google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Harap Tenang, Saat Sedang Terinfeksi Virus Corona Pada Ibu Hamil dan Proses Melahirkan

Proses persalinan pada ibu hamil yang terinfeksi virus covid-19

Untuk para calon orang tua, lebih utama lagi ibu yang tengah hamil, pasti mempunyai banyak sekali pertanyaan demi memastikan bayi di dalam kandungan sehat dan setelah dilahirkan pun dalam kondisi yang sehat pula.

Ditambah lagi seperti pandemi virus corona yang sedang melanda seluruh dunia seperti sekarang ini, masa kehamilan dan juga proses melahirkannya pun harus sangat berhati – hati supaya bisa meminilisir risiko penularan dari Covid-19.

Lantas, bagaimana dengan proses persalinan pada ibu hamil yang sudah dinyatakan positif Covid-19? Lalu, apa saja prosedur yang wajib dijalani dan juga bagaimana tips untuk menghadapi situasi tersebut?

Mengenal Proses Melahirkan Pada Ibu Hamil Yang Dinyatakan Positif Covid-19

Pada saat ini, ibu hamil yang akan melahirkan wajib pula melakukan tes swab PCR Covid-19. Tes ini diberlakukan kepada semua ibu hamil yang akan melahirkan di rumah sakit, termasuk pula kepada seorang ibu hamil yang tidak mempunyai gejala infeksi virus corona.

Untuk ibu hamil yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, maka proses persalinan akan dilakukan dengan cara section atau pun operasi sesar. Rekomendasi tersebut sudah dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia atau POGI untuk seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia.

Pertimbangan ini sudah diambil agar mengurangi risiko penularan virus corona. Dikarenakan selama proses persalinan normal, ibu yang tengah mengejan bakalan berpotensi untuk mengeluarkan droplet yang jauh lebih banyak dan juga potensi mengeluarkan virus dalam bentuk aerosol.

Sedangkan untuk sekarang ini masih belum tersedia ruangan bersalin yang dikhususkan untuk para ibu hamil yang positif Covid-19. Ruangan khusus yang dimaksudkan ini adalah sebuah ruangan yang memiliki tekanan negatif yang memungkinkan udara dari dalam ruangan tersebut tidak keluar dan mencemari area di luar ruangan sehingga dapat pula mencegah droplet dalam bentuk aerosol mengontaminasi lingkungan sekitar.

Memaksakan diri untuk melahirkan secara normal dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini pun ternyata cukup berisiko meningkatkan penularan virus corona. Hal tersebut disebabkan karena droplet atau pun aerosol virus dikhawatirkan bisa memapar seluruh ruangan dan justru dapat membahayakan bayi atau pun orang lain.

Berdasarkan pada penelitian terakhir, diketahui bahwa di dalam airketuban memang tidak ditemukan adanyan virus corona yang cukup bagi ibu hamil positif dapat menularkan virus tersebut kepada janinnya secara vertical. Selain itu juga, masih belum ada bukti ilmiah yang cukup mengungkapkan bahwa Covid-19 dapat menular dari ibu ke bayi selama proses persalinan secara normal.

Yang artinya adalah risiko penularan ini sebenarnya bukan melalui sentuhan dengan darah atau pun cairan vagina selama proses melahirkan secara normal. Tetapi, risiko penularan virus corona ini tetap dari droplet yang dikeluarkan oleh sang ibu ketika mengejan. Oleh karena itulahm ibu akan segera dipisahkan sementara waktu dengan bayi setelah selesai melahirkan.

Pasien Positif Covid-19 Menjalani Proses Persalinan

Saya sendiri selama masa pandemi virus corona ini tengah menangani beberapa ibu hamil yang sedih pada saat dinyatakan hasil PCR positif Covid-19. Terutama bagi ibu yang sedang mendekatu waktu persalinannya.

Dikarenakan terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona, pasien yang sebelumnya sudah siap untuk melahirkan secara normal pun terpaksa harus melahirkan dengan cara operasi sesar. Salah satu dari pasien saya ialah Ibu Khusnul, membagikan ceritanya di dalam akun IGTV milik saya.

Ia sedang mengalami pendarahan dan juga harus melahirkan lebih awal dari prediksi sebelumnya, sedangkan hasil swab PCR masih belum bisa keluar pada saat itu.

Dalam kondisi dengan hasil swab PCR yang masih belum keluar, dokter pun segera mengambil keputusan cepat untuk membantu ibu melahirkan dengan tindakan pencegahan penularan dari virus corona.

Meskipun pada awalnya ia telah mempersiapkan diri untuk bisa melahirkan secara normal, kondisi tersebuh memang harus ia terima. Proses persalinannya juga dilakukan dengan cara operasi sesar dibantu para tenaga medis menggunakan APD lengkap level 3.

‘’Saat itu saya memang sempat down, namun langsung berani ambil keputusan. Saya juga percaya bahwa yang sudah disarankan oleh dokter yang menangani saya. Akhirnya pun saya menetapkan hati. Ini semua juga tetap disebut dengan melahirkan normal, normalnya seorang ibu melahirkan anak. melahirkan dengen proses seperti apapun itu. Yang paling terpenting ialah ketenangan dan kesehatan bayi saya.’’ Jelas Khusnul saat menceritakan pengalaman melahirkan dengan keadaan positif Covid-19.

Perasaan Takut Tidak Dilayani Rumah Sakit Saat Ibu Hamil Terkonfimasi Positif Covid-19

Di pertengahan tahu 2020 lalu, sempat viral berita dari seorang ibu yang akan segera melahirkan, tetapi ditolak oleh pihak rumah sakit dikarenakan hasil tesnya masih belum keluar. Berita ini pun sontak saja membuat para ibu hamil merasa khawatir dan memilih unutk tidak datang ke rumah sakit.

Tetapi saya menyangsikan keakuratan dari informasi tersebut. Hal tersebut karena memang tidak memungkinkan ibu hamil yang akan melahirkan dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.

Untuk kasus yang seperti ini, proses bersalinnya akan dilakukan dengan prosedur pencegahan Covid-19 yaitu dengan operasi sesar dan para petugas medis akan mengenakan APD lengkap level 3.

Jadinya, ibu yang sedang hamil sudah tidak perlu lagi khawatir karena tidak mungkin para dokter akan mengabaikan ibu yang akan melahirkan dengan alasan hasil tesnya belum keluar.

Sekarang ini semua prosedur medis yang membutuhkan waktu lama untuk berkontak langsung dengan para pasien, baik untuk operasi sesar maupun operasi yang lainnya harus diperlukan hasil dari tes PCR. Jikalau hasilnya menunjukkan positif atau pun belum ada hasil maka dokter pun akan segera melakukan tidakan dengan memakai APD lengkap.

Bagi ibu hamil yang sudah dinyatakan positif Covid-19 yang belum saatnya melahirkan, disarankan untuk terlebih dahulu melakukan isolasi mandiri dengan aman.

Mereka yang sedang menunjukkan gejala akan segera mengunjungi rumah sakit yang sudah tersedia, sedangkan bagi ibu hamil yang tanpa adanya saran disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saja.