google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Fashion Spotlight: Pagelaran Met Gala Kalender New York – Marie Claire Mengakhiri Edisi Cetak AS

Pagelaran Met Gala Kalender New York – Marie Claire Mengakhiri Edisi Cetak AS (Foto: voguescandinavia.com)

Fashion spotlight kembali hadir dengan sejumlah berita menarik dari dunia mode. Mulai dari Met Gala dalam kalender New York Fashion Week yang sukses digelar, hingga majalah Marie Claire yang menghentikan cetakannya di AS. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Pagelaran Met Gala Kalender New York

Pagelaran Met Gala Kalender New York (Foto: koreaboo.com)

Met Gala sukses digelar pada Senin malam kemarin setelah tahun sebelumnya dibatalkan karena pandemi. Acara yang juga dikenal sebagai malam terbesar mode Amerika ini digelar di New York dalam rangkaian kalender New York Fashion Week. Gala penggalangan dana tahunan ini diselenggarakan oleh Dame Anna Wintour dan majalah Vogue untuk mengumpulkan uang bagi Metropolitan Museum of Art Costume Institute.

Para selebriti, merek, desainer, serta influencer melakukan parade di tangga Met untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka. Tema tahun ini merayakan pameran terbaru Costume Institute “In America: A Lexicon of Fashion,” yang dibuka untuk umum pada 18 September di Anna Wintour Costume Center. Sejumlah nama-nama terkenal didapuk sebagai host acara ini, termasuk Amanda Gorman, Naomi Osaka, Billie Eilish dan Timothée Chalamet.

Sama seperti Met Gala pada tahun-tahun sebelumnya, semua peserta memberikan penampilan terbaiknya dalam acara ini. Beberapa penampilan yang menjadi sorotan, antara lain Jennifer Lopez dalam balutan busana Ralph Lauren, Emily Ratajkowski dengan Vera Wang, Kate Hudson di Michael Kors Collection, Venus Williams dengan Prabal Gurung, Cara Delevigne dengan Dior, Serena Williams dengan Gucci, Rosé BLACKPINK dengan YSL, dan CL dengan Alexander Wang.

2. Marie Claire Mengakhiri Edisi Cetak AS

Marie Claire Mengakhiri Edisi Cetak AS (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Majalah wanita Marie Claire memutuskan untuk mengakhiri edisi cetaknya di AS setelah 27 tahun beredar. Edisi musim panas 2021 akan menjadi cetakan terakhirnya. Marie Claire edisi cetak sendiri memuat publikasi yang mencakup fashion wanita, kecantikan, karir, serta bidang lainnya. Berita ini pertama muncul pada pelanggan melalui surat yang dikirim melalui pos yang memberitahukan bahwa edisi musim panas 2021 akan menjadi majalah cetak yang terakhir.

Marie Claire didirikan pada tahun 1937 di Prancis, kemudian dijual ke Hearst pada 1994. Perlu diketahui bahwa Marie Claire telah berpindah tangan pada bulan Mei setelah dijual oleh Hearst ke penerbit Future Media. Majalah mode Amerika ini sebenarnya sudah mulai memperlambat edisi cetaknya di tengah pandemi Covid-19. Hearst telah mengurangi frekuensinya dari 11 menjadi 7 kali setahun pada tahun 2020.

“Saya punya beberapa berita untuk dibagikan. Setelah edisi musim panas 2021, Marie Claire tidak lagi tersedia sebagai langganan tahunan tetapi akan fokus pada platform digitalnya yang dinamis, Marieclaire.com, Instagram, Snapchat, dll.,” tulis kepala editor Bazaar, Samira Nasr, kepada pelanggan. Para pelanggan cetak dengan langganan tahunan, mereka akan mulai menerima Harper’s Bazaar sebagai gantinya.

3. Saint Laurent Kembali Berpartisipasi ke Kalender Paris Fashion Week

Saint Laurent Kembali Berpartisipasi ke Kalender Paris Fashion Week (Foto: hypebae.com)

Pada hari Selasa, Saint Laurent mengumumkan akan kembali berpartisipasi ke kalender catwalk Paris Fashion Week. Kembalinya rumah mode mewah asal Prancis di kalender kota asalnya ini tentu disambut antusias, mengingat dalam beberapa musim terakhir Saint Laurent memilih untuk memamerkan koleksinya di luar kalender. Langkah ini diambil karena merek mewah tersebut memilih untuk mengatur jalannya sendiri untuk meluncurkan koleksi.

Saint Laurent akan menutup hari pertama paris Fashion Week pada 28 September mendatang. Merek mewah di bawah naungan Kering lainnya, seperti Gucci dan Bottega Veneta, melihat pertunjukan di luar pekan mode sebagai sarana untuk menghadirkan pakaian siap pakai pada waktu dan tempat yang paling cocok untuk Maison, alih-alih tanggal yang sudah ditentukan dari pekan mode global.

Tanpa adanya kendala kalender yang kaku serta banyaknya acara yang saling bersaing, keputusan untuk tampil dengan caranya sendiri terbilang mudah untuk menarik minat media dan pelanggan. Kembalinya Paris Fashion Week secara normal tentu sejalan dengan pekan mode lain di New York, London, dan Milan, yang memutuskan untuk mengadakan sebagian besar pertunjukan melalui acara secara langsung.

4. Hermès Membuka Pabrik Barang Kulit Baru di Prancis

Hermès Membuka Pabrik Barang Kulit Baru di Prancis (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Hermès telah membuka lokasi produksi barang kulit baru di Prancis untuk memenuhi permintaan berkelanjutan tas ikoniknya. Pabrik barang-barang kulit yang berlokasi di Guyenne ini merupakan pabrik ke-19 milik label mewah ini. Pabrik tersebut tepatnya berada di desa Saint-Vincent-de-Paul, di semenanjung Ambès di wilayah Gironde dengan lahan seluas 5,6 hektar.

Lokasi pabrik ini merupakan bekas depot tanggul kereta api, di tepi jalan raya Bordeaux-Paris, di sepanjang tepi sungai Dordogne. Proyek pembangunannya dipercayakan kepada arsitek Prancis Patrick Arotcharen, yang telah merancang bangunan sepanjang 140 meter yang terbuat dari kayu dan beton. Pabrik ini dibagi lagi dalam delapan bengkel yang terpisah.

Hermès juga mengungkap telah menanam sekitar 100 pohon untuk berkontribusi pada revegetasi penuh situs dan pembuatan taman. Pabrik ini dilengkapi dengan panel surya yang menghasilkan lebih dari 40% dari total energi yang dikonsumsi, dengan sistem penerangan yang hanya menggunakan lampu LED, dan sistem daur ulang air hujan untuk pembuangan limbah dan irigasi.

5. Puma Memperkenalkan Kotak Sepatu Berkelanjutan

Puma Memperkenalkan Kotak Sepatu Berkelanjutan (Foto: fashionunited.com)

Puma mengumumkan akan menyambut kotak sepatu baru yang dirancang sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan. Bukan rahasia lagi bahwa pengecer pakaian olahraga ini telah mengikuti langkah mode keberlanjutan untuk membuat dampak lingkungan yang positif. Kotak sepatu ini terbuat dari 95% persen lebih bahan daur ulang yang sama kokohnya dengan kemasan awal.

Distribusi kotak sepanjang tahun 2021 mengikuti kemitraan merek dengan organisasi lingkungan Canopy. Label asal Jerman ini juga mengumumkan bahwa mereka akan mulai membeli kardus dan kemasan kertas dari sumber daur ulang atau sumber bersertifikat untuk menghindari gangguan hutan integral. Puma telah membuat sejumlah tujuan untuk diperjuangkan melalui komitmen 10for25 yang berfokus pada sejumlah masalah pasokan.

“Jika kita mempertimbangkan bahwa dibutuhkan sekitar 12 pohon untuk membuat satu ton karton, kita menyelamatkan 33.600 pohon setiap tahun. Itu lebih banyak dari jumlah pohon di Central Park di New York. Inisiatif semacam itu, yang merupakan bagian dari 10for25 Sustainability Strategy kami, membantu kami membuat dampak positif dalam skala besar,” kata Stefan Seidel, kepala keberlanjutan perusahaan di Puma.

Demikianlah rangkaian berita dalam fashion spotlight kali ini. Sampai jumpa di fashion spotlight berikutnya!