google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Frasers Group Bantah Spekulasi Hendak Akuisisi Hugo Boss

Hugo Boss (Foto: hugoboss.com)

Frasers Group dengan tegas menyangkal rumor mengenai rencana pengambilalihan Hugo Boss. Rencana akuisisi tersebut sempat menjadi berita utama, namun Frasers menyebutkan bahwa rencana pengambilalihan Hugo Boss tersebut hanyalah spekulasi belaka.

Sebelumnya dalam laporan yang belum dikonfirmasi, Frasers Group yang merupakan grup mode dan gaya hidup Inggris yang terkenal dengan merek Sports Direct diberitakan tengah mengambil langkah ambisius dan bersiap untuk mengajukan tawaran hingga jutaan euro untuk membeli rumah mode asal Jerman.

Setelah berminggu-minggu rumor bergulir, Mike Ashley, mantan bos Frasers mengatakan tidak berniat membeli perusahaan yang terdaftar di Frankfurt. Perusahaan juga mengungkapkan dalam pernyataan resminya, bahwa “Frasers Group ingin membuat klarifikasi pasar bahwa Frasers Group tidak bermaksud untuk menawar Hugo Boss AG”.

Hugo Boss Store (Foto: retail-insider.com)

Menariknya, di tengah spekulasi tersebut, saham Frasers bertahan stabil pada hari Kamis yang menunjukkan bahwa pasar mungkin menyadari pemberitaan akuisisi tersebut tidak benar adaya. Di sisi lain, saham Hugo Boss juga tidak berubah setelah sempat naik sebesar 7% minggu lalu dengan nilai bisnis sekitar € 3,2 miliar.

Bila ditarik ke belakang, sebenarnya wajar saja jika banyak orang menghubungkan Frasers dengan Hugo Boss. Hal ini dikarenakan kesediaan Frasers untuk mebeli saham minoritas untuk kemudian diinvestasikan pada perusahaan yang disukainya. Penilaian tersebut juga didukung oleh ambisi perusahaan untuk menjadi pemain yang lebih besar pada sektor mode kelas atas dunia.

Frasers yang merupakan grup retail dengan banyak uang secara bertahap telah membangun 15,2% saham di Hugo Boss. Angka ini tentu terbilang cukup besar, mengingat reputasi Hugo Boss sebagai salah satu rumah mode kelas atas. Frasers juga memiliki besaran saham yang tak main-main di Mulberry, merek fashion mewah asal Inggris yang mencapai 37%.

Frasers Store (Foto: dailybusinessgroup.co.uk)

Tidak selalu berhasil, Frasers Group juga terhubung dengan sejumlah bisnis lain, antara lain Arcadia, Peacock dan Jaeger yang gagal. Frasers Group juga terlibat dalam upaya jangka panjang untuk mengambil kendali atas Debenhams yang diawali denga membeli saham minoritas. Sayangnya, upaya tersebut juga tidak berhasil.

Rupanya minat Frasers tak hanya berhenti di riteler. Pada awal tahun ini, Frasers diberitakan telah membeli taman ritel kedua, yaitu Robin Retail Park yang terletak di Wigan untuk menambah pembelian Berryden Retail Park di Aberdeen. Dengan demikian diprediksikan bahwa perusahaan memang ingin memperluas sektor ini lebih jauh.

Frasers Group mengatakan bahwa pembelian tersebut adalah upaya dalam menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan ritel batu bata dan mortir. Pihaknya juga mengatakan bahwa akuisisi terbaru ini merupakan batu loncatan untuk mewujudkan lebih banyak akuisisi properti lainnya sepanjang tahun 2021 ini di Inggris serta Irlandia.

Frasers Group (Foto: fashionunited.com)

Sementara itu, pada bulan Januari Frasers sempat mengumumkan peningkatan saham kepemilikanya di Hugo Boss. Perusahaan asal Inggris ini juga mengatakan bahwa, “Investasi ini mencerminkan hubungan Frasers Group yang berkembang dengan Hugo Boss dan kepercayaan pada masa depan jangka panjang Hugo Boss. Frasers Group bermaksud menjadi pemangku kepentingan yang mendukung dan menciptakan nilai bagi kepentingan keduanya. Pemegang saham Frasers Group dan Hugo Boss.”

Frasers memang disebut memiliki harapan serta ambisi yang tinggi untuk bisnis ritel mewah Flannels. Dengan demikian, Frasers kemungkinan akan terus dikaitkan dengan rumah mode lebih lanjut dalam upayanya untuk menjadi pemain besar dalam industri mode ini. Bahkan, tidak ada yang tahu apakah spekulasi mengenai niat Frasers dalam akuisisi Hugo Boss akan tetap menjadi spekulasi belaka di masa depan.