google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Inilah Bahaya Menggunakan Alat Tes Covid-19 Bekas

Alat tes Covid-19 adalah salah satu cara untuk bisa mengendalikan penyebaran dari virus corona. Beberapa dari moda trasportasi pun sudah menerapkan peraturan bagi para penumpangnya supaya menggunakan metode pengetesan tertentu sebelum memutuskan untuk bepergian ke luar kota.

Namun patut disayangkan, hal tersebut justru dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang berlaku curang. Oknum tersebut memakai alat rapid test antigen daur ular atau dipakai kembali untuk memeriksa calon penumpang di suatu bandar.

Lantas, apa bahayanya bila menggunakan alat rapid test bekas orang lain?

Bahaya Memakai Alat Rapid Test Atau Swab Bekas Orang Lain

Insiden ini bermulai dari temuan polisi soal penggunaan dari alat rapid test antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa 27 April 2021. Alat tes Covid-19 bekas ini digunakan untuk langsung memeriksa bagi calon penumpang pesawat terbang. Pihak kepolisian menduga, alat rapid test antigen bekas ini dicuci atau pun dibersihkan kembali setelah dipakai memeriksa calon penumpang. Alat tersebut lalu digunakan kembali untuk memeriksa calon penumpang berikutnya.

Penggunaan alat rapid test bekas ini tentulah sangat mengkhawatirkan semua kalangan. Salah satu potensi bahaya yang disorot oleh dokter Devia Irine Putri adalah hasil dari pemeriksaan menjadi tidak bisa akurat dikarenakan alat tes ini sudah terkontaminasi oleh pengguna sebelumnya.

‘’Jadi akan ada lebih banyak lagi orang – orang yang seharusnya positif namun malah hasilnya negative. Kalau pun begitu akan lebih banyak pula penularan yang tidak bisa lagi dikontrol nantinya,’’ ungkap dokter Devia.

Ia pun menambahkan, penggunaan alat tes virus corona bekas atau pun daur ulang ini cenderung berisiko menularkan virus dari alat tes ke orang yang akan menggunakannya lagi.

Sebelumnya, kejadian dari penggunaan alat tes Covid-19 yang telah terkontaminasi sudah pernah dilaporkan Center for Disease Control and Prevention atau CDC. Dilaporkan dari penggunaan alat tes bekas ini terjadi dikarenakan ketidaksengajaan. CDC lalu menarik seluruh alat tes Covid-19 ini karena dinilai hasilnya pun tidak akan akurat lagi.

Hingga saat ini memang belum ada laporan kasus infeksi virus corona akibat penggunaa alat tes Covid-19 bekas atau daur ulang yang telah terkontaminasi. CDC mengharapkan hal tersebut tidak lagi terulang mengingat potensi dari risiko yang begitu besar.

Bagaimana Cara Memastikan Alat Swab Yang Dipakai Baru?

Dijelaskan oleh dokter Devia, untuk bisa memastikan alat tes Covid-19 yang digunakan masih baru, ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan. Hal yang cukup penting untuk dipastikan ini adalah Anda menjalankan tes Covid-19 di tempat pelayanan kesehatan yang sudah terpercaya.

Anda pun perlu juga memastikan alat tes yang akan digunakan masih dibungkus dengan rapid dan masih tersegel. Pastikan juga tidak ada tanda – tanda kerusakan dari kemasan atau pun bungkus alat rapid test tersebut.

‘’Jika alat swab tes baru biasanya memiliki kemasan yang masih tersegel dengan baik. Biasanya akan dibuka langsung di depan pasien. Lalu, saat pemeriksaan pun alat tersebut tidak akan dibawa – bawa petugas ke mana – mana, cukup dilakukan di depan mata pasiennya dan ditunggu langsung di situ,’’ ucap dokter Devia.

Selain itu juga, dokter Devia pun memberikan penjelasan pada bagian alat rapid test, yang nantinya ini akan timbul garis positif atau pun negative, harus bersih dan tidak ada lagi noda sedikit pun.

Jika Anda ragu dengan alat tes yang digunakan atau pun melihat tanda – tanda dari kemungkinan perangkat yang telah terkontaminasi atau rusak, segera untuk memberitahu perawat atau petugas kesehatan yang melayani Anda. Anda pun bisa langsung meminta kepada petugas untuk segera mengganti alat tes virus corona dengan kemasan yang lebih baik lagi.