google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Hadiah Bupati Cup Pandeglang Cuman 95 Ribu, Kadispora Dicopot

Amplop Berisi Uang Hadiah Bupati Cup Pandeglang

Media sosial dibikin heboh dengan adanya berita mengenai ajang olahraga Bupati Cup, yang digelar di Pandeglang Banteng. Hebohnya berita itu, dikarenakan hadiah yang diberikan kepada pemenang hanya uang sebesar Rp95 ribu. Itu pun masih dipotong sebesar seribu rupiah dengan alasan pajak. 

Berita itu muncul dengan sebuah foto berupa tiga lembar amplop yang diberi tulisan ‘Juara Panjat Tebing Bupati Cup Tahun 2021’. Pada amplop tersebut itu juga terlihat adanya logo Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sehingga terlihat sebagai sebuah acara yang resmi. Kemudian di bagian sisi masing-masing amplop, terlihat beberapa lembar uang. Ketika dihitung, uang itu diketahui berjumlah Rp165 ribu untuk peserta yang menjadi Juara II dan Rp95 ribu untuk dua amplop dengan tulisan Juara III.

Anggaran 150 Juta

Saat dimintai keterangannya, Kasi Pembibitan dan Prestasi Olahraga Dispora Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Ahmad Jubaedi tidak menampik besaran hadiah yang diperuntukkan kepada para pemenang ajang Bupati Cup 2021 seperti yang tertulis dalam amplop yang beredar viral itu. 

Ahmad kemudian memaparkan bahwa kejuaraan olahraga tersebut adalah ajang yang digelar tahunan, di mana untuk tahun ini anggaran yang diputuskan adalah sebesar Rp150 juta. Anggaran untuk hadiah empat cabang olahraga diputuskan sebesar Rp30 juta. Keempat cabang olahraga itu antara lain karate, panjat tebing, pencak silat dan juga futsal. Bahkan, sebenarnya akan ada 15 cabang olahraga yang dipertandingkan.

“150 Juta itu untuk empat cabang olahraga. Mestinya 15 cabang olahraga, namun karena anggaran dan waktu yang berkejaran dengan SPJ,” jelas Ahmad. 

Besaran jumlah hadiah uang yang diberikan kepada para pemenang di empat cabang olahraga yang diperlombakan itu sudah ditetapkan akan sama rata. Hal tersebut dijelaskan oleh Ahmad merupakan kesepakatan bersama antar panitia. 

Namun dari total anggaran sebesar Rp150 juta itu, tidak semuanya digunakan sebagai hadiah kepada para pemenang, namun ada juga anggaran yang dialokasikan untuk panitia. Menurut Ahmad, anggaran ini sebenarnya sebuah hal yang amatir untuk uang lelah, walau pada dasarnya tidak diberikan pun tidak ada masalah.

Hadiah yang nilainya sekitar ratusan ribu itu, belum termasuk potongan pajak sebesar 6%. Ahmad pun juga tidak menampik masalah soal adanya pengenaan pajak tersebut. 

“Uang pembinaan kita sampaikan untuk juara pertama Rp225 ribu, juara dua Rp175 ribu dan juara tiga Rp100 ribu. Karena ini merupakan uang negara, otomatis dikenakan pajak 6%, kami tidak memotong sedikit pun, potongan hanya karena pajak negara saja,” tambahnya. 

Dirinya kembali menegaskan bahwa nominal hadiah itu memang tidak besar, karena harus menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. 

Warga Pandeglang Mengecam

Dengan beredarnya hadiah ajang olahraga yang diselenggarakan Pemkab Pandeglang dengan hadiah Rp95 ribu itu, warga pandeglang pun ramai-ramai memberikan kecaman. Mereka bahkan beramai-ramai menggeruduk kantor Setda Pandeglang. 

Puluhan warga itu datang dengan membawa berbagai poster yang berisi kecaman mengenai penyelenggaraan kejuaraan olahraga Bupati Cup tersebut. Ada juga yang menempeli poster dengan uang Rp1.000 dan menambahkan tulisan “Nih Duit Rp1.000 Kembalian”. 

Warga Kecam Hadiah dan Pajak Bupati Cup Pandeglang
Warga Kecam Hadiah dan Pajak Bupati Cup Pandeglang

Salah seorang warga yang mendatangi kantor tersebut mengatakan bahwa kedatangan mereka merupakan ungkapan kecaman terhadap Kadispora Pandeglang, yang sebelumnya juga mengungkit-ungkit mengenai pembayaran pajak negara dalam ajang tersebut. 

“Kami datang sebagai bentuk kecaman terhadap Kadispora Pandeglang, sekaligus ingin mengembalikan uang kelebihan untuk membayar pajak negara yang sudah dia ungkit di acara Bupati Cup itu,” ujar salah seorang warga bernama David Amanda. 

Warga lain mengatakan bahwa pernyataan Kadispora mengenai tarikan pajak itu, dianggap telah membuat malu marwah olahraga di Pandeglang. Oleh karena itu, mereka berinisiatif untuk mengganti uang seribu rupiah tersebut, yang katanya digunakan untuk meringankan beban atlet-atlet yang ada di Pandeglang. 

“Sangat miris, ketika tahu kalau atlet berprestasi di Pandeglang diberi penghargaan yang tidak layak. Bahkan hanya 95 ribu, ditambah harus disuruh mengembalikan kelebihan seribu rupiah. Makanya, kami melakukan ini supaya para atlet tidak dibebani oleh hutang yang diungkit oleh Kadispora yang katanya untuk pajak itu,” kata warga lain bernama Agung Lodaya. 

Setelah menggelar aksi protes di luar kantor, perwakilan warga yang datang itu kemudian masuk ke dalam gedung guna memberikan uang yang diungkit oleh Kadispora sebelumnya. 

Sebelum rombongan warga, rupanya juga ada Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada yang melakukan hal yang sama. Dia datang untuk menyerahkan uang koin pecahan 500 rupiah yang kemudian diberikan langsung kepada Kadispora Dadan Saladin.

“Saya datang karena ingin merespon pernyataan Bapak Kadis di mana uang seribu rupiah itu harus dikembalikan kepada negara karena merupakan pajak. Hari ini, saya mengembalikan uang itu sebagai bentuk dari tanggung jawab moril saya atas mereka yang telah menjuarai Bupati Cup,” tutur Uday.

FPTI Kaget Dengan Nominal Hadiah

Sementara itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) wilayah Pandeglang mengaku kaget, karena nominal hadiah dan uang pembinaan yang diberikan kepada pemenang jumlahnya diluar dugaan mereka. Terlebih, FPTI juga merupakan bagian dari panitia ajang olahraga tersebut dengan mendapat tugas sebagai panitia pelaksana teknis lapangan. 

Ahmad Khaetami selaku Humas Panitia Lomba Panjat Tebing yang juga merupakan pengurus FPTI mengaku pihaknya sama sekali tidak tahu-menahu mengenai besaran nominal hadiah yang diterima para pemenang ajang olahraga itu. 

“Pertama, kami hanya ingin menyampaikan bahwa FPTI Pandeglang dalam acara ini hanya ditugaskan sebagai panitia pelaksana. Kami tidak mengetahui sama sekali mengenai perencanaan anggaran, sebab hal tersebut merupakan wewenang dari pemerintah daerah, dalam hal ini adalah Dispora Pandeglang,” jelas Khaetami. 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Khaetami bahwa pihaknya memang mendapatkan informasi bahwa nantinya bakal ada hadiah dalam bentuk uang bagi mereka yang berhasil menjuarai ajang tersebut. Namun untuk rincian berapa besaran hadiah itu mereka tidak mengetahui. Pasalnya, selama belasan tahun acara tersebut diadakan, tidak pernah ada hadiah sebagai dana pembinaan, dan baru diadakan di tahun ini. 

Ketika penyerahan hadiah dilakukan, kondisi amplop dalam keadaan tersegel dengan rapi, jadi tidak ada yang tahu berapa besaran nominalnya. Jumlahnya baru diketahui setelah para pemenang menandatangani tanda terima dari pihak Dispora. Dan ketika sudah dibuka, jumlahnya sama dengan yang ada pada tanda terima tersebut. 

Ada Biaya Pendaftaran

Setelah kabar mengenai hadiah Bupati Cup Pandeglang viral, muncul informasi lain yang tak kalah membuat heboh. Ternyata mereka yang ingin mengikuti ajang tersebut, juga harus membayar uang pendaftaran. 

Dari dokumen yang ada, besaran biaya pendaftaran yang dikenakan berbeda-beda. Untuk Futsal biaya pendaftaran dipatok sebesar Rp200 ribu setiap tim, untuk panjat tebing Rp100 ribu per orang, karate Rp50 ribu per orang dan kemudian pencak silat Rp20 ribu per orang. 

Biaya Pendaftaran Bupati Cup Pandeglang 2021

Padahal, untuk menggelar ajang Bupati Cup tersebut, diketahui ada APBD yang digunakan, yakni alokasinya adalah Rp150 juta. Saat dimintai keterangan, Dispora Pandeglang memberikan alasan bahwa uang pendaftaran yang dikenakan tersebut adalah hasil kesepakatan bersama dalam rapat dengan sejumlah pengurus dari cabang olahraga yang dilombakan.

Ahmad Jubaedi mengatakan bahwa masalah adanya uang pendaftaran itu dikenakan, karena pengalaman dari acara sebelumnya banyak tim yang hanya mendaftar lewat telepon. Sehingga untuk mempertegas aturan yang ada terkait pertandingan, pihaknya pun memutuskan dengan pengurus cabang olahraga terkait agar uang pendaftaran itu bisa dikenakan untuk acara tahun ini.

“Biasanya itu, peserta hanya daftar lewat telepon saja. Ketika bagan pertandingan telah dibuat, banyak yang ternyata tidak hadir. Padahal untuk perangkat pertandingan ada biaya yang dikeluarkan. Jadi diputuskan seperti itu,” jelas Ahmad Jubaedi. 

Mengenai siapa yang berwenang mengelola uang pendaftaran, pihaknya menjelaskan bahwa uang pendaftaran itu dikelola oleh panitia untuk masing-masing cabang olahraga. Karena anggaran sebesar Rp150 juta itu dinilai tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan biaya pelaksanaan acara tersebut. 

Bupati Pandeglang Marah, Kadispora Dicopot

Bupati Pandeglang Irna Narulita begitu geram karena tiba-tiba saja mendapatkan kabar mengenai permasalah tersebut setelah viral di media sosial dan berita nasional. Irna mengatakan bahwa nominal hadiah itu sangat kecil dan dia anggap telah mencoreng nama baiknya. Apalagi, ternyata acara Bupati Cup itu dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya. 

Luapan emosi itu dia sampaikan ketika memimpin apel pagi di Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, hari Senin 20 Desember kemarin. 

“Anda salah, yang ditampar di sini adalah Bupati, lolos juga tuh kegiatan Bupati Cup. Tahu tidak bupatinya, apalagi sampai ke teknis haidah. Yang tolol bupatinya apa yang tolol Kadis. Ini mencoreng nama baik bupati,” tegas Irna dengan bahasa Sundanya. 

Bupati Pandeglang Irna Narulita Beri Tambahan Hadiah Pemenang Bupati Cup

Irna mengaku tidak mengetahui mengenai adanya kegiatan tersebut, karena selama ini dia juga tidak mendapatkan laporan apapun terkait hal itu. Bahkan dia juga tidak diajak berkonsultasi oleh Kepala Dinas ketika akan menyelenggarakan Bupati Cup itu. 

Irna dalam kesempatan itu juga mendesak agar segera dilakukan audit atas acara tersebut. Dia menyoroti soal anggaran yang diajukan Rp150 juta, namun oleh pihak Dispora hanya disisihkan Rp30 juta sebagai hadiah. 

“Inspektorat coba audit itu. 150 Juta, hadiah 80 juta, 100 juta juga oke. Jangan banyak ambil untung,” tambah Irna. 

Meski demikian, Irna juga menyadari apa yang dialami oleh para atlet yang ikut dalam ajang Bupati Cup tersebut, terlebih mereka yang menjadi juara. Dia mengaku juga telah memberikan tambahan hadiah kepada para pemenang dengan uang pribadinya. Diketahui, Irna memberikan uang tambahan hadiah sebesar Rp60 juta. 

Saat memberikan hadiah tambahan itu, Irna juga mengatakan bakal memberhentikan Kadispora Dadan Saladin. Namun sejauh ini belum dijelaskan lebih lanjut, kapan pencopotan itu akan diberlakukan.