka untuk mencocokkan jenis limbah tekstil dari penyortir dengan pendaur ulang.

(Foto: fashionforgood.com)

Proyek menarik yang dilakukan oleh Fashion for Good ini memperoleh pendanaan katalitik yag disediakan oleh Laudes Doundation. Sejumlah mitra merek juga turut memfasilitasi proyek tersebut, seperti Adidas, Bestseller dan Zalando, serta Inditex sebagai mitra eksternal. Kemudian mitra lain, seperti Arvind Limited, Birla Cellulose, Levi Strauss & Co, Otto dan PVH Corp berpartisipasi sebagai bagian dari kelompok kerja yang lebih luas.

Sementara itu, Circle Economy memipin pembuatan dan penerapan metodologi proyek ini. Refashion juga turut terlibat dalam menlai komposisi limbah. Kedua organisasi tersebut saling mendukung untuk membangun pengalaman luas mereka dari proyek sebelumnya yang serupa, misalnya saja Proyek Serat Interred serta analisis komposisi tekstil.

(Foto: fibre2fshion.com)

Melalui analisis tersebut kemudian akan memberikan gambaran yang paling representatif mengenai komposisi limbah tekstil yang dihasilkan di Eropa. Fashion for Good dan Circle Economy akan bekerja sama dalam memetakan kemampuan pendaur ulang tekstil saat ini dan di masa depan pada lingkup kawasan tersebut.

Fasion for Good dan Circle Economy juga akan menjelaskan mengenai kesenjangan penting antara industri pemilahan dan daur ulang. Begitu pula inovasi, perubahan kebijakan, serta investasi yang diperlukan dalam upaya percepatan sirkularitas. Hasil dari penelitian ini kemudian akan memungkinkan pemilah untuk ambil bagian dalam bertindak melalui dukungan pada platform digital yang dapat mencocokkan limbah tekstil yang dimiliki dengan pendaur ulang.

(Foto: fashionforgood.com)

Organisasi lingkungan terakreditasi Prancis Extended Producer Responsibility (EPR), Refashion, yang merupakan mitra proyek utama juga memberikan masukan ke dala metodologi serta memimpin kalibrasi pemindai NIR. Dalam proyek Sorting for Circularity ini, Refashion menyelaraskan proyek tersebut dengan studi mereka sendiri di Prancis untuk memastikan metodologi dan temuan nantinya dapat dibandingkan, distandarisasi, serta diterapkan dalam skala yang lebih besar untuk memberikan pengaruh yang signifikan.

“Tujuan dari proyek 18 bulan ini adalah untuk menciptakan hubungan yang lebih erat antara penyortir tekstil dan pendaur ulang tekstil; merangsang pasar daur ulang untuk tekstil yang tidak diinginkan yang dapat menghasilkan aliran pendapatan baru bagi penyortir,” ungkap Katrin Ley, Direktur Pengelola Fashion for God. “Untuk mencapai sistem melingkar, dibutuhkan pasar akhir baru untuk tekstil yang tidak dapat digunakan kembali, dengan infrastruktur dan sistem pencocokan digital yang dapat mendukung kegiatan penyortir dan pendaur ulang,” tambahnya.

Menariknya, proyek Sorting for Circularity dari Fashion for Good ini berhasil menyatukan penyortir tekstil industri terbesar di kawasan Eropa Barat. Sebut saja Boer Group, TEXAID, I:CO (bagian dari SOEX Group), dan JMP Wilcox (bagian dari Textile Recycling International). Tentu upaya mulia untuk menghadirkan industri mode yang berkelanjutan ini patut diapresiasi, disambut dengan antusias, dan tentunya didukung untuk mewujudkan dunia mode yang lebih baik dan ramah lingkungan.