google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

IDI Imbau Para Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen

Ikatan Dokter Indonesia atau singkat IDI mengajak kepada seluruh penyintas Covid-19 supaya mendonorkan plasma konvalesen di tengah lonjakan tajam kasus virus corona di Indonesia.

Humas IDI Makassar, dokter Wachyudi Muchsin menjelaskan pandemi Covid-19 di Indonesia ini masih terus mengalami peningkatan dan juga angka kematian yang diakibatkan oleh penularan virus corona yang masih sangat tinggi.

‘’Saat ini kita sedang menghadapi gelombang kedua dari penularan virus corona, dan ini pun begitu berbahaya karena angka masih terus mengalami peningkatan,’’ ungkap dokter Yudi di Makassar, pada hari Minggu 11 Juli 202.

Yudi pun menjelaskan, plasma konvalesen dari para penyintas atau pun orang yang mampu bertahan melawan infeksi virus corona ini sangatlah berguna bagi para pasien yang lainnya.

Plasma konvalesen ini adalah plasma yang telah diambil dari pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Plasma merupakan bagian dari darah yang terdapat kandungan antibodi. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona dan diharapkan telah mempunayi antibodi sebagai perlawanan sistem imun tubuh terhadap virus corona.

‘’Kami akan mengajak kepada seluruh penyitas Covid-19 untuk segera mendonorkan plasma konvalesen di PMI atau pun rumah sakit yang mempunyai fasilitas donor plasma konvalesen. Ini semua bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari plasma darah yang menyesuaikan dengan kebutuhan, jikalau cocok penyintas dapat mendonorkan plasma darahnya,’’ jelasnya lagi.

Terapi plasma konvalesen ini merupakan sebuah terapi yang dilakukan dengan cara mendonorkan plasma orang yang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona kepada para pasien yang masih menderita infeksi tersebut.

‘’Terapi dengan menggunakan plasma konvalesen akan segera membantu meningkatkan antibodi dalam tubuh pasien yang sedang sakit. Sehingga terapi ini pun mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah serta mempercepat proses penyembuhan pasien.’’ Tambahnya lagi.

Mengenal Apa Itu Donor Plasma Konvalesen

Setahun lebih pandemi Covid-19 ini berlangsung, sejumlah infeksi dari virus corona masih terus bertambah setiap harinya. Meskipun banyak pula pasien Covid-19 yang sembuh, namun sejauh ini pun masih belum ada obat khusus yang dapat mengobati orang yang telah terinfeksi virus corona. Salah satu dari metode pengobatan yang cukup efektif adalah dengan cara terapi dari donor darah plasma konvalesen.

Lantas, apa itu yang dimaksud dengan donor darah plasma konvalesen? Apakah bisa setiap orang yang pernah terinfeksi dan sembuh dari Covid-19 menjadi peserta donor darah plasma? Simak langsung penjelasan di bawah ini.

Plasma konvalesen ini adalah plasma darah yang langsung diambil dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh dari infeksi, lalu diproses supaya dapat pula diberikan kepada para pasien yang sedang proses penyembuhan setelah terinfeksi virus corona.

Jadinya, donor darah palsam konvalesen ini adalah donor darah dari para penyintas Covid-19 untuk membantu pasien lainnya yang masih belum sembuh dari virus corona.

Seperi yang dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Rumah SAkit Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan bahwaa plasma konvalesen ini sudah dikenal sejak lama sebagai salah satu metode terapi.

‘’Untuk berbagai macam kondisi tertentu, terutama ketika situasi pandemi seperti saat ini. Situasi dimana ada banyak penyakit baru, kita masih belum banyak mengenalnya, maka dilakukanlah terapi dengan cara plasma konvalesen,’’ jelas Torang.

Ia pun menjelaskan, terapi plasma konvalesen ini berpijak pada pemahaman bahwa seseorang yang sudah pernah terinfeksi dan dinyatakan sembuh bakalan bisa membentuk antibodi di dalam tubuhnya.

Sementara itu juga, Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Bidang unit Transfusi Darah dan Rumah Sakit, dokter Linda Lukitasari mengungkapkan bahwa persyaratan dari donor darah plasma konvalesen ini hampir sama seperti donor darah yang biasanya. ‘’Seperti kriteria donor darah yang biasa saja,’’ ungkap dokter Linda kepada Kompas.com,  pada haru Sabtu 16 Januari 2021 lalu.

Disebut sebagai salah satu dari metode penyembuhan bagi para pasien Covid-19, berikut ini ada 5 hal yang wajib diketahui tentang donor plasma konvalesen.

Begini Cara Kerja pada Terapi Plasma Konvalesen

Terapi plasma konvalesen bagi Covid-19 ini akan mengacu pada para penyintas penyakit yang diharapkan telah terbentuk antibodi di dalam tubuhnya. Plasma darah dari penyintas Covid-19 ini pun nantinya akan segera diberikan kepada orang lain yang sedang terinfeksi virus corona.

‘’Harapannya adalah antibodi yang diberikan melalui plasma ini bakalan dapat membantu untuk melawan infeksi virus yang sedang berlangsung,’’ ungkap Tonang.

Tonang juga menjelaskan, secara sederhananya terapi plasma konvalesen ini dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara para penyintas dari suatu infeksi penyakit kepada orang yang sedang terinfeksi dan masih proses penyembuhan.

Terapi plasma konvalesen ini dapat diberikan dengan cara pengambilan plasma darah yang terdapat kandungan antibodi dari donor tersebut, kemudian plasma ini ditransfusikan kepada para pasien yang sedang membutuhkan.

Mengenai metode dari transfuse darah ini, Tonang pun menjelaskan bahwa ada pemahama yang mesti diketahui oleh masyarakat. ‘’Jikalau dulu orang tahunya ada darah yang bisa diberikan seorang pendonor kepada pasien. Sekarang ini pemahaman dari transfuse darah tersebut adalah transfuse produk darah,’’ jelas Tonang.

Persyaratan Menjadi Pendonor Plasma Konvalesen

Seperti yang sudah dilansir dari informasi UDD PMI, terdapat ada 15 kriteria inklusi untuk dapat memenuhi persyaratan menjadi donor plasma konvalesen, yakni :

  • Seseorang berumur 18 sampai dengan 60 tahun
  • Memiliki berat badan minimalnya 55 kg, karena pengambilan darah konvesional dengan kantong sekitar 450 ml
  • Pemeriksaan dengan tanda vital yang normal, yaitu tekanan darah systole 90 hingga 160 mmHG, untuk tekanan darah diastole sekitar 60 sampai 100 mmHg, denyut nadi berkisar antara 50 sampai 100 kali per menitnya, serta suhu tubuh kurang dari 37 derajat celcius.
  • Sebelumnya pernah terdiagnosis positif Covid-19 dengan real time PCR
  • Telah dinyatakan sembuh total oleh pihak rumah sakit
  • Mempunyai kadar Hemoglobin lebih dari 13.0 g/dL bagi laki – laki, serta untuk wanita lebih dari atau sama dengan 12.5 g/dL
  • Tidak sedang mengidap limfopenia, leukopenia, trombositopeni, serta NLR atau neutrophil lymphocyte ratio kurang dari atau sama dengan 3,13.
  • Untuk konsentrasi protein darahnya dengan total lebih dari 6 g/dL atau pun albumin darah normalnya lebih dari 3,5 d/dL
  • Hasil dari uji saraing IMTL pada sifilis, hepatitis B dan juga C serta penyakit HIV dengan CLIA/Elisa non reaktif
  • Hasil dari uji saraing pada hepatitis B, C dan juga HIV dengan NAT non reaktif 11. Hasil dari skiring terhadap antibodi golongan darah yang negatif
  • Hasil dari pemeriksaan golongan darah ABO dan juga rhesus bisa ditentukan
  • Tidak pernah memiliki riwayat transfusi sebelumnya
  • Bersedia untuk segera menjalani prosedur plasmaferesis
  • Bagi pendonor wanita dipersyaratkan belum pernah hamil dan juga tidak memiliki antibodi anti HLA/anti HNA, ini tidak terlalu direkomendasikan

Inilah Mekanisme dari Donor Darah Plasma Konvalesen

Selain itu juga, dijelaskan pula mngenai mekanisme dari donor darah plasma konvalesen, di antaranya adalah :

Pendonor sudah memenuhi kriteria pada pre – skrining yang telah dilakukan satu hari sebelumnya. Pre – skrining ini adalah suatu kondisi yang memiliki antibodi dan juga hasil negatif pada beberapa pemeriksaan keamanan darah, serta memehuni standari dari pemeriksaan lab sesuai dengan persyaratan yang ada.

Pengambilan dari plasma konvalesen dengan memakai metode apheresis sebanyak 400 hingga 600 ml untuk hari selanjutnya.

Untuk pengambilan dari plasma konvalesen ini bisa dilakukan sesuai dengan petunjuk teknik dari Badan POM. Akan tetapi, bila UUD PMI masih belum mempunyai alat apheresis dan belum mendapat sertifikasi CPOB, maka pengambilannya bisa dilakukan secara konvesional atau pun memakai kantong 450 ml.

Dalam proses pengambilan plasma konvalesen ini, pihak petugas akan selalu memperhatikan kualitas dan juga keamanan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Inilah Alur Permintaan dari Donor Darah Plasma Konvalesen

Berikut ini adalah rincian dari masing – masing tahapan alur permintaan donor darah plasma konvalesen :

Pasien yang Sedang Membutuhkan Trasfusi Plasma Konvalesen

Pada tahapan ini, para pasien yang sedaang membutuhkan transufi plasma konvalesen harus segera mendapatkan surat permintaan plasma konvalesen dari dokter yang telah merawatnya. Lalu, pihak yang bersangkutan dapat membawa sampel pasiennya.

UUD PMI

Langkah selanjutnya petugas dari rumah sakit atau pun keluarga pasien akan menuju front desk khusus pelayanan plasma konvalesen di UUD PMI atau loket khusus. Sebelum melakuakn transfuse tersebut, pihak keluarga sebaiknya segera menghubungi petugas rumah sakit untuk bisa menanyakan ketersediaan dari plasma konvalesen pada setiap UDD PMI.

Lalu, langkah berikutnya adalah penerimaan petugas khusus yang ada di UDD PMI, melakukan pemeriksaan dari uji kecocokan dan juga menyerahkan plasma konvalesen untuk segera ditransfusikan.

Rumah Sakit

Setelah Anda selesai melakukan proses yang ada di atas, petugas rumah sakit atau pun keluarga pasien yang membawa plasma konvalesen ini sudah disiapkan dan juga dicocokan kepada pasien. Plasma konvalesen ini nantinya akan dibawa ke Bank Darah Rumah Sakit atau BDRS setempat.

Lalu, akan segera dilakukan pencairan plasma oleh para petugas kesehatan. Ketika sudah siap, proses dari transfuse plasma konvalesen akan dilakukan di bangsal rumah sakit.

Apa Kendala dari Donor Darah Plasma Konvalesen?

Kendati pun banyak manfaat dan dibutuhkan oleh para pasien Covid-19, ada sejumlah kendala selama proses donor darah plasma konvalesen ini. Di antaranya adalah

Kesulitan mendapatkan calon pendonor darah. Hal ini dikarenakan tidak semua orang yang pernah terinfeksi virus corona dan dinyatakan sembuh total bisa menjadi pendonor.

Proses pengiriman darah. Meskipun UDD PMI sudah tersertifikasi CPOB dan juga sudah menyediakan plasma konvalesen, dalam proses pengiriman suhu plasma ini harus stabil dan dipertahankan. Karena itulah masalah satu ini kerap kali menyebabkan penggantian boks.

Masih belum tersedianya dry ice di semua wilayah. Selanjutnya adalah plasma darah konvalesen ini belum semua UDD PMI tersedia bantuan alat apheresis dan juga kelengkapan lainnya.