google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Inilah Efek dari Infeksi Virus Corona Bagi Anak, Ibu Hamil, dan Lansia

Efek Infeksi Virus Corona Bagi Anak, Ibu Hamil, dan Lansia

Pandemi Covid-19 yang pertama kalinya muncul di kota Wuhan, Tiongkok berasal dari jenis virus corona yang belum pernah ditemukan sebelumnya pada tubuh manusia. Virus yang disebut dengan SARS-CoV-2 ini memang masih banyak misteri hingga saat ini.

Tetapi, tidak bisa dipungkiri pula efek dari virus corona ternyata begitu serius sampai dapat menyebabkan korban jiwa dari seluruh belahan dunia. Ditambah lagi bagi kelompok yang lebih rentan terpapar infeksi virus corona, seperti halnya ibu hamil, lansia, serta mereka yang mempunyai penyakit kronis.

Efek Dari Infeksi Virus Corona Bagi Kelompok Yang Berisiko

Virus corona ini merupakan penyebab terbesar dari virus yang sekarang ini menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Jenis dari virus ini juga cukup banyak dan beberapa di antaranya bisa menimbulkan penyakit pada manusia, seperti halnya MERS dan juga SARS.

Pada akhir tahun 2019 lalu, virus corona jenis baru ini ditemukan di Tiongkok dan juga gejala awal dari penyakit Covid-19 ini menyerang sistem pernapasan orang yang tengah terinfeksi.

Tidak sedikit juga dari pasien yang sedang terpapar penyakit Covid-19 ini tidak bisa lagi tertolong karena begitu banyaknya kerusakan yang terjadi akibat virus tersebut. Maka dari itulah, efek pada virus corona bagi kelompok yang lebih berisiko memang harus diwaspadai supaya kondisinya pun tidak menjadi semakin parah.

Kelompok Lansia

Salah satu dari kelompok yang cukup rentan terpapar virus corona ini ialah lansia. Ada dua yang menjadi dasarnya yakni kondisi fisik serta mental mereka.

Pertama adalah kebanyakan dari lansia tentu saja memiliki daya tahan tubuh yang cenderung lemah sehingga mereka pun akan lebih rentan tepapar penyakit menular, termasuk Covid-19. Selain itu juga, mereka ini pun cenderung menderita penyakit kronis yang lainnya, seperti halnya penyakit paru, diabetes, jantung sampai penyakit ginjal.

Akibatnya adalah kemampuan tubuhnya pun ketika melawan infeksi virus bakalan menjadi lemah.

Sementara itu juga, di beberapa negara, lansia yang tinggal di lokasi yang sudah ditentukan pemerintah atau pun perusahaan swasta, seperti halnya di panti jompo atau pun tinggal bersama dengan keluarga yang ramai justu berisiko tinggi untuk terinfeksi lebih besar pula.

  • Pasien Yang Menderita Penyakit Kronis

Selain lansia, ada kelompok lainnya yang juga berisiko terpapar virus corona serta menimbulkan efek yang cukup serius yakni para pasien yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Beberapa dari orang pun mungkin beranggapan bahwa penyakit kronis ini seperti halnya diabetes atau pun penyakit jantung yang sedang diderita oleh orang dengan usia di atas 65 tahun. Namun pada kenyataannya pun, orang dewasa bisa menderita penyakit serupa saat tidak menjalani pola hidup yang sehat.

Menurut CDC di Amerika Serikat, berikut ini ada beberapa kondisi medis yang mempunyai risiko tinggi mengembangkan komplikasi yang begitu serius, baik bagi orang dewasa maupun kelompok lansia.

  • Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Salah satu dari penyakit krobis yang bisa berdampak buruk saat terinfeksi virus corona adalah gangguan pada sistem pernapasan, seperti halnya penyakit asma.

Hal tersebut disebabkan oleh virus corona yang akan langsung menyerang sistem pernapasan saat seseorang sudah terinfeksi. Bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh relatif kuat dan tidak sedang memiliki riwayat penyakit kronis mungkin hanya akan menimbulkan gejala yang ringan saja. Tetapi, untuk mereka yang memiliki gangguan pernapasan maka akan lebih berat gejala yang ditimbulkan.

Pada umumnya, Covid-19 ini bisa menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut yang bisa merusak paru – paru. Maka dari itulah, para pasien Covid-19 yang mempunyai masalah pada pernapasan, seperti halnya asma, akan lebih rentan mengalami komplikasi yang cukup parah hingga butuh alat bantu.

  • Penyakit Jantung

Untuk Anda yang sedang memiliki riwayat penyakit jantung harus waspada dikarenakan efek dari infeksi virus corona pada jantung ternyata bisa menyebabkan kondisi yang sangat serius.

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, pada saat virus ini masuk ke dalam tubuh manusia pun akan segera menyerang paru – paru. Bukan hanya organ itu saja, virus corona pun bisa memicu respons peradangan yang mana akan menyebabkan adanya tekanan pada sistem kardiovaskular.

Hal ini bisa berakibat adanya dua kemungkinan yang terjadi, yakni penurunan kadar dan juga tekanan darah. Bila hal ini terjadi, maka jantung pun bisa berdetak lebih keras dan cepat untuk memasok oksigen ke dalam tubuh. Maka dari itulah, Covid-19 ini dapat mengakibatkan serangan jantung yang begitu fatal sehingga berujung pada kematian.

  • Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Kelainan Pada Imun

Selain gangguan sistem pernapasan dan juga penyakit jantung, efek dari infeksi virus corona bagi para pasien dengan penyakit kelainan imun juga cukup serius. Bila seseorang yang memiliki riwayat kelainan imun, kemampuan tubuh manusia pun akan berkurang untuk melawan dan juga pulih dari infeksi tersebut.

Kondisi ini pun bisa terjadi pada saat pasien mempunyai penyakit yang berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia, seperti halnya HIV, kanker dan juga penyakit lainnya. Konsumsi obat – obatan yang digunakan pun dapat pula berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia.

Sebagai contohnya adalah perawatan dan obat – obatan yang digunakan untuk melawan penyakity kanker, bisa pula menyebabkan respons kekebalan tubuh manusia menjadi lemah.

  • Penyakit Diabetes

Efek dari infeksi virus corona ini bisa menimbulkan beberapa tantangan bagi para pengidap diabetes. Seperti yang sudah ada beberapa laporan sebagai salah satu faktor risiko komplikasi serius dari infeksi virus corona dikarenakan pasiennya harus selalu mengontrol gula darah saat pandemi ini terjadi di seluruh belahan dunia.

Bagi para pengidap diabetes pun bisa mengalami gangguan respons imun tubuh, baik saat terinfeksi virus yang ada kaitannya dengan sitokin dan juga perubahan pada respons imun tubuh. Kontrol gula darah yang buruk pun menyebabkan kondisi ini terjadi serta membuat infeksi paru – paru menjadi lebih parah.

Hal ini bisa berakibat pada tubuh penderita diabetes akan lebih sulit melawan infeksi virus corona dikarenakan respons imun yang berkurang dan membuat virusnya akan lebih cepat menyebar hingga berujung pada kematian.

Ibu hamil

Lalu, bagaimana efek dari infeksi virus corona pada tubuh ibu hamil yang sudah terpapar virus Covid-19 ini?

Sampai sekarang pun, masih diperlukan sejumlah penelitian sedang dikembangkan guna memahami dampak dari infeksi virus corona pada ibu hamil. Dengan data – data yang ada masih belum ada bukti bahwa ibu hamil berisiko mengembangkan kondisi yang begitu parah saat terinfeksi virus.

Namun, perlu diketahui bahwa dengan adanya perubahan tubuh serta sistem kekebalan tubuh, ibu hamil tentu sangat memungkinkan terpengaruh oleh infeksi pada pernapasannya.

Oleh sebab itulah, para ibu hamil akan sangat dianjurkan untuk tidak melewatkan sesi konsultasi dokter kandungan dan juga tetap melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah infeksi virus corona.

Perokok Aktif

Bahay dari merokok sudah banyak diketahui oleh setiap orang, mulai dari kanker paru – paru, jantung coroner, sampai dengan stroke yang tentu membahayakan bagi para perokok.

Terlebih lagi dengan adanya pandemi virus corona ini yang menyerang sistem pernapasan manusia pun akan membuat efek dari penyakit Covid-19 lebih besar bagi para perokok yang sedang terinfeksi.

Rokok juga bisa memiliki dampak cukup buruk pada sistem kekebalan tubuh para pemakainya. Di dalam rokok sudah mengandung berbagai macam senyawa kimia yang beracun dan salah satu racun yang ada adalah karsinogen yang bisa menyebabkan karbon monoksida hingga kanker. Kedua zat ini akan terhidup oleh saluran pernapasan dan bisa memicu kerusakan pada organ.

Maka dari itulah, rokok pun bisa melemahkan fungsi sel kekebalan tubuh dan juga mengurangi produksi antibodi pada manusia. Hal ini bisa berakibat para perokok memiliki risiko cukup tinggi dalam risiko terpapar virus corona dengan gejala yang lebih parah, seperti halnya pneumonia.

Anak – anak

Pandemi virus corona memang sudah banyak menyebabkan kasus infeksi di seluruh belahan dunia. namun, efek dari infeksinya pun ternyata tidaklah begitu besar bagi kesehatan anak – anak yang sedang terinfeksi.

Kasus kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 bagi anak – anak memang ada, tetapi jumlahnya masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kelompok lansia dan juga orang dewasa.

Melansir langsung dari Harvard Health Publishing ada sekitar 90 persen anak yang telah terinfeksi dan tidak menunjukkan gejala apa pun atau hanya gejala ringan sampai sedang saja. yang artinya adalah saat anak terinfeksi virus corona, mereka hanya menunjukkan gejala ringan, seperti batuk dan juga demam.

Untuk beberapa kasus yang mungkin ada beberapa anak yang pernah mengalami sesak napas, namun mereka tidak memerlukan bantuan dari tabung oksigen atau pun perawatan intensif.

Virus yang membutuhkan protein di permukaan selnya alias reseptor ini masuk ke dalam tubuh dan akan merusak organ penting lainnya. Kemungkinan besar anak – anak pun memiliki lebih sedikit reseptor ACE-2 pada organ paru – paru jika dibandingkan dengan saluran pernapasan yang bagian atas.

Maka dari itulah, anak akan lebih sering mengalami gejala ringan saja, mulai dari batuk dan juga demam pada saat virus ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti mulut, tenggorokan dan hidung.

Pada intinya, efek dari infeksi virus corona ini pada setiap orang memang berbeda, tergantung pada daya tahan tubuh dan juga kesehatannya. Maka dari itulah, tentu wajib menjaga kesehatan selama pandemi seperti sekarang ini.