google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fashion Spotlight: Nordstrom Meluncurkan Pop-up Levi’s – Velasca Milano Dibuka di New York City

Nordstrom Meluncurkan Pop-up Levi’s – Velasca Milano Dibuka di New York City (Foto: yahoo.com)

Fashion spotlight kembali hadir dengan sejumlah berita menarik seputar mode internasional. Mulai dari peluncuran pop-up Levi’s oleh Nordstorm, hingga dibukanya toko baru Velasca Milano di New York City. Yuk, simak ulasan berita selengkapnya di fashion spotlight berikut ini!

1. Nordstrom Meluncurkan Pop-up Levi’s

Nordstrom Meluncurkan Pop-up Levi’s (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Peritel mewah asal Amerika, Nordstorm, telah meluncurkan pengalaman pop-up baru dengan memperkenalkan dunia Levi’s yang menampilkan denim sebagai kanvas. Ini merupakan bagian dari seri pop-up peritel tersebut yang bertajuk “Pop-In@Nordstorm”. Pelanggan dapat berkunjung dan menikmati pengalaman menyenangkan tersebut hingga tanggal 17 Oktober dengan koleksi eksklusif dari Collina Strada, Melody Ehsani dan Thompson Street Studio bersama label Levi’s Authorized Vintage dan Levi’s Red di toko Nordstrom terpilih serta toko online di Nordstrom.com/pop.

Barang-barang dari Levi’s Red mencakup pilihan gaya klasik yang diciptakan kembali dengan kain berkelanjutan dan bentuk modern. Sementara Levi’s Authorized Vintage mencakup gaya pilihan tangan yang disesuaikan dan dihidupkan kembali dengan memberikan karya ulang kepada pelanggan dari masa lalu. Toko pop-in juga akan menampung aksesoris, lilin, dan dekorasi rumah dari A Bronze Age, DMC, Primecut dan banyak lagi. Pop-up dibuka di sembilan lokasi Nordstrom, termasuk di Texas, California, dan New York, serta di Kanada di Toronto dan Vancouver.

“Kami sangat senang bermitra dengan Levi’s musim gugur ini untuk versi terbaru Pop-In@Nordstrom,” kata Olivia Kim, VP proyek kreatif dan rumah di Nordstrom. “Saya telah lama mengagumi warisan merek mereka yang kuat dan kami bangga menggunakan kemitraan ini sebagai platform untuk merek-merek baru yang dipimpin oleh wanita seperti Collina Strada, Melody Ehsani, dan Thompson Street Studio untuk mengekspresikan sudut pandang mereka yang berbeda dengan menciptakan karya unik yang kami tahu pelanggan Nordstrom akan menyukainya,” tambahnya.

2. Velasca Milano Dibuka di New York City

Velasca Milano Dibuka di New York City (Foto: mr-mag.com)

Merek sepatu asal Italia, Velasca Milano, telah membuka tokonya di New York City dengan lokasi pertama di 250 Elizabeth Street di SoHo. Toko tersebut disebut sebagai “Bottegas”, nama yang di Italia menunjukkan toko-toko artisanal kota kecil, di mana hubungan antara klien dan pengrajin bersifat pribadi dan jauh melampaui penjualan satu kali. Toko di New York City ini merupakan toko fisik kedua belas yang dimiliki Velasca dengan lokasi lain termasuk Milan, Roma, Florence, Turin, Bologna, Palermo, London, dan Paris.

Di dalam toko, pelanggan akan menemukan potongan unik dari sejarah produksi Italia, serta beberapa maket sepatu yang dibuat dengan tangan di awal perjalanan merek Velasca. Koleksi Velasca sendiri terdiri atas sepatu formal dan kasual. Semua produknya dibuat dengan pendekatan kerajinan tangan yang sama. Pada awal bisnis Velasca, lebih dari 70 persen penjualan mereka berasal dari segmen formal. Namun, kini karena evolusi menuju kerja jarak jauh, sebagian besar penjualan berasal dari model kasual, seperti moccasins, espadrilles, dan dockers.

“The New York Bottega menetapkan tonggak yang sangat penting dalam tantangan kewirausahaan kami yang berfokus pada produksi dan perdagangan sepatu buatan tangan berkualitas tinggi,” ungkap salah satu pendiri dan CEO Velasca, Jacopo Sebastio, dalam sebuah pernyataan. “Kami bangga hari ini akhirnya memiliki tempat di mana warga New York dapat mengalami gaya abadi, fokus pada penyempurnaan dan keanggunan, yang ditawarkan oleh keahlian Italia.”

3. Kesepakatan Lisensi Sergio Tacchini Europe dengan Sugi International

Kesepakatan Lisensi Sergio Tacchini Europe dengan Sugi International (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Sergio Tacchini Europe telah mengumumkan kesepakatan lisensi alas kaki jangka panjang dengan Sugi International. Kesepakatan lisensi baru ini akan melihat peluncuran produk baru untuk AW22, dengan Sugi International berperan dalam mendistribusikan alas kaki dari label tersebut ke pengecer di Eropa, Rusia, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Pengumuman kemitraan baru ini memungkinkan Sergio Tacchini untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan alas kaki secara signifikan, sambil memperluas distribusi baik dari segi wilayah maupun basis pelanggan.

Sugi International sendiri telah memiliki kesepakatan alas kaki dengan berbagai label, seperti Levi’s, Raf Simons, Stone Island, hingga Replay. Melalui kemitraan ini, terungkap bahwa tim desain dan pengembangan Sugi International akan segera menyelaraskan dengan desainer pakaian Sergio Tacchini untuk memastikan bahwa semua produk barang dagangan baik di seluruh kategori dan saluran. CEO Sergio Tacchini, Howard Chen, mengungkap bahwa Sugi International yang dipimpin Massimo Sinigaglia sangat selaras dengan strategi merek secara keseluruhan.

Tak hanya selaras dengan tujuan untuk kualitas dan distribusi produk, Cohen juga mengungkap bahwa semangat mereka untuk membangun merek disambut baik oleh keluarga Sergio Tacchini. Sejalan dengan itu, Direktur Sergio Tacchini Eropa, Vincent Touzet, mengatakan bahwa produk Sugi International dan visi merek adalah pelengkap yang bagus untuk bisnis pakaian jadi merek yang kuat dan berkembang pesat di Eropa. Touzet juga berharap dapat bermitra dengan Massimo dan timnya saat meningkatkan profil merek di wilayah yang ada dan mengakses pasar baru.

4. Puig Berinvestasi dalam Merek Parfum Cina Scent Library

Puig Berinvestasi dalam Merek Parfum Cina Scent Library (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Grup mewah Catalan, Puig, telah mengakuisisi saham merek parfum China, Scent Library. Kesepakatan ini menjadi bukti dari selera yang telah dikembangkan oleh kelompok kecantikan terkemuka tersebut untuk pasar parfum China yang sangat menjanjikan. “Kemitraan dengan Scent Library adalah kesempatan yang sangat menarik untuk mengambil bagian dalam pengembangan pasar parfum China bersama dengan perusahaan yang berbasis di China dan staf lokalnya,” kata CEO Puig, Marc Puig.

Scent Library sendiri merupakan merek parfum China yang didirikan oleh Roseline Lou dan John Han pada tahun 2009 di Beijing. Merek ini telah mengoperasikan 80 toko di China, menjual wewangian pribadi dan rumah, serta produk perawatan tubuh yang terinspirasi dari pengobatan tradisional Tiongkok dengan sentuhan modern. Dengan investasi dari Puig, pada tahun 2017 Scent Library telah meluncurkan parfum L.B.K. Air yang terjual hingga 400.000 unit dalam sebulan dan 1 juta unit dalam setahun.

Tentunya investasi ini akan meningkatkan kemampuan pengembangan produk Scent Library, serta mengembangkan rantai pasokan secara global. Perlu diketahui bahwa pasar wewangian di China termasuk dalam masa pertumbuhan dibandingkan dengan sektor perawatan kulit dan make-up. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh Milenial. Meski demikian, pasar wewangian China telah tumbuh dengan rata-rata tahunan lebih dari 25% sejak tahun 2017 dan diprediksi akan menjadi pasar wewangian terbesar kedua di dunia pada tahun 2030 mendatang.

5. Vince Memperluas Layanan Sewa untuk Pria

Vince Memperluas Layanan Sewa untuk Pria (Foto: mr-mag.com)

Dilansir oleh Business of Fashion, Vince telah mengambil langkah baru dengan memperluas layanan persewaannya, yaitu Vince Unfold, dengan memasukkan lini pakaian pria. “Saat kami kembali ke keadaan normal, kami mengantisipasi permintaan sewa untuk terus tumbuh dan pengenalan program Unfold untuk pria akan membantu kami menarik audiens seluas mungkin,” ungkap Jack Schwefel, kepala eksekutif Vince, dalam sebuah pernyataan.

Merek mewah dengan basis Los Angeles ini telah meluncurkan layanan sewanya pada tahun 2018. Layanan ini menawarkan pelanggan kemampuan untuk membeli barang tanpa batas seharga 160 dolar per bulan. Platform pakaian pria merekan akan mengikuti format yang sama persis dengan layanan pendahulunya. Vince juga menawarkan persewaan satu kali melalui program yang disebut “Borrow” yang tidak memerlukan langganan.

Nah, demikianlah ulasan berita dari dunia mode kali ini. Pastikan untuk selalu update berita terbaru seputar mode melalui fashion spotlight. Sampai jumpa dengan rangkaian berita menarik lainnya di fashion spotlight berikutnya!