google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Gaya Fashion Beatnik dan Ragam Busana Kuncinya

Gaya Fashion Beatnik dan Ragam Busana Kuncinya (Foto: joanieclothing)

Bukan rahasia lagi bahwa perkembangan dunia mode tak pernah berhenti setiap tahunnya. Tak hanya mengantisipasi gaya baru yang mungkin akan muncul di masa depan, para penggemar mode juga gemar menengok ke belakang untuk melihat gaya apa saja yang pernah ada di masa lalu.

Salah satu gaya fashion yang menarik untuk dilirik adalah gaya beatnik. Bila mendengar kata beatnik, beberapa orang mungkin terpikir dengan tampilan gadis bohemian yang mengenakan baret atau turtleneck. Lantas, bagaimana cara berpakaian dengan gaya ini dan apa saja busana kuncinya?

Sekilas Tentang Gaya Beatnik

Sekilas Tentang Gaya Beatnik (Foto: outdressing.com)

Pada tahun 1950-an, rok penuh, pinggang kecil, ragam warna, ornamen, serta pola menjadi tren gaya di kalangan wanita. Menariknya, pada tahun tersebut terdapat golongan beatnik yang memberontak melawan budaya dominan dengan mengenakan estetika yang kontras. Berbanding terbalik dengan gaya tahun 1950-an yang cukup ‘ramai’, gaya beatnik hadir dengan lebih sederhana, ramping, dan juga hemat.

Meski melawan gaya dominan pada era tersebut, menariknya gaya beatnik juga semakin meluas dan diperkuat dengan berbagai pertunjukan mode dari desainer Yves Saint Laurent pada tahun 1960 untuk rumah mode Christian Dior. Tentu hal ini semakin menguatkan asal-usul gaya beatnik hingga saat ini. Saat ini gaya beatnik kembali digemari dengan tampilan yang modern, serbaguna, dan tentunya lebih segar.

Busana Kunci untuk Gaya Beatnik

Secara garis besar, Anda membutuhkan pakaian dengan garis yang bersih dan netral untuk menciptakan gaya beatnik modern. Tak perlu banyak item untuk membuat pakaian beatnik, ragam busana kuncinya pun cenderung sederhana dan mungkin sudah Anda miliki di lemari. Berikut adalah ragam busana kunci untuk tampil dengan gaya beatnik.

1. Turtleneck

Turtleneck (Foto: bahamas.desertcart.com)

Turtleneck adalah salah satu atasan yang menjadi dasar dari gaya beatnik. Baik bahan yang lebih tebal seperti wol, maupun katun untuk cuaca yang lebih hangat, semua bisa dipilih. Untuk memberikan kesan beatnik yang kental, sebaiknya pilih turtleneck dengan warna hitam, atau biru tua sebagai alternatif.

Selain warna yang netral, pastikan pula bahwa turtleneck tidak disertai denga detail atau ornamen yang berlebihan, sebab kesederhanaan pakaian juga menjadi kunci gaya ini. Warna navy dan abu-abu juga bisa menjadi pilihan berikutnya. Bagi yang kurang menyukai kesan kerah turtleneck, Anda juga bisa memilih t-shirt atau sweater crewneck sebagai penggantinya. Namun, jangan lupa untuk memilih atasan yang netral dan sederhana.

2. T-shirt Breton

T-shirt Breton (Foto: minxandmax.com.au)

Para beatnik sangat menyukai t-shirt breton atau t-shirt dengan detail bergaris. Atasan ini merupakan pilihan klasik yang sampai saat ini masih banyak digemari dan semakin banyak berkembang. Tersedia berbagai macam variasi, mulai dari lengan, garis leher, hingga warna.

Bagi Anda yang menginginkan estetika beatnik asli, gunakan t-shirt breton dalam versi lengan panjang yang memberikan kesan sederhana. Sementara untuk warnanya, pilih t-shirt dengan warna hitam atau biru tua dengan latar putih atau gading.

3. Rok Pensil

Rok Pensil (Foto: blueberries-online.com)

Anda tentu tak mau mengacaukan gaya beatnik hanya karena salah memadukan atasan dengan bawahan pakaian. Maka dari itu, pastikan untuk memasangkan atasan bergaya beatnik dengan bawahan yang netral dan sederhana. Salah satu pilihan yang direkomendasikan adalah rok pensil.

Rok pensil hitam dengan bahan twill atau katun jersey yang stretch sangat sempurna untuk dipasangkan dengan turtleneck atau t-shirt breton. Anda bisa memilih rok pensil dengan potongan di atas maupun di bawah lutut. Gaya ini bisa dipilih untuk melengkapi outfit formal atau semi formal, misalnya saja untuk ke kantor.

4. Celana Capri

Celana Capri (Foto: accuweather.com)

Sebagian besar penggemar mode menyebutkan bahwa gaya beatnik membutuhkan siluet yang ramping secara keseluruhan, terutama pada bagian bawah. Untuk mendapatkan tampilan yang ramping, Anda bisa memasangkan turtleneck atau t-shirt breton dengan celana capri.

Celana capri akan memberikan kesan ramping pada pemakainya, baik dengan detail ikat pinggang tipis maupun tanpa ikat pinggang. Jangan lupa untuk memilih celana dengan kesan kasual dan sederhana agar tak mengacaukan karakter gaya beatnik. Sebagai alternatifnya, Anda juga bisa memilih celana ramping, legging tebal, atau jeans hitam.

5. Sepatu Flat

Sepatu Flat (Foto: marionparke.com)

Beralih ke alas kaki, gaya beatnik umumnya dilengkapi dengan alas kaki sederhana, seperti flat balet atau sepatu pantofel. Pada dasarnya, sepatu dengan alas flat atau datar lebih direkomendasikan karena mampu memberi kesan sederhana. Sepatu flat juga merupakan item yang nyaman dan serbaguna.

Alih-alih sepatu yang dilengkapi hiasan atau berbahan mewah seperti dari kulit ular atau beludru, sepatu flat berbahan kulit polos atau suede dengan versi hitam yang sederhana lebih disarankan. Sepatu boots juga bisa menjadi alternatif gaya ini. Pilih sepatu boots bergaya ankle yang pendek dengan sedikit atau bahkan tanpa hiasan. Ankle boots bisa menunjang penampilan dengan celana panjang ketat maupun rok pensil.

6. Topi Baret

Topi Baret (Foto: stylexparty.co.uk)

Meski dikenal dengan karakternya yang sederhana, nyatanya gaya beatnik juga memiliki beberapa aksesori yang memberikan sentuhan akhir pada penampilan. Dalam mengenakan gaya ini, Anda perlu mengenakan aksesori seminimal mungkin untuk menjaga kesan sederhana. Salah satu aksesori kunci dalam gaya ini adalah topi beret.

Beret hitam maupun topi nelayan adalah aksesori pokok gaya beatnik yang memberikan kesan segar dan juga modern pada penampilan. Pilih topi beret yang polos dan tidak disertai dengan detail berlebihan. Sama seperti item lainnya, warna netral menjadi pilihan utama dalam memilih aksesori beatnik.

Demikianlah ulasan mengenai gaya beatnik dan beberapa busana kuncinya. Secara garis besar, Anda bisa memilih pakaian dengan warna netral dan kasual untuk menciptakan siluet yang sederhana. Hindari pula aksesori serta detail pakaian yang berlebihan dan pilih bahan-bahan yang sederhana serta umum. Selamat mencoba!