google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fashion Spotlight: Co-Founder Vans Tutup Usia – Bethany Williams Dinobatkan sebagai Pemenang British Fashion Council

fashion spotlight
Fashion spotlight : Co-Founder Vans Tutup Usia (Foto: minews.id)

Dunia fashion internasional memang tak pernah berhenti menyuguhkan berita menarik dalam perkembangannya. Di pertengahan bulan Mei ini hadir kembali sejumlah informasi terhangat yang sayang dilewatkan para penggemar mode dunia. Mulai dari berpulangnya co-founder Vans, hingga terungkapnya pemenang British Fashion Council. Simak berita selengkapnya di fashion spotlight berikut!

1. Co-Founder Vans Tutup Usia

paul van doren
Paul Van Doren (Foto: sneakerjagers.com)

Paul Van Doren yang merupakan salah satu pendiri merk sepatu Vans meninggal dunia. Co-founder merk sepatu Vans ini meninggal dunia pada usia 90 tahun. Paul sendiri juga dikenal sebagai desainer LA yang menciptakan alas kaki ikonik pada tahun 1966 yang kemudian banyak dicintai oleh para pemain skateboard dan peselancar. Kehadiran alas kaki rancangannya kemudian menjsdi bagian integral subkultur sejak saat itu. Paul dan saudaranya, James, memulai perusahaan setelah bekerja sama sebagai produsen sepatu selaa bertahun-tahun.

Sepatu pertama yang dijual seharga $ 2,49 atau sekitar Rp35 ribu saja dan ia berhasil menjual 12-14 pasang sepatu pada hari pertama pembukaan. Perwakilan dari Vans pun mengungkapkan peran Paul semasa hidup untuk mengenangnya. “Paul bukan hanya seorang pengusaha; dia adalah seorang inovator. Eksperimen berani Paul dalam desain produk, distribusi, dan pemasaran, bersama dengan bakatnya dalam angka dan efisiensi, mengubah bisnis sepatu keluarga menjadi merek yang diakui secara global.”

2. Bethany Williams Memenangkan British Fashion Council

bethany williams
Bethany Williams (Foto: msn.com)

Bethany Williams dinobatkan sebagai pemenang inisiatif British Fashion Council dan Vogue’s Designer Fashion Fund. Desainer asal London ini berhasil menunjukkan karya-karya yang menggabungkan hasrat untuk keberlanjutan dan juga filantropi. Ia juga berhasil memadukan gaya mode yang maju dengan perusahaan sosial.

“Sebagai desainer, kami adalah pemecah masalah. Kami ingin memberikan sistem alternatif untuk produksi fesyen, karena kami percaya refleksi fesyen terhadap dunia dapat menciptakan perubahan positif,” ungkap Bethany pada Vogue. Sebagai hadiah kemenangan, desainer asal London ini mendapatkan dana sebesar £ 200.000 yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Sementara itu di posisi kedua ditempati oleh Supriya Lele yang menghadirkan karya minimalis 90-an dan grunge, sangat terinspirasi oleh asuhannya di Inggris.

3. Kolaborasi Miu Miu dengan Levi’s

fashion spotlight kemitraan miu miu dan levi's
Kemitraan Miu Miu dan Levi’s (Foto: insidedenim.com)

Merek pakaian Miu Miu melakukan kerja sama dengan Levi’s untuk menghadirkan rangkaian denim yang berkelanjutan. Kedua merk ini akan meluncurkan koleksi denim yang luar biasa dan menarik untuk dimiliki. Dalam kampanye peluncurannya, sejumlah model papan atas turut ambil bagian, misalnya saja Emma Corrrin, Lila Grace Moss, dan Georgia Palmer.

Para model menampilkan potongan-potongan dengan latar belakang kosong yang kemudian dipotret oleh Johnny Dufort. Sejumlah koleksi Miu Miu, misalnya saja Upcycled yang ditata ulang dari jeans 501 yang ikonik dan jaket Trucker dengan lapisan hiasan bunga, hati, kristal, dan mutiara. Setiap koleksinya hadir dengan gaya khas Miu Miu yang berbeda. Koleksi ini semakin spesial, karenasetiap item pakaiannya dibuat dari item favorit dari koleksi Levi’s.

Menariknya koleksi-koleksi ini hadir dengan inspirasi yang diambil dari tahun 80-an dan 90-an. Sebut saja kerah renda raksasa, lengan puff, dan duchesse sutra gading yang menutupi tepinya, serta bunga sulaman kecil menghiasi ruang denim. Sesuai dengan keunggulan koleksi berkelanjutannya, tidak akan ada dua item pakaian yang sama. Koleksi kolaborasi Miu Miu dan Levi’s dapat dibeli secara online dan offline di toko mulai dengan harga $ 980 atau sekitar Rp 14 juta hingga $ 5.800 atau sekitar Rp 83 juta.

4. Kolaborasi Iris Apfel dengan Zenni Eyewear

ikon fashion iris apfel
Iris Apfel (Foto: missbish.com)

Ikon mode asal Amerika Serikat, Iris Apfel akan berkolaborasi dengan Zenni Eyewear untuk meluncurkan koleksi kaca mata spesial. Kolaborasi ini terasa istimewa karena menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Iris yang ke-100. Wanita asal New York ini memang dikenal dengan gaya ikonik yang selalu disertai dengan kacamata di setiap kesempatan.

Menjadi ikon gaya di seluruh lingkaran mode, Iris bahkan menandatangani kontrak dengan agensi IMG Models pada 2019 silam di usianya yang ke-97. Iris telah mengumpulkan serangkaian kacamata yang kemudian dijuluki sebagai Iris Apfel Edit. Telah menjadi ciri khasnya, wanita yang juga aktif sebagai pengusaha dan desainer interior ini menyampaikan kecintaanya kepada kacamata. “Saya suka aksesori, dan menurut saya kacamata benar-benar bisa membuat pakaian,” jelasnya.

“Saya mengumpulkannya jauh sebelum saya membutuhkannya. Bagi saya, kacamata menginspirasi atau menyempurnakan semua penampilan saya. Kita semua tidak boleh ingin terlihat sama, dan kacamata adalah cara yang fantastis untuk menemukan gaya unik Anda sendiri dan mengubah segalanya, ” tambahnya. Tersedia lima desain kacamata yang dapat dibeli, termasuk kacamata dengan spesifikasi hitam bulat yang menjadi ciri khas Iris Apfel. Ada pula rangkaian kacamata Mini Iris yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Demikian sejumlah berita terhangat dari dunia mode internasional. Kira-kira informasi mana yang menarik bagi Anda? Agar selalu update berita seputar fashion, pastikan untuk selalu menyimak informasi terbaru di fashion spotlight!