Gabriel Jesus Dapat Kritikan dari Arsene Wenger

Gabriel Jesus
Arsene Wenger kritik Gabriel Jesus tuntut agar lebih konsisten.

cr photo: beINSports.

Striker milik Arsenal, yaitu Gabriel Jesus belum lama ini performanya dikritik oleh eks manajer legendari Arsenal, yaitu Arsene Wenger. Seperti yang diketahui bahwa posisi striker bisa dibilang saat ini menjadi posisi yang cukup rentan di Arsenal. Meskipun mereka tak ada masalah dalam urusan mencetak gol, namun jajaran striker The Gunners dinilai tak bisa menunjukkan kontribusi pada tim. Arsene Wenger selaku eks pelatih Arsenal pun melontarkan kritikan kepada salah satu striker The Gunners, yaitu Gabriel Jesus. Penyerang asal Brazil tersebut dikritik Wenger karena performanya yang kurang tajam, selain itu Wenger juga menuntut konsistensi dari sang striker.

Sosok Gabriel Jesus sendiri pertama kali mendarat di Arsenal pada tahun 2022 lalu, ketika itu manajemen Arsenal sukses mendapatkan jasa striker Brazil tersebut usai ditebus dari Manchester City. Ketajaman Gabjes bersama City membuat manajemen The Gunners berharap ia bisa menularkannya bersama tim asal London Utara tersebut. Terlebih Arsenal kala itu baru saja resmi melepas dua bomber andalan mereka, yaitu Pierre-Emerick Aubameyang dan juga Alexandre Lacazette sehingga Gabjes mau tak mau harus mampu menanggung beban tersebut.

Tetapi sangat disayangkan sampai saat ini striker yang pernah dilirik oleh Juventus tersebut belum kunjung menunjukkan performa yang seperti ia tunjukkan di City. Pemain asal Brazil tersebut memang bisa melesakkan 11 gol di musim perdananya, namun itu dinilai belum cukup dengan standar tinggi yang diinginkan oleh manajemen The Gunners. Sementara itu kondisinya justru kian memburuk, di mana musim ini sang striker kian kehilangan ketajamannya karena baru mengemas 4 gol. Cedera yang beberapa kali menerpa dinilai jadi salah satu faktor utama sulitnya Gabjes tampil konsisten.

Dituntut Buktikan Kualitas

Kendati Arsenal tak memiliki masalah dalam urusan mencetak gol terbukti dengan saat ini mereka menjadi tim tersubur di ajang Premier League, namun The Gunners kekurangan sosok goal getter ulung. Sejauh ini gol gol yang dicetak Arsenal kebanyakan lahir melalui pemain pemain dari second line seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, atapun Kai Havertz, usai dua striker utama mereka, yakni Gabriel Jesus dan Eddie Nketiah melempem.

Kondisi ini juga nampaknya disadari oleh mantan pelatih legendaris Arsenal, yaitu Arsene Wenger. Menurut sosok berkebangsaan Prancis tersebut, di era Mikel Arteta ini sayangnya Arsenal tidak memiliki sosok striker tajam seperti Thierry Henry. Jika saja sosok seperti itu ada di skuad Arsenal saat ini, bukan suatu hal yang mustahil bagi mereka bisa merengkuh sejumlah trofi bergengsi bersama Arteta.

Sementara itu Arsene Wenger menilai bahwa striker yang dimiliki Arsenal saat ini, khususnya Gabriel Jesus nampak selalu kesulitan ketika berada di depan gawang. Apalagi Gabjes juga kerap alami cedera yang tentunya mengganggu ritme permainannya sebagai striker. Padahal Wenger sendiri menilai bahwa Gabjes memiliki potensi untuk bisa melesakkan banyak gol bersama pasukan The Gunners.

Perihal cedera ini, Wenger pun menyayangkan keadaannya. Pasalnya ia menilai bahwa jika ingin menjadi seorang pemain top, maka ia harus bisa bermain dengan baik dan menghindari seringnya absen karena cedera. Itulah yang kemudian dituntut oleh Wenger untuk bisa ditunjukkan oleh Gabriel Jesus demi bisa membuatnya menjadi seorang pemain top sekaligus membantu skuad The Gunners.

Pernyataan Arsene Wenger

“Ada sejumlah kesamaan (antara Arsenal asuhan Arteta dengan Arsenal milik Wenger), Odegaard serupa dengan sosok Bergkamp. Sayangnya mereka tidak memiliki Thierry Henry saat ini karena menurut saya Gabriel Jesus di sana terlalu sering cedera. Sebenarnya ada banyak gol yang bisa ia berikan ketimbang apa yang bisa kita lihat sekarang ini.” ujar Wenger dilansir dari Viaplay Sports.

“Sesuatu yang harus dihindari oleh sosok pemain top adalah keluar masuk di skuad (karena cedera). Pemain yang bisa menorehkan sejarah adalah ia yang bisa secara konsisten bermain di level tinggi. Ronaldo dan Messi, mereka bisa bermain 15 tahun, bahkan 50 sampai 60 pertandingan pada setiap tahunnya.” jelas Wenger.