google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Informasi Penting Tentang Vaksin Hepatitis B dan Penyebarannya di Indonesia

Selain diberikan kepada anak – anak, vaksin hepatitis B tidak kalah penting juga jika disuntikkan ke orang dewasa. Hal ini disebabkan hepatitis B dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, termasuk halnya orang dewasa yang belum pernah memeroleh suntikan vaksin khusus hepatitis B.

Hepatitis B ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B yang dapat menyerang organ hati. Saat seseorang sudah terkena penyakit ini, ia bisa mengalami gejala seperti demam, rasa lelah, tidak ada nafsu makan, rasa mual dan juga muntah, sakit perut serta warna urine menjadi gelap.

Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis B ini bisa menular melalui darah atau pun cairan tubuh ketika kontak langsung dengan para penderitanya, semisalnya adalah kontak seksual. Selain itu juga, penyakit ini dapat menular dengan cepat bila seseorang bertukar benda yang sudah terkontaminasi oleh virus hepatitis B, seperti sikat gigi, jarum suntik, atau pun alat cukur.

Indikasi Vaksin Hepatitis B Bagi Orang Dewasa

Berikut ini adalah beberapa dari indikasi atau pun kondisi yang membuat orang dewasa perlu mendapatkan suntikan vaksin hepatitis B, di antaranya adalah :

  • Mempunyai pasangan seks yang sedang menderita penyakit hepatitis B
  • Tinggal di lokasi dengan orang yang sudah terinfeksi virus hepatitis B
  • Aktif secara seksual serta sering berganti – ganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seksual dengan sesame jenis
  • Memakai narkoba suntikan
  • Memiliki risiko kontak dengan urine, darah, atau pun cairan tubuh para penderita hepatitis B, semisalnya para tenaga medis, termasuk perawat, bidan, dokter, dan juga petugas di laboratorium.
  • Sedang menderita penyakit tertentu, seperti HIV, diabetes, dan juga penyakit hati kronis.
  • Sedang melakukan kunjungan ke berbagai Negara dengan tingkat infeksi virus hepatitis B yang tinggi atau pun sedang.

Terlepas dari kondisi atau pun indikasi di atas, vaksin hepatitis B ini adalah salah satu dari imunitas yang wajib bagi semua orang. Sehingga, orang dewasa sekali pun harus dipastikan memeroleh vaksin tersebut bila belum menyelesaikan rangkaian vaksinasi ketika masih anak – anak atau pun belum pernah mendapatkan vaksinasi sama sekali.

Jadwal Pemberian Vaksinasi Hepatitis B bagi Orang Dewasa

Vaksinasi hepatitis B bagi orang dewasa dengan usia di atas 19 tahun, diberikan sebanyak 3 kali dosis. Untuk dosis yang kedua diberikan satu bulan setelah disuntikkan vaksin dosis pertama, serta dosis ketiga diberikan selama 6 bulan setelah disuntikkan dosis kedua.

Selain itu juga, ada pula dosis vaksinasi hepatitis B yang bersifat untuk menguatkan atau booster, yang diberikan setelah 3 penyuntikan tersebut. Vaksinasi ini biasanya diberikan untuk orang – orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus hepatitis, namun jadwalnya bisa berbeda – beda.

Oleh karena itulah, ikuti langsung petunjuk dari dokter supaya bisa mengetahui jadwal pemberian dosis vaksin hepatitis B booster.

Inilah Kondisi yang Mewajibkan Vaksinasi Hepatitis B bagi Orang Dewasa Ditunda

Seseorang yang sedang sakit ringan, seperti halnya pilek, batuk, atau pun demam ringan masih boleh mendapatkan vaksin hepatitis B. Akan tetapi, vaksinasi hepatitis B ini sebaiknya tidak diberikan atau pun ditunda pemberiannya pada orang dewasa yang memiliki penyakit atau pada kondisi tertentu seperti berikut ini :

  • Gangguan pada otak
  • Memiliki alergi terhadap lateks
  • Multiple sclerosis
  • Memiliki penyakit ginjal atau pun pernah menjalani cuci darah
  • Gangguan pada pendarahan atau pembekuan darah, seperti halnya hemofilia
  • Sistem kekebalan tubuh yang sudah lemah dikarenakan penyakit atau pun penggunaan obat tertentu

Efek Samping pada Vaksin Hepatitis B

Secara umumnya, vaksinasi hepatitis B aman untuk digunakan. Apabila timbulnya efek samping sekalipun, biasanya ini hanya bersifat ringan dan bakalan segera hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari saja. Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Mengalami sakit kepala
  • Merasakan lelah
  • Muncul kemerah – merahan, nyeri atau pun bengkak di lokasi suntikan vaksin

Apabila sesudah pemberian vaksinasi ini Anda memiliki tanda – tanda dari reaksi alergi, seperti kesulitan bernapas, gatal, bengkak pada wajah, demam, ruam pada kulit, sakit tenggorokan, langsung periksa ke dokter. Pasalnya, Anda tidak akan disarankan untuk menerima vaksin booster bila mengalami reaksi alergi yang bisa mengancam jiwa pasca suntikan pertama.

Oleh karena itu, selalu pantau semua efek samping yang sudah muncul setelah menerima vaksin hepatitis B dan beri tahu kepada dokter bila suntikan sebelumnya sudah menyebabkan efek samping.

Pemberian vaksinasi hepatitis B ini merupakan cara paling efektif dan aman untuk mencegah penyakit hepatitis B yang mudah sekali menular. Bila Anda belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sampai dewasa, sebaiknya untuk konsultasikan ke dokter dan menentukan jadwal pemberian vaksin tersebut.

Fakta Seputar Penyebaran Penyakit Hepatitis B di Indonesia

Angka dari penderita penyakit hepatitis B di Indonesia masih sangat tinggi, yakni sekitar 7,1 persen dari seluruh penduduk Indonesia atau pun sekitar 18 juta kasus. Informasi yang kurang mengenai cara mencegah penularan penyakit ini pun merupakan salah satu penyebab angka kasus hepatitis B terus meningkat.

Hepatitis B ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus ini akan menyerang organ hati dan bisa memicu penyakit hepatitis B kronis. Semua orang mempunyai risiko tertular hepatitis B, untuk bayi, anak – anak, maupun orang dewasa. Namun, untuk penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi hepatitis B.

Begini Cara Penularan Virus Hepatitis B

Terdapat dua cara penularan virus hepatitis B, yakni penularan horizontal dan vertical. Penularan secara vertical ini terjadi dari ibu hamil yang sedang menderita penyakit hepatitis B kepada bayi selama proses persalinan. Sedangkan untuk penyebaran secara horizontal terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti halnya cairan vagina, air mani, darah, urin, tinja, dan juga air liur dari orang yang sudah terinfeksi virus hepatitis B ke orang lain.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya penularan virus hepatitis B secara horizontal ini adalah :

  • Hubungan seksual berisiko, misalnya sering berganti pasangan seksual atau berhubungan seksual tanpa pengaman (kondom)
  • Pemakain jarum suntik yang tidak sterial dan bergantian dengan oran lain, misalnya dalam hal pembuatan tato atau penggunaan narkoba dalam bentuk suntikan
  • Seks dengan sesame jenis
  • Tinggal serumah dengan orang yang sedang menderita hepatitis B
  • Tindak medis tertentu, seperti halnya cuci darah atau pun hemodialisa dan juga transfuse darah

Informasi yang kurang mengenai pemahanan dan langkah dari pencegahan infeksi hepatitis B adalah salah satu alasan masih tinggi angka dari kasus penyakit hepatitis B yang ada di Indonesia. Cakupan dari vaksinasi hepatitis B ini juga masih kurang serta terlambatnya diagnosis dan penanganan dari penyakit tersebut turut serta membuat para penderitanya dengan mudah menularkan virus hepatitis B.

Oleh karena itulah, sebagai upaya untuk bisa mengurangi angka kasus hepatitis B, pemerintah sudha menganjurkan setiap orang untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, baik untuk orang dewasa maupun bayi yang baru lahir.

Mengenal Cara Pengecegahan Dari Penularan Hepatitis B

Melalui Kemenkes RI, pemerintah Indonesia melakukan berbagai macam upaya supaya bisa menekan penyebaran hepatitis B, di antaranya gerakan imunisasi hepatitis B untuk bayi sejak tahun 1997.

Mulai di tahun 2010, pemerintah pun akan mulai gencar melakukan sosiaslisasi hepatitis B secara meluas pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia setiap tanggal 28 Juli.

Untuk upaya pencegahannya pun dilakukan dengan membuat buku pedoman mengenai pengendalian hepatitis, buku saku, poster, serta seminar tentang hepatitis di beberapa kota di Indonesia untuk petugas kesehatan dan juga masyarakat.

Selain itu juga, pemerintah pun ikut mengimbau seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan deteksi dini hepatitis B untuk ibu hamil dan kelompok yang berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan, sebagai langkah untuk pemotongan rantai penularan penyakit hepatitis B.

Upaya untuk bisa menekan angka kasus dan penularan virus hepatitis B dapat dilakukan seluruh anggota masyarakat dengan mengikuti beberapa langkah berikut :

  • Ikut serta vaksinasi hepatitis B
  • Menjalani perilaku seksual yang sehat dan aman
  • Lakukan perawatan luka yang baik dan tidak menyentuh cairan tubuh
  • Hindari menghaluskan makanan dengan cara mengunyah dan diberikan kepada bayi dari mulut sang ibu
  • Hindari berbagai peralatan pribadi
  • Pastikan jarum suntik dalam keadaan steril
  • Selalu gunakan sarung tangan
  • Bersihkan pula area tubuh yang terkena darah

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B ini merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi, anak – anak, dan juga orang dewasa dengan jadwal pemberian sebagai berikut :

Bayi

Vaksinasi hepatitis B bagi bayi diberikan sebanyak 4 kali, yakni paling lambat dalam waktu 12 jam setelah bayi tersebut dilahirkan dan saat bayi berumur 2, 3 dan juga 4 bulan.

Anak – anak

Untuk anak – anak yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksin hepatitis B, akan dilakukan vaksinasi ulang atau booster ketika mereka berumur 18 bulan.

Remaja dan orang dewasa

Bagi remaja dan orang dewasa yang masih belum pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis B, vaksin ini harus diberikan sebanyak 3 kali, dengan jarak antara dosis pertama dan kedua selama 4 minggu, sedangkan untuk jarak antar dosis pertama dan ketiga ini adalah 16 minggu.

Untuk memeroleh vaksinasi hepatitis B, Anda dapat mengunjungi fasilitas kesehatan, seperti halnya klinik vaksinasi atau pun rumah sakit.

Bila Anda berisiko terkena hepatits B atau memiliki kondisi tertentu, seperti HIV, diabetes, dan penyakit ginjal, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter supaya pemeriksaan, penanganan, dan langkah untuk pencegahannya. Dengan cara inilah, angka kasus hepatitis B bisa ditekan.