google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Hasil Survei Nobatkan Risma dan Sri Mulyani Sebagai Menteri Berkinerja Terbaik

Menteri Sri Mulyani dan Tri Rismaharini Berjalan Bersama

Hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengungkap ada lima menteri Kabinet Indonesia Maju yang dianggap memiliki kinerja paling baik oleh publik, yang menjadi responden dalam survei tersebut. Survei ini dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi telah dilangsungkan mulai tanggal 2 sampai 6 November 2021 lalu. Namun perlu menjadi catatan, bahwa survei ini dilakukan sebelum menteri Risma membuat polemik, yang memaksa seorang anak tuna rungu untuk berbicara.

Lebih lanjut, survei tersebut diikuti oleh 2.020 responden yang tersebar di 34 provinsi, dan usianya mulai dari 17 tahun atau yang sudah menikah. Metode yang digunakan adalah dengan metode multistage random sampling, yang margin of error-nya sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan berada di angka 95%. Survei dilakukan dengan kegiatan wawancara secara langsung. 

Hasilnya, di posisi pertama menteri Kabinet Indonesia Maju dengan kinerja terbaik adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang mampu mendapatkan hasil 12,5%. Kemudian menyusul di urutan kedua ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani, dengan hasil terpaut tipis 12,3%. 

Burhanudin pun menyoroti bahwa posisi paling tinggi di urutan pertama dan kedua menteri dengan kinerja terbaik adalah berasal dari kaum perempuan, dan ini patut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para perempuan Indonesia. 

“Jadi berbanggalah kaum perempuan di Indonesia ini, karena dua menteri perempuan mendapatkan apresiasi dari publik, sebagai menteri dengan kinerja terbaik,” ujar Burhanudin dalam siaran pers-nya. 

Adapun yang menjadi alasan di balik para responden yang memilih Risma sebagai menteri dengan kinerja terbaik adalah karena Risma merupakan sosok yang cekatan dalam mengemban tugasnya sehari-hari sebagai Menteri Sosial. Ini juga dari seringnya Risma tertangkap kamera sedang turung ke lapangan dengan berbagai aksinya yang menarik perhatian banyak pihak. 

Sementara, alasan para responden yang memilih Sri Mulyani dikarenakan Menteri Keuangan itu memiliki peran yang sangat kuat dan sangat terlihat sumbangsihnya selama ini dalam berbagai upaya memulihkan ekonomi di saat negara ini dilanda wabah pandemi. 

Berlanjut, di posisi ketiga menteri dengan kinerja terbaik adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapatkan 9,2% responden. Kemudian berada di posisi keempat ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Di posisi kelima, Erick Thohir yang menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipilih oleh 8,1% responden. 

Anggapan Miring Soal Risma

Meski nama Tri Rismaharini dinobatkan sebagai menteri dengan kinerja terbaik versi survei, namun pengamat menilai hal yang sebaliknya, bahkan Risma bisa saja akan digantikan dalam perombakan atau reshuffle kabinet, yang isunya akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Risma Saat Memaksa Penyandang Tunarungu Berbicara

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menyebut bahwa Risma adalah menteri yang paling layak untuk dilakukan reshuffle. Salah satu alasannya adalah karena Risma adalah sosok yang cenderung menjadi beban dalam kabinet, ketimbang memberikan sumbangsihnya. 

Jamiluddin juga menyoroti bagaimana belakangan Risma justru kerap kali menimbulkan kontroversi dan kerap membuat sensasi daripada prestasi saat mengemban tugasnya sebagai Menteri Sosial. Oleh karenanya, Presiden Jokowi sangat layak untuk melakukan evaluasi terhadap Risma.

“Risma memang selama ini menjadi Mensos yang lebih banyak kontroversinya ketimbang prestasi. Oleh karena itu, selayaknya Pak Jokowi untuk mengevaluasi Risma” ungkap Jamiluddin. 

Kontroversi dan sensasi yang tidak penting itu menurut Jamaluddin hanya menjadikan beban di kabinet pemerintahan, dan dibutuhkan adanya sosok pengganti lain yang memiliki kapabilitas lebih baik dari Risma. 

Belakangan, Risma memang kerap kali diberitakan marah-marah atau menjadi sorotan karena perangai yang kurang baik. Risma sebelumnya memarahi pegawainya yang dianggap tidak becus dalam bekerja dan mengancam memindahkan mereka ke Papua. Ini membuat sejumlah pihak tersinggung, karena Papua akan dinilai sebagai lokasi yang layak jadi tempat pembuangan. 

Kemudian beberapa hari yang lalu Risma juga kembali mendapatkan sorotan. Kali ini Risma memaksa seorang anak penyandang tunarungu untuk berbicara di depan publik. Peristiwa ini terjadi saat acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional. Risma mendapatkan banjir kritikan dari berbagai pihak, utamanya dari sejumlah komunitas penyandang tunarungu.

Menteri Luhut Tak Masuk 10 Besar

Menariknya, hasil dari survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia itu menempatkan nama Luhut Binsar Pandjaitan di posisi ke-17 dengan hanya mendapatkan 0,6% responden. Padahal, selama ini Luhut menjadi salah satu menteri kepercayaan Jokowi, dengan diamanahi beragam posisi strategis di pemerintahan. Mulai dari Koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali sampai menjadi Menteri Ad Interim. 

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan

Meski mengemban sejumlah jabatan penting di pemerintahan, namun masyarakat cenderung menilai Luhut memiliki kinerja yang kurang baik, dan terkesan memiliki kepentingan tersendiri dengan jabatan yang diberikan Jokowi itu. Hal ini juga terlihat dari berbagai pemberitaan media massa yang kerap menempatkan nama Luhut dalam sejumlah kebijakan pemerintah yang kontroversial, terutama masalah tenaga kerja asing asal Cina yang masuk dan bekerja di Indonesia.