google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Inilah 10 Jenis Penyakit Langka Mengerikan Dalam Sejarah Peradaban Umat Manusia

Beragam jenis penyakit yang mudah untuk ditangani hingga bisa membuat penderitanya mampu bertahan hidup seperti masuk angina, sakit kepala, demam hingga pilek. Namun, berbeda halnya dengan sejumlah penyakit mematikan dan juga langka yang ada di bawah ini.

Bukan hanya membuat Anda geleng kepala, hingga saat ini pun dunia medis dengan teknologi modern masih belum bisa berhasil menemukan obat penyembuh maupun perawatan yang efektif dalam hal penanganan kondisi tersebut.

Berikut ini sudah kami rangkum dari berbagai sumber, 10 daftar jenis penyakit langka dan mengerikan di dunia.

Daftar Penyakit Langka Dan Mengerikan Pernah Ada Di Dunia

Beberapa dari jenis penyakit langka dan mematikan di bawah ini pasti membuat Anda merasa heran dan harus waspadainya.

1. Mycetoma (Madura Foot)

Penyakit mengerikan dan langka yang pertama adalah mycetoma, termasuk dalam jenis penyakit kulit kronis yang dapat menyebabkan terjadi pembengkakan di bagian kaki hingga berujung pada kelumpuhan.

Penyakit mycetoma ini disebabkan oleh infeksi jamur bernama eumycetoma atau pun bakteri filament dengan nama actinomycetoma.

Penyakit ini pun dikenal dengan nama Madura Foot, namun bukan berasal dari pulau Madura di Indonesia, lho ya! Penyakit ini pertama kalinya ditemukan di Madurai, India, sekitar pertengahan abad ke 19 Masehi.

Para pekerja di sektor pertanian atau pun seseorang yang sering berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dalam kondisi jalanan berdebu dan kering, cenderung banyak terpapar penyakit mycetoma.

2. Kusta

Penyakit kusta adalah salah satu dari jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri bernama mycobacterium leprae. Khusus di Indonesia, penyakit kusta ini cukup banyak ditemukan.

Penyakit kulit satu ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada permukaan kulit, saraf, mata dan juga saluran pernapasan hingga pada akhirnya pun menyebabkan hilangnya bagian tubuh yang terlihat cukup mengerikan dan kehilangan fungsi penglihatan.

Adapun gejala dari penyakit kusta yang sering kali dialami penderitanya adalah munculnya bercak warna putih pucat di kulit, dan mulai menyebar secara acak ke bagian tubuh lainnya sehingga dalam waktu lama akan terasa kebas.

Bagian tubuh penderita yang sudah terinfeksi pun akan segera hilang karena terpapar bakteri tersebut. Gejala dari penyakit kusta ini pun kadang muncul dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun sesudah terpapar bakteri mycobacterium leprae. Beberapa orang yang menderita pun tidak akan mengalami gejala hingga 20 tahun setelahnya.

Rentang waktu antara kontak dengan bakteri dan juga munculnya gejala ini tergolong cukup lama, sehingga membuat para dokter mengalami kesulitan dalam menentukan diagnosis kapan serta di mana letak pertama kali infeksi terjadi.

Kesulitan dalam mendiagnosis penyakit ini pun ternyata membuat pengobatan serta penanganannya menjadi lebih lambat dan pada akhirnya bisa berakibat cukup fatal.

3. Elephant man syndrome

Pada tahun 1862, kasus ini pertama kalinya terjadi pada seorang pria yang berasal dari negara Inggris. Ia sedang mengalami perubahan pada tekstur kulit yang jadi tebal dan kasar, hampir menyerupai seperti kulit gajah.

Kelainan langka tersebut ditandai dengan adanya pertumbuhan secara berlebihan dari beragai orang serta jaringan dalam tubuh. Organ dan jaringan yang sudah terserang kelainan ini pun tumbuh tidak proporsional dengan bagian tubuh yang lainnya.

Pertumbuhan secara berlebihan ini bisa memengaruhi bedanya ukuran di bagian kiri dan kanan tubuh penderitanya. Pola pertumbuhan dari jaringan atau pun organ yang berlebihan tersebut cukup beragam, tetapi bisa pula memengaruhi hampir di seluruh bagian tubuh penderita.

4. Cacing Loa Loa atau Filaria

Cacing filarial ini merupakan jenis parasit yang lebih suka hidup di mata dan juga menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh belahan dunia. cacing filaria ini bukan hanya berbahaya bagi kesehatan mata saja.

Jika cacing Loa Loa ini masuk ke dalam bagian tubuh yang lainnya, maka penderitanya pun bisa mengalami kaki gajah. Gejala yang cukup umum terjadi seperti halnya sakit perut, papula, munculnya ruam pada kulit serta arthritis.

5. Clarkson’s Disease

Kelainan langka yang ditandai dengan kebocoran plasma dari pembuluh darah ini dikenal dengan nama sindrom kebocoran kapiler sistemik. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan.

Gejala yang awal terjadi dari kenaikan pembuluh darah kecil atau kapiler secara mendadak dan tidak bisa dijelaskan. Bila tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan kegagalan organ dan berujung pada kematian. Kondisi kelainan ini dikenal juga dengan istilah penyakit Clarkson’s disease.

6. Vibrio vulnificus

Bakteri satu ini mampu masuk ke dalam tubuh manusia melalui olahan makanan kerang mentah, lewat luka yang terbuka, serta bisa dari sengatan ubur – ubur yang menyebabkan terjadinya infeksi cukup parah. Penyakit satu ini juga bisa menyebabkan beberapa dari gejala seperti diare hebat, dermatitis, muntah, serta sakit perut yang begitu parah.

Bukan hanya itu saja, penyakit vibrio vulnificus ini pun mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia serta memengaruhi hati  dan aliran darah. Bila hal tersebut terjadi maka dapat berujung pada kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Masalah kesehatan satu ini muncul disebabkan oleh terjadinya peningkatan suhu serta penurunan kadar garam yang ada di pantai hingga menyebabkan tingginya pathogen.

7. Gangguan Makan, Pica

Pica merupakan gangguan makan yang ditandi dengan perilaku makan yang terbilang tidak wajar, yakni munculnya keinginan untuk memakan benda – benda yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Pica ini paling umum terjadi ialah keinginan untuk memakan salah satu benda di antaranya adalah tanah, serat kain, kertas, pasta gigi, abu rokok, kapur tulis, lem, batang korek api, dan serpihan cat kering.

Gangguan makan satu ini dapat menyebabkan infeksi yang cukup parah pada bagian organ tubuh dan bisa mematikan tergantung dari jenis barang yang dimakan.

Pica juga biasanya dimulai sejak masa kanak – kanak dan biasanya berlangsung hanya beberapa bulan saja. Tetapi, kemungkinan akan lebih sulit lagi ditangani pada anak yang tengah mengalami kecacatan.

8. Noma atau Cancrum oris

Penyakit satu ini merupakan infeksi yang bisa menyebabkan pembentukan bisul di area mulut atau pun alat kelamin. Bisul ini tadinya bisa dilihat dengan mata telanjang serta bisa bergerak dan masuk ke dalam jaringan tubuh hingga tidak tampak lagi, sehingga berujung pada cacat dari dalam tubuh.

Harapan hidup dari penyakit mematikan satu ini sangatlah kecil. Hampir sekitar 90 persen orang yang pernah menderita Noma ini berujung meninggal dunia akibat terjadinya kompikasi infeksi tersebut.

Penyakit noma ini umumnya terjadi pada anak – anak yang kekurangan gizi di daerah yang memiliki kebersihan dan sanitasi rendah. Infeksinya pun cukup sering terjadi pada anak – anak dengan rentang usia 2 hingga 5 tahun.

9. FOP atau Fibrodysplasia Ossificans Progressiva

FOP ini ialah suatu kelainan akibat dari mutasi genetik yang menyebabkan jaringan ikat tubuh dan otot, seperti halnya ligament dan tendon, tergantikan oleh tulang yang padat secara bertahap.

Pembentukan tulang yang tidak normal di luar kerangka aslinya ini semakin lama akan menghambat pergerakan dan bisa membuat pengidapnya tampak seperti patung karena tidak bisa bergerak.

Proses ini pun umumnya bisa dilihat pada anak usia dini, mulai dari leher dan bahu, lalu ke bagian bawah tubuh dan masuk ke dalam tungkai.

FOP ini disebabkan oleh terjadinya mutasi genetik, yakni agen ACVR1. Gen ini pun terlibat dalam pertumbuhan dan juga perkembangan tulang yang bisa membuatnya mengalami mutasi dalam jumlah yang cukup banyak.

10. CRPS atau Complex Regional Pain Syndrome

CPRS ini adalah jenis penyakit yang bisa menyebabkan rasa sakit luar biasa, hingga membuat para penderitanya mengalami kelelahan kronis diakibatkan kurangnya tenaga. CPRS ini juga disebabkan oleh kerusakan sistem saraf serta sistem saraf pusat pada otak.

Rasa sakit yang timbul pun bisa sangat merusak hingga menyebabkan penderitanya mengalami masalah kesehatan mental, di antaranya gangguan kecemasan hingga depresi.

Seseorang yang sedang menderita penyakit ini akan merasakan tubuh menjadi panas terbakar dan juga mengalami rasa nyeri yang menusuk – nusuk tubuh serta berdenyut. Hal tersebut juga bisa menyebabkan bengka, nyeri sendi, mati rasa dan insomnia.