google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fashion Spotlight: Pacsun Akan Merilis NFT Pertama – Skechers Meluncurkan Koleksi Our Planet Matter

Pacsun Akan Merilis NFT Pertama – Skechers Meluncurkan Koleksi Our Planet Matter (Foto: en.cryptonomist.ch)

Fashion spotlight kembali hadir dengan rangkaian berita menarik dari dunia mode. Mulai dari Pacsun yang akan merilis NFT pertamanya, hingga Skechers yang meluncurkan koleksi daur ulang Our Planet Matter. Yuk, simak ulasan beritanya melalui fashion spotlight di bawah ini!

1. Pacsun Akan Merilis NFT Pertama

Pacsun Akan Merilis NFT Pertama (Foto: shop-eat-surf.com)

Pacsun telah mengumumkan perilisan koleksi NFT pertamanya. Perilisan ini tentunya sesuai dengan tren digital yang tampaknya telah menjamur di dunia mode secara massal. NFT dari Pacsun ini akan menjadi animasi eksklusif dari logo aslinya. Penawaran untuk koleksi ini telah dimulai pada angka 0,1087 ETH, atau 515,35 dolar. Pacsun memutuskan untuk menyumbangkan 100 persen dari hasil pembelian NFT ke Fashion Scholarship Fund, dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya merek asal Amerika tersebut.

Fashion Scholarship Fund adalah organisasi nirlaba memberikan beasiswa lebih dari 1 juta dolar setiap tahun. Organisasi tersebut bekerja dengan siswa muda berbakat dari berbagai latar belakang untuk membantu mereka sukses di industri mode. Bersamaan dengan merek seperti Dolce & Gabbana, Jimmy Choo dan yang terbaru, JW Anderson yang berencana untuk menjual sweater rajutan ikonik Harry Styles yang disetujui dalam bentuk NFT, Pacsun telah meluncurkannya ke dunia seni digital.

2. Skechers Meluncurkan Koleksi Our Planet Matter

Skechers Meluncurkan Koleksi Our Planet Matter (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Skechers telah meluncurkan koleksi daur ulangnya, Our Planet Matters. Merek ini juga mengumumkan kemitraannya dengan organisasi nirlaba lingkungan global, The Nature Conservancy. Koleksinya berisi berbagai produk pria, wanita, dan anak-anak, yang menggunakan bahan-bahan seperti katun daur ulang, poliester, karet, EVA dan TPU. Bersamaan dengan teknologi tahan lama dan dapat dicuci untuk memperpanjang umurnya, kemasan produk akan mencantumkan isi daur ulang dari setiap item, yang bertujuan untuk mendidik pelanggannya.

Merek asal Amerika tersebut telah berkomitmen untuk mendonasikan minimal 800.000 dolar kepada The Nature Conservancy, untuk membantu organisasi nirlaba tersebut memajukan misinya untuk melindungi lingkungan. Kemitraan ini menyelaraskan upaya lama Skechers untuk mengurangi penebangan pohon dan emisi, dengan The Nature Conservancy yang berfokus pada reboisasi. Skechers telah melihat pengurangan 99% dalam penggunaan plastik sejak 2016, telah menggunakan karton yang dapat didaur ulang dan kemasan yang ramah lingkungan.

Skechers juga secara teratur memastikan bahwa materialnya bersertifikat FSC, didaur ulang, atau dipanen secara etis. Kemitraan bersama The Nature Conservancy dan koleksi terbaru ini menandakan komitmen berkelanjutan Skechers untuk mengurangi jejak karbonnya. Bersamaan dengan pembangunan dua pusat distribusi LEED-Certified Gold, Skechers juga mulai menggunakan lebih banyak energi surya di dua kantor pusat perusahaan utamanya di Manhattan Beach, dengan 30-48% energinya berasal dari matahari.

3. Armani Akan Melarang Penggunaan Wol Angora Mulai Musim Dingin Mendatang

Armani Akan Melarang Penggunaan Wol Angora Mulai Musim Dingin Mendatang (Foto: plantbasednews.org)

Pada hari Rabu, Armani Group mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan wol angora mulai dari musim gugur/musim dingin 2022-23. Dengan demikian wol angora ditambahkan ke daftar bahan yang dikecualikan di bawah kebijakan bebas bulunya. Perusahaan mewah Italia ini telah bergabung dengan serangkaian merek yang melarang pengambilan wol dari kelinci hidup, di bawah tekanan dari organisasi hak-hak binatang dan pembeli yang lebih sadar lingkungan.

Bulan lalu, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) mengumumkan bahwa platform e-commerce mewah Farfetch akan berhenti menjual wol angora pada April 2022. Organisasi tersebut telah meluncurkan kampanye bertahun-tahun lalu untuk melarang wol angora, yang sebagian besar diproduksi di China. Teknik yang digunakan untuk melucuti bulu dari kelinci digambarkan sebagai tindakan yang kejam.

Langkah Armani dalam melarang penggunaan wol angora ini telah menandai langkah selanjutnya untuk menuju keberlanjutan setelah kelompok tersebut melarang bulu hewan pada tahun 2016. Armani bahkan menandatangani ‘Fashion Pact’ pada tahun 2019 dengan pemain industri besar lainnya untuk mengatasi perubahan iklim, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

4. Adidas dan Ivy Park Mengumumkan Halls of Ivy

Adidas dan Ivy Park Mengumumkan Halls of Ivy (Foto: hypebae.com)

Adidas dan Ivy Park telah meluncurkan koleksi kolaborasi kelima mereka yang disebut ‘HALLS of IVY’. Sama seperti koleksi kolaborasi keempatnya, koleksi kali ini juga menampilkan gaya yang dibuat untuk orang dewasa dan anak-anak. Koleksi tersebut disertai dengan kampanye yang terinspirasi dari tagline, ‘Welcome to the HALLS of IVY.’ Konsep kolaborasi HALLS of IVY adalah ruang figuratif yang berada di antara tempat pelanggan sekarang dan tempat yang dicita-citakan.

Digambarkan oleh beberapa orang sebagai klub hingga kolektif, HALLS of IVY adalah tempat tanpa batas di mana semua orang diterima. Kampanye ini menampilkan Beyoncé, Natalia Bryant, Ava Phillippe, Deacon Phillippe, James Harden, dan Jalen Green bersama sejumlah model. Koleksi ini hadir dengan palet warna cerah, Glen plaids, pola houndstooth, dan penjahitan struktural yang dirancang ulang agar sesuai dengan pakaian olahraga. Sorotan koleksi ini termasuk puffer tambal sulam, duster payet, bralette, celana rajutan, romper, rok kulit imitasi, dan bodysuit.

Sementara untuk penawaran alas kaki diselingi oleh sneaker IVP Savage, siluet lari arsip yang ditawarkan dalam warna putih krem, wild pine, dan night indigo sebagai tambahan baru pada jajaran kolaboratif. Koleksi ini juga menampilkan gaya terbaru dari sneaker IVP Super Sleek dan IVP Super Sleek Boot. Koleksi kolaborasi kelima ini akan diluncurkan secara eksklusif di adidas.com selama 24 jam pada 9 Desember dan diikuti oleh peluncuran global yang lebih luas pada 10 Desember. Beyoncé, pendiri Ivy Park, bahkan telah membocorkan kolaborasi melalui di Instagram-nya.

5. JW Anderson Akan Melelang NFT Cardigan Harry Styles

JW Anderson Akan Melelang NFT Cardigan Harry Styles (Foto: hypebae.com)

Rumah mode Inggris JW Anderson telah mengungkapkan NFT pertamanya, yaitu #harrystylescardigan yang dikembangkan bekerja sama dengan platform lelang yang baru diluncurkan, Xydrobe. Colourblock Patchwork Cardigan ini merupakan salah satu koleksi pakaian pria musim semi/musim panas 2020 label tersebut. Cardigan ini telah dibuat ulang dalam bentuk NFT oleh tim seniman efek visual (VFX) tim Xydrobe.

Dibuat selama 300 jam, tim mengembangkan setiap potongan benang dalam 3D sebelum menganyamnya bersama dalam enam pola rajutan berbeda yang digunakan dalam item aslinya. Hasil dari penjualan NFT tersebut akan disumbangkan ke badan amal LGBTQ+, Akt, setelah lelang 48 jam dimulai pada 12 Desember. Karya hiper-realistis ini adalah Koleksi Arsip pertama Xydrobe di situsnya, dengan hanya satu karya seni digital yang tersedia. Harga cadangannya saat ini berada di 10.000 pound.

Kardigan tersebut sekarang dipajang di Victoria and Albert Museum di London, sebab mendapat pengakuan setelah menjalankan tren TikTok. Banyak pengguna yang membuat kardigan versinya sendiri setelah Harry Styles mengenakannya di acara NBC’s Today pada Februari 2020. Menanggapi status ketenaran garmen yang tiba-tiba, direktur kreatif JW Anderson, Jonathan Anderson, merilis pola dan tutorial cara membuatnya secara online. Tagar khusus, #harrystylescardigan, kini telah mengumpulkan lebih dari 86 juta tampilan hingga saat ini.

Nah, demikianlah ulasan berita mode kali ini dari fashion spotlight. Jangan lupa untuk selalu update berita terbaru dari dunia mode hanya melalui fashion spotlight. Sampai jumpa dengan rangkaian berita menarik lainnya!