google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Hidung Kiri dan Kanan Hasil Tes Swab Beda, Inilah Alasannya

Beberapa waktu yang lalu, penyanyi Amerika Serikat, Erykah Badu, membagikan hasil yang terbilang tidak biasa dari tes swab antigen. Hasilnya adalah tes swab pada bagian hidung kiri dinyatakan positif sedangkan untuk hidung kanan tertuliskan negatif.

‘’Tidak ada gejala yang dialami. Sudah diuji Covid-19. Mesinnya pun sama. Namun, lubang hidung sebelah kiri positif. Sementara itu untuk lubang kanan hasil negatif,’’ cuit Erykah, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut lagi, Badu menyebutkan dokter hanya melaporkan hasil positif dari tes yang sudah dilakukan. Hasilnya tenyata sedikit janggal dan ia pun meminta penjelasan lebih lanjut lagi. Ketika itu Badu sudah menjalani tes virus corona ini sebanyak tiga kali dalam 24 jam. Tes tersebut merupakan syarat wajib untuk keperluan siaran.

‘’Kami sangat mengerti alat ini 100 persen tidaklah akurat, namun hasil tes swab yang berbeda ini sungguh aneh,’’ tambahnya lagi.

Mengapa Hasil Tes Swab Hidung Kiri dan Kanan Berbeda?

Menurut dokter Devia Irine Putri, tes swab antigen dalam hal ini berbeda dengan tes swab PCR. Namun, proses pengambilan sampelnya mirip dengan tes PCR, yaitu mencolok ke dalam lubang hidung. Adapun perbedaan dari hasil swab di hidung kanan dan hidung kiri seperti yang dialami oleh Badu, kemungkinan berkaitan dengan prosedur pengetesan yang tidak tepat.

‘’Biasanya ini berkaitan dengan cara pengambilan sampel yang kurang tepat. Mungkin saja kurang benar dalam hal pengambilan sampel tersebut,’’ ungkap dokter Devia.

‘’Kalau pun teknik yang salah, otomatis hasilnya bisa saja berbeda. Virus mungkin saja tidak tercolek atau pun tidak terambil oleh alat usap,’’ tambah dokter Devia.

Mengutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tes antigen ini dilakukan dengan mengambil sampel dari usap hidung. Beberapa dari hasil tes pun diketahui begitu cepat, yaitu sekitar 15 hingga 30 menit.

Hasil tes positif pada umumnya sangatlah akurat. Akan tetapi, hasil positif ini bisa palsu dan mungkin terjadi, terutama di daerah yang sangat sedikit orang terpapar virus corona. Bila hasilnya negatif, mungkin perlu dilakukan konfirmasi ulang dengan uji molekuler, seperti halnya tes PCR.

Meskipun memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengetahui hasil tesnya, tes PCR sangat akurat dan biasanya tidak diperlukan tes ulang lagi.

Pengambilan Sampel Tes Swab Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional

Dokter Devia juga menyebutkan, tes Covid-19 ini sebaiknya dilakukan oleh para tenaga medis professional yang memang sudah terlatih. Jika tidak, maka hasilnya bisa tidak akurat. ‘’Sebenarnya jika dilakukan oleh orang awam yang ditakutkan itu bisa saja hasil tes negatif palsu, karena mungkin teknik pengambilan yang salah. Bisa saja virus tersebut tidak terambil semua ketika dicek,’’ jelas dokter Devia.

Di samping itu juga, ada risiko alat swab bisa patah bila digunakan oleh orang awam. Hal ini disebabkan orang awam memang tidak pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Bisa jadi mereka asal colok dalam melakukan tes tersebut.

Seorang ahli pencegahan infeksi di Baton Rouge General Regional Medical Center, dr. Connie DeLeo mengungkapkan hal yang sama pula. ‘’Jika Anda tidak mengumpukkan swab dengan baik, tidak akan di dapatkan virus apa pun pada alat usap sehingga hasil tes bisa saja negatif palsu,’’ jelasnya.

DeLeo juga membahana, para dokter dan tenaga medis lainnya dalam prosedur tes, tetapi masyarakat umum tidak. Itulah pengambilan, pengambilan data diambil untuk dilakukan oleh tenaga medis professional sangat penting.